
Alexander mengepalkan tangannya erat di kedua sisi tubuhnya. Pria itu masih berusaha menahan semua respon tubuh yang sangat menolak sentuhan dan pelukan Dominic. Sekalipun Alexander masih ingat betul jika perempuan yang masih bergelayut manja di lengannya ini adalah teman masa kecilnya, yang juga adalah sepupunya, putri dari pamannya, adik sang papa. Tapi entah mengapa perasaan tak nyaman muncul di hati dan pikirannya, bahkan emosi mulai meletup dalam dirinya.
Sungguh Alexander merasa tubuhnya menjadi seperti robot, kaku dan tegang hingga ada rasa yang siap meledak jika terus dipicu dengan sentuhan yang tak diinginkannya.
Alexander paham bahwa Dominic sangat terobsesi padanya sejak masa kanak - kanaknya, perempuan cantik itu sangat memonopoli dirinya untuk kepentingannya hingga tak satupun teman perempuan di masa kecilnya yang akan berani dekat - dekat dengannya. Itu semua karena Dominic dengan sifat bossy-nya melarang semua teman perempuan untuk mendekatinya.
Dulu, dalam diam dan kaku tubuh Alexander merasakan dan mulai mengingat beberapa episode dalam kenangan masa lalu yang membuatnya semakin terpaku.
Alexander ingat ada seorang gadis kecil yang selalu menggerai rambutnya yang akan selalu menguntitnya kemanapun ia pergi. Pria itu nampak mematung kaku, tubuh tegapnya sedetik bergetar karena respon terkejut akan sebuah ingatan yang sangat ia cari selama ini.
Dalam pelukan posesif Dominic, pria itu mengingat dengan buram wajah sang gadis yang dulu pernah menolongnya kala terjatuh di dekat danau.
Dua puluh lima tahun yang lalu ...
__ADS_1
" Mommy, " tubuh kecil Alexander mencari sosok mommynya yang tadi pamit akan mencari sang Daddy saat liburan di sebuah villa di pinggir danau kota F.
Pria kecil dengan langkah riang berlari kesana kemari untuk mencari Mommynya yang entah pergi kemana. Kata Daddy tadi pagi, ia akan kembali setelah mendapatkan banyak ikan untuk mereka makan malam. Tetapi sampai sore menjelang sang Daddy tak kunjung pulang. Hingga Mommynya yang sudah menelpon tak juga mendapat jawaban karena ternyata ponsel Daddynya tertinggal di atas nakas di dalam kamar.
Mommynya pergi mencari Daddynya di pinggir danau dan meninggalkan Alexander kecil yang sedang tidur siang hanya dengan seorang maid yang menemani.
Ketika bangun dari tidur, Alexander tak mendapati sang Mommy. Pria kecil itu hanya paham ketika akan tidur tadi Mommynya mengatakan akan mencari sang Papi jika sampai sore tak pulang juga. Dengan pemikiran itu, Alexander pun mencari keberadaan sang Mommy di sekitaran danau dekat villa tempat Alexander dan keluarganya menginap.
Waktu itu, Alexander kecil sampai di dekat jalan menurun yang mengarah ke danau. Mata pria kecil itu menyapu seluruh pinggir danau yang terlihat sangat sepi. Tak ada seorangpun.
" Mom ! Where are you ? " Alexander berteriak memangil sang mommy. Berlari ke sana kemari untuk mencari sang Mommy.
" Dad ! Daddy ! Uncle Sam ! " teriaknya berulang memanggil Daddy dan Uncle Samuel, adik sang papi.
__ADS_1
Pinggir danau terlihat sepi dengan semburat jingga yang menandakan langit sore mulai bergelayut.
Alexander tang tak menemukan keberadaan sang Mommy dan Daddynya terus berlari di sepanjang pinggir danau hingga naik ke arah bukit kecil yang mengarah ke hutan. Alexander terus berlari dan berteriak memanggil sang Mommy ran Daddynya tanpa memperhatikan jalan hingga-
Bruk.
Alexander terperosok karena menginjak ranting - ranting kering yang ternyata membuat tubuh kecil Alexander tercebur ke pinggir danau.
Byur.
Begitu tubuh Alexander tercebur ke dalam air danau, air yang terasa dingin langsung menyergap tubuh kecilnya. Pria kecil itu gelagapan ketika menelan cukup banyak air di dalam danau. Bahkan karena sangat terkejut, Alexander hanya bisa menggapai - gapai apapun di sekitarnya untuk berpegangan tetapi naas tak ada apapun di sekitarnya yanf dapat menjadi alat untuk dirinya bertahan.
***
__ADS_1
bersambung