
" Siapa Dokter Landak ? Apakah Tuan memelihara binatang landak ? " Tanya kepala pelayan penasaran.
" Han, " teriak Alexander frustasi.
" Panggil Dokter ! Gadis bodoh itu ... . "
Tiiitttttt ... .
Suara monitor terdengar panjang.
Ketika Han Liu menyadari ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada Kinara, dengan cekatan Han Liu meraih ponsel dari saku celananya. Dan segera menghubungi Dokter Ryan Juville. " Halo Dokter Ryan, saya ... . "
" Kau menghubungi siapa, Han Liu ? " suara Alexander Moralez memotong panggilan Han Liu.
" Dokter Ryan Juville, Tuan. " jawab Han Liu memberitahu.
" Saya tidak meminta kamu menghubungi Landak jelek itu, Han Liu, " suara Alexander Moralez terdengar penuh tekanan emosi.
Wajah Alexander memerah. Ada marah dan kepanikan yang terpancar.
Han Liu masih mematung dan bingung.
Ttttiiiitttt.
Suara dari monitor masih terdengar panjang.
" Bodoh, cepat hubungi Dokter, Han. Dokter wanita, Han ! " teriak Alexander Moralez.
Han Liu berpikir keras dan kembali berkutat dengan ponselnya.
" Maaf, Tuan. Saya tidak menyimpan kontak dengan nama Dokter Wanita. Siapakah dia ? Anda menyimpan nomernya ? " tanya Han bingung.
" Kenapa otakmu jadi lemot, Han ? Apa perlu diinstal ulang dengan ini ? " sarkas Alexander Moralez sambil memgacungkan pistolnya ke kepala Han Liu.
Han Liu tampak kaget sehingga menjatuhkan ponselnya ke lantai.
Han Liu menunduk, mengambil ponselnya yang jatuh ke lantai.
Dorrr.
Suara tembakan terdengar mengarah ke lantai sehingga menggores lantai.
__ADS_1
Han Liu tampak kaget dan panik. Tubuhnya kembali berdiri tegak setelah meraih ponselnya yang terjatuh.
" Maaf, Tuan. Anda membuat saya kaget. " ucap Han Liu meminta maaf dengan membungkuk dan jantung yang berdebar kencang.
" Apa yang sebenarnya sedang terjadi ? Mengapa Tuan tampak aneh dan menjadi seperti orang bodoh," batin Han Liu dalam hati.
" Bodoh, hubungi Dokter, Han ! Akhhh. Jangan berpikir yang membuatku menumpahkan timah panas, Han ! " jerit Alexander Moralez marah, masih dengan mengacungkan pistol.
Kepala pelayan meraih interkom di dekat pintu. Mengambil inisiatif untuk menghubungi Dokter Merrzy Arzulla di ruang bawah tanah rumah utama.
Dorr.
Bunyi tembakan terdengar lagi. Kepala pelayan tampak kaget dan meloncat ke samping untuk menghindar. Wajahnya pucat dengan titik keringat yang menetes. Peluru tepat mengenai pintu di sampingnya.
" Jika meleng sedikit, pasti sudah bersarang di otaku. Mengapa Tuan Besar tampak aneh dan bodoh ? Akh. " Huan Lee ikut membatin dalam hati.
Beberapa maid dan bodyguard yang sedang berdiri di dalam ruangan pun ikut panik dan takut. Mereka hanya menjadi penonton di tengah ruangan dengan suasana yang mendebarkan.
Suasana menjadi mencekam dengan peluru yang sudah beberapa kali ditembakkan sang pemilik, Alexander Moralez.
" Kau menghubungi siapa Huan Lee ? " tanya Alexander Moralez.
Huan Lee menarik nafas perlahan untuk menenangkan diri.
" Jangan ! Jangan dia ! " lanjut Alexander Moralez melarang.
Ttttiiiit.
" Terlalu lama Tuan. Nyawanya tak akan tertolong. " Han Liu berjalan dan mendekati sisi ranjang. Tangan Han Liu meraih sebuah alat pacu jantung yang terletak di atas lemari kecil di samping ranjang Kinara berbaring. Kemudian Han Liu menggosokkan kedua sisi alat dan menekan tepat pada jantung Kinara.
Alexander Moralez tampak marah sambil mengacungkan moncong pistolnya di wajah Han Liu.
" Jangan sok pintar, Han ! Memangnya Kau Dokter ? " ucap Alexander Moralez dengan nada penuh emosi.
Han Liu hanya diam. Tangannya masih mengulang menggosokkan kedua alat dan menekan lagi bagian dada Kinara.
" Sekali lagi, Kau menyentuhnya, Han. Saya tidak akan sungkan memotong tanganmu menjadi lima. " ujar Alexander Moralez.
Han Liu hanya mengerutkan kening.
"Tadi akan menembak, sekarang memotong tangan menjadi lima. Akh Tuan Alexander , ada apa dengan Anda ? " Han Liu membatin dengan bingung.
__ADS_1
" Kamu seperti orang bodoh yang sangat posesif, Al. " sebuah suara memecah suasana yang sedikit mencekam akibat kelakuan Alexander Moralez yang sedang mengintimidasi.
" Kau Landak jelek. Dokter gadungan. Tidak ada yang mengundangmu ke mari. Han bawa Landak jelek itu keluar ruangan. " balas Alexander Moralez.
Han Liu hanya mengerutkan kening lagi.
Tangan Dokter Ryan Juville dengan cekatan meraih alat pacu jantung dari tangan Han Liu dan meletakkan kembali di atas meja. Kemudian Dokter Ryan Juville memeriksa nadi Kinara, memperbaiki selang Oksigen dan jalur infus yang terlepas. Darah sudah merembes dari kain kasa tempat jarum infus tertancap.
" Brengsek, Hai Landak jelek jauhkan tanganmu dari tubuh gadis bodoh itu ! " suara Alexander Moralez menghardik Dokter Ryan Juville dengan kasar.
Dokter Ryan Juville masih fokus dengan kondisi Kinara yang sedang henti nafas.
" Jauhkan tanganmu, Landak jelek ! " teriak Alexander Moralez dengan frustasi. Hatinya bener - benar tak nyaman ketika ada orang lain yang sedang menyentuh Kinara, sekalipun itu seorang yang sedang berusaha menolong nyawanya.
" Alat pacu jantung atau defribrilator ini adalah alat untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia yang dapat mengancam jiwa, Tuan. Kerjanya memang begini, alat ini akan ditempelkan pada dada atau area perut pasien untuk membantu pasien mengontrol ritme jantung yang tak normal. " ucap Dokter Ryan Juville memberitahu, sambil mempraktekan alat ditangannya. Rasanya sudah jengkel mendengar kemarahan Alexander Moralez yang tidak pada tempatnya.
" Alat ini akan mengirimkan kejutan berupa listrik ke jantung pasien untuk membantu dan merangsang agar detak jantung dan otot jantung kembali berfungsi dengan normal, Tuan. " lanjut Dokter Ryan Juville sambil terus berusaha mengembalikan detak jantung Kinara yang semakin lambat.
" Selama mengalami aritmia, jantung tidak bisa berfungsi dengan normal, Tuan. Sehingga dapat menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh secara normal. Hal ini juga bisa menyebabkan volume darah yang dipompa keluar jantung tidak sesuai dengan kebutuhan organ tubuh lainnya. Hal ini bisa menimbulkan berbagai gejala, termasuk kelelahan, sesak napas, hingga pingsan. Bahkan, aritmia yang sudah tergolong parah dapat menyebabkan kerusakan organ vital yang bisa menyebabkan kematian. " lanjut Dokter Ryan Juville menjelaskan sambil tangannya terus bergerak menekan bagian dada Kinara.
" Stopppp ! Berhenti Juville ! " Alexander marah melihat tangan Dokter Ryan Juville yang terus menekan dada Kinara dengan alat tersebut. Hatinya memanas.
" Tuan besar Alexander Moralez Arzallane yang terhormat, tolong tutup mulut Anda atau Saya akan melemparkan Anda ke bawah ! Nyawa gadis ini lebih penting dari pada kemarahan Anda yang tidak beralasan. " ucap Dokter Ryan Juville jengkel dengan semua kelakuan Alexander Moralez sambil menatap Alexander Moralez tajam.
" Kau berani padaku, Landak jelek ? "
" Diamlah, Al. " suara Dokter Ryan terdengar menahan emosi sambil meraih bantal dan melemparkan pada Alexander Moralez yang masih memegang pistol.
Dengan terkejut, Alexander menarik pistol.
Dorr.
Bantal bulu angsa berhamburan terburai akibat tembakan Alexander Moralez.
Dokter Ryan Juville menepuk jidatnya dengan kesal. " Dasar bucin akut. '
" Apa yang barusan Kau katakan, Landak jelek ? "
👉 Terima kasih sudah membaca dan support karya.
👉 Tolong tetap dukung author dengan rate, like, coment positif dan votenya ya. Jika suka bisa gift dengan poin atau koin.
__ADS_1
👉 Terima kasih.