
Han Liu mengepalkan tangan kuat menahan semua gejolak di dalam hatinya. Pikirannya kacau.
" Bagaimana mungkin aku membiarkan orang asing membawa wanita milik tuan besar tanpa aku melakukan perlawanan sedikitpun... Akhhhh. " Han Liu merasa sangat frustasi.
" Tenanglah Sekretaris Han ! Semua akan baik - baik saja, saya sudah menempatkan seorang penyusup dalam barisan mereka. " ujar Huang Lee.
Han Liu menatap Huang Lee dengan tatapan tak terbaca.
" Perkuat keamanan data, Lee ! Saya tidak ingin apa yang sudah Tuan besar bangun hilang begitu saja. Tanggung jawab kita untuk menjaganya selama tuan besar tidak diketahui keberadaannya. "
Huang Lee mengangguk setuju. Bagaimanapun keluarga Arzallane yang sudah menolong keluarganya dan dirinya sehingga masih ada sampai hari ini.
***
Satu bulan setelahnya, disebuah villa tepi pantai.
" Lepaskan ! " seorang gadis berteriak histeris ketika seorang dengan marahnya masih mengikat tubuhnya dengan tali.
" Gila, kau, Jef ! Lepaskan ! Aww, "
" Stupid. " seorang pria menarik tubuh seorang gadis yang terjungkal dari kursinya setelah dengan susah payah memberontak. Bukannya berhasil melepaskan diri dari tali yang mengikatnya tetapi dirinya malah terjungkal bersama dengan kursi yang didudukinya.
" Lepaskan, Jeff ! Jangan gila, Jeff ! Aawww, " Gadis manis dengan rambut yang sudah berantakan karena terus memberontak, berusaha melepaskan diri dari tali - tali yang mengikatnya.
Laki - laki yang dipanggil Jeff hanya memandang tak senang ke arah gadis yang terikat.
" Lusa kau akan menikah. Kali ini aku tidak mau kau kabur dan cacat lagi. Itu sangat menyusahkan. " Jeffri Arkanzaz mulai mengomel tak jelas.
" Kau gila, Jeff. Laki - laki mana lagi yang akan kau berikan padaku ? Kau pikir aku piala bergilir yang bisa kau berikan kepada pria kesana kemari ? " desis Kinara marah.
__ADS_1
" Dengar, Kinara ! " Jeffri Arkanzaz menarik dagu Kinara dan mencengkeramnya dengan kuat.
" Ingat Kinara, ayah dan ibumu berhutang banyak kepada keluarga Arkanzaz so ... menurutlah. Karena dengan menurut dapat memperpanjang umurmu. Dan tetap membuatmu tetap sehat, " ucap Jeffri Arkanzaz sambil memandang ke arah kaki Kinara.
Deg.
Kinara tertegun, mata cantiknya mengikuti arah pandangan Jeffri Arkanzaz ke arah ke dua kakinya.
~ flashback on
Kinara merasakan seluruh tubuhnya remuk serasa habis dipukuli balok keras. Kinara membuka matanya dan mendapati tubuhnya tergeletak diatas ranjang di sebuah ruangan serba putih. Sebuah jarum infus tertancap di pergelangan tangannya.
" Akh, " Kinara mendesis kesakitan.
Dengan sekuat tenaga Kinara mencoba menggerakkan tubuhnya, tapi masih tidak dapat bergerak.
Kinara menarik nafas dalam dan mulai memindai ruangan dengan keduanya matanya. Ingatannya kembali pada suatu hari ketika beberapa orang datang menyuntikkan sesuatu dan membawanya keluar dari villa keluarga Arzallane.
Kinara mencoba menggerakkan tangan dan kakinya. Masih seperti hari yang lalu. Tidak bergerak sama sekali.
Tak berapa lama kemudian terdengar derap langkah terdengar mendekat.
Dengan cepat Kinara kembali menutup mata dan mengatur nafasnya dengan teratur.
Seseorang membuka pintu dari luar ruangan dan melangkah mendekati ranjang.
" Bagaimana ? " Seseorang bertanya dengan temannya yang sedang mengecek kondisi Kinara.
" Stabil. Seharusnya gadis ini sudah sadar. "
__ADS_1
Seorang memeriksa mata Kinara dan melihat botol infus yang masih setengah.
" Bagaimana apakah Bos Besar sudah bisa dihubungi ? "
" Belum, sepertinya mereka ada di luar negeri. Sejak gadis ini dibawa dari rumah keluarga Arzallane, Bos Besar hanya berpesan untuk menjaga ketat gadis ini. Karena gadis ini dapat menjadi hadiah yang bisa mempermudah proyek megacity di negara QY. "
" Sial, aku akan dijadikan alat pelicin proyek mereka. Astaga, salah apa aku bisa hidup seperti ini ? " Kinara membatin mengeluh akan kepahitan hidupnya.
" Kenapa harus aku ? "
" Memangnya siapa gadis ini ? Sepertinya sangat special ? Bos mana yang mau menerima hadiah seorang gadis cacat seperti ini ? " seseorang bertanya kepada temannya.
" Hus, jaga bicaramu ! Kalau di dengar Bos Besar, habis nyawamu. " bisik Julio memperingatkan temannya.
" Di sini tidak ada siapa - siapa, Julio. "
" Sudah selesaikan tugasmu dan kunci rapat - rapat mulutmu ! "
" Hei, Julio, aku hanya ingin tahu. Kau belum menjawab pertanyaanku, " cetus Nael lagi dengan penuh rasa penasaran.
" Nael, kata pepatah rasa ingin tahumu bisa memperpendek umurmu. " Tegas Julio sambil menyodok perut Nael dan mengangkat nampan yang berisi beberapa botol obat dan alat medis.
" Julio, please ! "
" Stupid, ayuk pergi ! Jangan membiarkan dirimu dalam masalah, Nael ! " sergah Julio.
Kedua perawat pergi keluar ruangan.
" Bos Besar siapa lagi ? " gumam Kinara juga merasa penasaran.
__ADS_1
😎 Hai guys, maaf baru bisa up. Mohon tinggalkan jejak like n coment ya..syukur - syukur ada 🌹 sebagai bentuk dukungan.
😎 Terima kasih untuk dukungannya.