Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 78 Bruk !


__ADS_3


Han Liu menahan gertakan giginya, melanjutkan jalan dengan perlahan dan masih dengan menggendong tubuh Kinara di punggung kekarnya.


" Tuan, " panggil lirih Kinara dengan mengetukan jarinya di bahu laki - laki itu.


Han Liu hanya diam dan tetap melangkah.


Di bagian depan beberapa anak buah Han Liu nampak berjalan mendahului. Setelahnya dengan susah payah nampak Ryan Juville di papah oleh Derryan dan Anx. Mereka berjalan dalam diam.


Matahari semakin condong dengan sinar keemasan yang hangat.


Di barisan paling belakang, " Ehmm, tolong turunkan aku ! Aku tidak nyaman seperti ini. Ehhmm, aku... saya kuat jalan koq. " ucap Kinara dengan gugup.


Kinara terdiam, merasa canggung dan tidak nyaman. Bagaimana pun dirinya adalah seorang gadis yang belum menikah, ajaran ayahnya sangat terngiang di ingatannya untuk menjaga diri sebagai seorang gadis. Walaupun dirinya hanya di gendong tetapi Kinara yang hampir tidak pernah intim dengan seorang laki - laki sangat merasa tidak nyaman.


" Ukkhh, " tanpa sadar Kinara mendengus antara jengah dan kesal karena ingatannya langsung mengingat moment dirinya jatuh di atas Tuan Besar. Tanpa sadar Kinara menggerakkan kakinya untuk menendang karena rasa jengah dan kesal yang bersamaan menyerang pikirannya.


Han Liu yang tidak siap dengan gerakkan Kinara nampak terkesiap dan terhuyung ke depan. Beruntung laki - laki itu selalu bersikap waspada sehingga dengan cepat kakinya membuat kuda - kuda sehingga keduanya tidak jatuh menggelinding.


" Nona, " Han Liu memanggil dengan suara sedikit menyentak karena terkejut.


" Tunggu sampai tanah datar, Nona ! Ini masih tanah yang miring, saya tidak bisa menurunkan Anda di sini. Saya tidak mau Anda jatuh ke bawah lagi. Itu akan menghambat perjalanan kita kembali ke mansion, " jawab Han Liu kemabali datar.


" Dan jangan melakukan gerakan yang aneh - aneh ! " peringat Han Liu.


" Ehhm, baiklah. Tapi Tuan ini sungguh tidak nyaman. " ucap Kinara dengan menggerakkan tubuhnya sesekali di belakang punggung kekar Han Liu. Tanpa sadar bahwa perbuatan Kinara memicu denyutan pada alarm alam milik Han Liu, lelaki dingin nan datar, orang kepercayaan Alexander Moralez. Alarm yang hampir mati karena kesibukannya mengurus pekerjaan yang dipercayakan oleh Sang Tuan Besar.

__ADS_1


" Tenanglah, Nona ! Jika kondisi kaki Anda tadi memungkinkan Anda untuk berjalan, saya tidak akan menggendong Anda. " jawab Han Liu masih dengan nada suara yang


mulai memberat. Bagaimanapun dirinya adalah laki - laki normal.


" Ehhm, terima kasih, Tuan. Tapi ... " suara Kinara menggantung karena gadis itu mulai merasakan aura dingin pada sang penggendong.


Dengan sekuat tenaga Han Liu mengusir bayangan erotis dari pergerakan Kinara di balik punggung kekarnya dan Han Liu kembali berjalan dengan cepat. Jalanan yang menanjak cukup menguras tenaganya, bukan karena berat gadis dalam gendongannya tapi dampak dari dirinya yang menggendong Kinara.


" Tuan, saya ingin buang air kecil ... . " ucap Kinara dengan lirih sekali lagi setelah naik sampai di puncak, tanah yang cukup datar dan aman. Hatinya benar - benar tidak nyaman berada di gendongan laki - laki itu. Sehingga dengan beberapa alasan Kinara berusaha untuk turun dari gendongan Han Liu.


" Hhhmmm, "


" Sebentar lagi, "


Beberapa puluh langkah kemudian, Han Liu menurunkan Kinara dari punggungnya ketika sampai di tanah datar. Dan dengan sedikit berjingkat Kinara melangkah perlahan. Kakinya sedikit terasa ngilu karena benturan pada batu beberapa saat lalu tapi tak ia hiraukan karena panggilan alam dari dalam tubuhnya membuat ia harus sedikit berlari untuk segera dikeluarkan. Jika tidak entah mau di taruh dimana wajahnya.


Nampak sebuah batu besar dengan rimbunan pepohanan dan aliran air di bawahnya. Kinara menghampiri tempat itu dan terlihat wajah lega setelahnya.


Kinara kembali ke arah Han Liu dengan kaki yang masih terseok dan sedikit memutar jalan. Mencari jalan yang sedikit lebih datar dan longgar dari pada jalan yang dilalui sebelumnya. Nafasnya sedikit tersengal ketika mulai merasakan ngilu di bagian lutut dan mata kakinya.


" Awww... . " Kinara berteriak sekali lagi ketika tubuhnya tanpa sadar menubruk sesuatu yang menghalangi jalannya.


Brukk.


Kinara sekali lagi terjatuh tepat menimpa tubuh seseorang.


Teriakan Kinara yang cukup keras membuat seseorang terbangun dari ketidaksadarannya.

__ADS_1


" Aaarggghh, " seseorang menggeram antara kesal dan marah. Tubuhnya yang masih lemah bahkan kepalanya yang masih berdenyut sakit merespon dengan cepat seseorang yang jatuh ke atas tubuhnya.


Bruggh.


Lelaki itu membalikkan tubuh gadis yang tadi jatuh di atasnya, mengamati sebentuk wajah yang cukup di ingat dalam pikirannya.


" Kau, "


" Tu ... an, " Kinara tergagap memandang takjub lelaki di hadapannya. Hatinya menghangat dengan perasaan lega karena telah menemukan Sang tuan besar dalam kondisi baik - baik saja.


" Kau, " Lelaki itu menyentuh wajah Kinara, mengelusnya perlahan dan jari - jarinya membelai sisi wajah Kinara hingga turun ke bawah, leher jenjang yang nampak berkilau karena keringat. Namun tiba - tiba laki - laki itu mencengkeram lehernya dengan kuat.


" Akhh, " Kinara mendesis merasakan sakit dan sesak. Lelaki di hadapannya mencekiknya dengan kuat.


" Tuu ... aannn, akh le ... paskan ! Sssakiitt. " Kinara meringis menahan lehernya yang semakin tercekik dengan lengan kokohnya. Tubuhnya tertekan ke tanah dengan kuat karena sang lelaki menindihnya dengan seluruh tubuh kekarnya.


Lelaki itu menatap tajam wajah Kinara yang mulai memerah karena cekikannya.


Buughhh.


Han Liu bergerak cepat berlari ke arah Kinara begitu teriakan gadis iti sampai ditelinganya dan tanpa pikir panjang Han Liu menendang lelaki yang sedang mengungkung Kinara dengan berat tubuhnya.


~ bersambung


😎 Halo reader apa kabar ?


Maafkan lama up karena sedang ada kesibukan RL yang tidak bisa ditinggalkan. Tuan Besar up lagi. Dan jangan lupa kenalnya Yap, Like, komentar dan Votenya ya. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2