
Tak berapa lama terdengar beberapa kendaraan lain berdatangan lagi yang jelas merupakan klan lain yang juga sedang melakukan penyerangan.
" Serang dan hancurkan semua ! Bawa semua pemimpin dan anak buahnya yang tersisa, " seorang komandan memberikan perintah dari balik masker penutup wajahnya.
Tak sampai hitungan menit baku tembak sudah menggema di seluruh penjuru bangunan dan sisi pelataran.
Beberapa bunyi tembakan terdengar bersautan di halaman markas. Markas yang letaknya cukup terpencil di pinggiran pantai kota X, kini mendadak menjadi riuh. Beberapa mobil jeep dengan para sniper handal berlompatan keluar dari kendaraan dan menyerang markas dengan suara tembakan yang saling bersautan.
Sedangkan para pemimpin klan The Silver Skull yang tadi berdebat di salah satu ruang utama telah meloloskan diri dari dalam markas tersebut dengan jalan rahasia.
" Sial, para pemimpin mereka sudah kabur duluan boss, " seorang mengumpat kasar ketika anak buahnya memberikan laporan.
" Periksa seluruh bangunan. Karena tidak mungkin markas klan pembunih hanya sebuah gudang terbengkalai. "
" Siap, Tuan Han. "
***
__ADS_1
Di bagian kota lain, di sebuah villa tepi pantai.
" Cari dan dapatkan gadis itu ! "
Pria dengan wajah tampan dengan gurat memanjang di sisi wajahnya nampak sedang asyik dengan kegiatannya menerima kenikmatan dari seorang wanita di bawahnya.
" Boss, tapi gadis itu ada di- "
" Jangan banyak mengeluh ! Dimanapun, cari dan dapatkan gadis itu ! " perintah seorang dengan masih menjepit sebatang cerutu di antara bibir hitamnya.
Di bawah, di antara kedua kaki kekarnya seorang wanita masih asyik dengan daging kenyal yang ia masukkan ke dalam mulutnya keluar masuk dengan rakus. Sesekali wanita itu tampak menjilat dan melahap bulatan panjang yang membuat sang empunya sesekali memggeram di antara sesapan cerutunya.
Asap nikotin berkali-kali menguap ke udara dengan sesekali geraman tertahan karena rasa nikmat yang menjalar dari tubuh bagian bawah sang pria.
Seorang pria dengan lukisan di sebagian besar tubuhnya sesekali memggerutu karena anak buahnya sudah berulang kali gagal dalam misinya.
Brak.
__ADS_1
Sebuah gebrakan di bahu kursi terdengar cukup keras. Pria itu memukulnya dengan tangan terkepal karena sedang mencoba menguasai emosinya yang sedang meluap sekaligus rasa marah yang entah karena apa. Yang jelas ketika mendengar anak buahnya gagal mendapatkan target, pria itu butuh sesuatu untuk menyalurkan emosinya. Jika tidak ia akan mudah membunuh untuk menyalurkan emosinya.
" Lebih cepat keparat ! " erangnya sambil menekan kepala gadis itu ke arah miliknya yang masih tegak berdiri.
Wanita cantik itu nampak semakin kepayahan, nafasnya tersengal - sengal karena mulutnya penuh dengan milik sang boss. Wajahnya semakin memerah dan karena tak tahan lagi wanita itu melepas kulumannya.
" Jangan lepas brengsek ! Begitu saja tidak bisa. Aku membayarmu mahal, " suara bariton yang terdengar parau karena kesenangannya terjeda.
Terdengar deru nafas sang wanita yang mulai tak terkendali karena kelelahan yang sudah mencumbu milik sang pria dengan mulutnya.
" Maaf, Tuan, " cicit wanita itu dan kembali mendekat untuk melakukan tugasnya.
" Boss, tapi gadis itu ada di mansion keluarga Arzallane. Cukup sulit untuk mendapatkannya, karena Xander tentu akan melindunginya ... . Apakah gadis itu adalah kunci-" ujar sang anak buah. Seorang pria dengan jas biru masih setia berdiri di depan sang boss dengan sesekali meneguk salivanya kasar karena sang boss tanpa sungkan asyik bermain di depannya.
" Xander ? " ucapnya sambil menjeda sebuah nama, " Alexander Moralez Arzallane ... Aku pasti akan memusnahkanmu sampai tak tersisa. "
" Minggir ! " seru sang boss pada si wanita dan menendang tubuhnya ketika sudah hampir satu setengah jam tapi tak juga ia mendapatkan pelepasan. " Bawa yang baru ! Satu menit dari sekarang, "
__ADS_1
***
Bersambung