
" Bodoh, " sebuah teriakan kemarahan dari Daniel Grase begitu keluar dari mobil dan kakinya menjejak ke atas tanah. Matanya menatap nyalang ke arah mobil jeep yang sudah meledak dan terbakar seluruhnya.
" Akh, sial ! Bodoh, kalian !! Siapa yang memerintahkan kalian untuk menembak ? " teriak Daniel Grase dengan frustasi.
Bayangan seorang wanita yang sangat dia harapkan menari - nari di pelupuk mata Daniel Grase. Potongan ingatan akan masa lalu yang menjadi sesuatu yang sulit ia pecahkan membuatnya semakin frustasi dan marah tak terkendali.
" Ampun, Tuan ! " seorang anak buahnya menyahut ketakutan.
" Brengsek, " seru Daniel Grase dengan kemarahan yang semakin mendominasi. Ada potongan ingatan yang coba Daniel Grase ingat tetapi sangat sulit.
Dor ... Dorrrr ... .
Daniel Grase dengan garang meluapkan emosinya menembak ke arah anak buahnya hingga membuat beberapa orang tersungkur dengan luka tembak di kaki mereka.
" Sisir tempat ini ! Dan temukan mereka cepat ! " perintah Daniel Grase dengan wajah yang kesal dan aura membunuh yang sangat kentara.
Beberapa orang yang aman dari tembakan Daniel Grase segera bergegas melangkah ke arah hutan.
Di atas pohon tak jauh dari tempat Daniel Grase dan anak buahnya berdiri, nampak Kinara dan Ryan Juville sedang bersembunyi di atas pohon yang tinggi dengan daun - daun lebat yang menutup tubuh mereka. Belum lagi suasana gelap khas malam hari.
Kinara duduk di atas dahan pohon dengan memeluk erat batang pohon untuk membuatnya merasa aman. Kinara bergerak gelisah karena ketakutan. Suasana gelap dan ketinggian pohon yang menimbulkan ketakutan dan trauma tersendiri bagi Kinara.
Dengan susah payah Kinara mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mungkin jika sendiri lebih baik ia turun dan menyerahkan diri saja ketimbang harus duduk di atas pohon yang tinggi dengan suasana gelap yang mencekam.
" Ssstt, diam dan tenanglah ! " Ryan Juville berbisik di telinga Kinara.
" Semua akan baik - baik saja, percayalah ! " tambah Ryan Juville.
__ADS_1
Kinara semakin bergidik di atas pohon, nyalinya mulai menciut. Tubuhnya mulai gemetaran. Dengan sekuat tenaga Kinara mencoba memeluk batang pohon untuk membuatnya merasa aman karena sejak dirinya terjatuh dari atas tebing air terjun beberapa waktu lalu, Kinara seperti merasa lututnya lebih cepat merasa lemas jika berada di ketinggian.
" Aku takut Tuan, " gumam Kinara dengan suara bergetar.
" Ssssttt, shut up ! " bisik Ryan Juville lagi sambil bergerak mendekati Kinara untuk menyentuh bahunya. Ryan Juville mencoba menenangkan Kinara. Dirinya juga tidak mau mati konyol karena kamarahan Daniel Grase.
Dahan pohon sedikit bergoyang yang membuat Kinara sakin mengetatkn pelukan lengannya ke batang pohon.
Suara binatang hutan terdengar menambah mencekam suasana malam.
Krosak. Krosak.
Terdengar patahan dahan pohon yang terinjak oleh kaki - kaki manusia yang semakin mendekat. Kilatan - kilatan lampu senter masih sesekali menyorot untuk menyisir pinggiran hutan di tepi hutan.
Beruntung tempat Kinara dam Ryan Juville bersembunyi adalah pohon yang besar dengan daun - daun yang lebat.
" Bagaimana ? Apakah kau menemukan sesuatu ? Mereka ? "
" Nothing. " jawab seseorang yang dipanggil Joel.
" Lagian rasanya tidak mungkin juga mereka sampai masuk ke dalam hutan, hutan di dalam terlalu gelap dan menyeramkan, " lanjut seorang yang bernama Joel menjawab sambil sesekali mengarahkan sinar senter ke sembarang arah untuk mencari sosok yang dicarinya.
" Kita kembali saja, Tuan Daniel Grase pasti sangat marah karena gadis itu berhasil kabur. Tapi aku yakin mereka tak akan selamat juga sekalipun mereka berhasil lolos dari mobil yang meledak itu. Karena hutan ini masuk dalam wilayah Tuan Soarez dan putrinya Dominic yang gila. Kau tahu mereka kan ? Apalagi putri Tuan Soarez, Dominic. Walau dia cantik tapi dia adalah dokter yang mengerikan. Lagian jika kita memaksa masuk ke dalam hutan, aku tidak yakin bisa keluar dengan selamat. Karena menurut kabar Tuan Soarez memelihara serigala terganas yang mereka lepaskan di hutan ini, Belum lagi jika sampai tertangkap oleh anak buah Dominic, bisa jadi kelinci percobaan kita, " tambah Joel lagi.
" Kita kembali, ayo ! " seru seseorang yang lain.
Bunyi dahan terinjak terdengar bersahutan dengan suara langkah kaki yang semakin menjauh.
__ADS_1
Suasana kembali lagi sunyi dan mencekam. Sekeliling tampak gelap. Kinara masih bergetar memeluk batang pohon untuk membuatnya merasa aman. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.
" Tuan, " Kinara bergumam dengan tubuh yang masih bergetar.
" Untuk sekarang aman, tidurlah ! Aku akan menjagamu, " sahut Ryan Juville perlahan setelah telinganya dengan tajam mencermati bahwa anak buah Daniel Grase melangkah semakin menjauh dari tempat persembunyian mereka.
" Hah, tidur dengan cara seperti ini ? Mana bisa Tuan ? Yang ada saya akan jatuh dan aww ... . " Kinara hampir menjerit ketakutan dan kaget karena Ryan Juville tiba - tiba membekap mulutnya.
" Uhhhmmmm, " Kinara mencoba melepaskan bekapan tangan Ryan Juville.
Ryan Juville langsung membekap mulut Kinara untuk tidak berteriak. " Ssstt, diamlah ! "
Krosak.
Kinara semakib bergetar ketakutan. Jantungnya berdetak dengan kuat.
Krosak. Krosak.
Terdengar patahan dahan terinjak dan kilatan lampu senter yang mengarah ke arah mereka.
" Bram, kau dengar suara seorang wanita kan ? " seseorang nampak bertanya kepada temannya yanf dipanggilnya Bram.
" Sepertinya iya, tapi tidak mungkin ada orang kan selain kita anak buah Tuan Daniel kan ? " Bram menyahut.
" Jangan - jangan penunggu hutan ini, "
" Shut up ! Kita cari ! " seru yang lain sambil mengarahkan lampu - lampu senter ke sembarang arah.
__ADS_1