
" Who ? "
" Miss Dimitri... ups no. Bukan Miss Domino. Miss Dominic, Tuan. Yap Miss Dominic. "
" Kau melupakan aku, Sayang ? " suara seorang wanita memecah suasana siang itu di sebuah ruangan kantor.
Wanita dengan gaun berwarna hitam gold terkesan mewah di siang yang terik, tetapi terlihat cantik dan anggun. Wanita itu berjalan cepat ke arah Alexander Moralez yang duduk di kursi besarnya dengan mata yang masih asyik dengan layar monitor di depannya.
Wanita itu tiba di samping Alexander dan memeluk pria itu dengan penuh rasa sayang. " Aku merindukanmu, Sayang, " wanita itu hendak mencium Alexander yang nampak sedang duduk dengan kaku dan tegang karena terlalu fokus dengan pekerjaannya hingga begitu sebuah tangan memeluknya sungguh membuatnya terlihat terkejut.
Alexander hanya melirik sekilas dan mengibaskan tubuhnya hingga pelukan wanita itu sedikit melonggar.
Dengan manja wanita bergaun hitam gold itu kembali mengetatkan pelukannya. Memeluk dengan manja.
Dan,
Tak sampai sedetik kemudian tubuh wanita itu kembali terdorong mundur. Dengan wajah masam, wanita itu memperbaiki penampilannya dan kemudian dengan senyum lembut kembali berbicara, "ada apa Xander ? Maaf, aku baru hari ini datang menemuimu. Kau tahu ? Akibat dirimu, aku hampir mati. Tapi tenang aku sekarang baik-baik saja. Serum itu sangat bagus untukku. Terima kasih sayang. Tapi ... tak seharusnya kau meninggalkan aku dalam keadaan seperti itu. Tahukah kamu bahwa aku sangat kesakitan dan kesepian akibat ulahmu Xander, "
__ADS_1
Wanita itu bergerak maju lagi bahkan tubuhnya sudah mulai bergelayut manja di sisi sang tuan besar.
" Lepaskan Dominic ! " sentak Alexander tak suka. Tubuh pria itu tampak menegang kaku. Wajahnya sudah mulai memerah menahan kemarahan. Pria itu mulai tak nyaman dengan sentuhan orang lain, " Lepas ! "
" Kau tahu Xander, " bisik Dominic di telinga Alexander, " Kau membuatku terluka dengan meninggalkanku di ranjang itu ? Tapi it's okey sekarang aku baik - baik saja, dan aku sangat merindukanmu, Sayang," bisik Dominic dengan suara mendesah. Wanita cantik itu terlihat begitu menginginkan pria di sampingnya. Tangannya bahkan sudah mengelus dada pria itu dan mulai memainkan dasi Alexander dengan manja.
" Lepas Dom ! " rahang Alexander sudah mengetat. Auranya terlihat tak suka.
" Maaf Nona, tolong bersikaplah lebih sopan ! " peringat Han Liu dengan gerakan tangan mempersilahkan sang wanita untuk bangkit dari samping tuannya.
Dominic hanya tersenyum lembut ke arah Alexander. Tangannya bergerak kembali mengelus dada Alexander.
" Lepas ! " geram Alexander dengan suara beratnya.
Alexander mencengkram pergelangan tangan Dominic untuk menghentikan tangan itu yang terus merabanya dan kemudian menghentakkannya dengan kasar. " Jangan pernah menyentuhku dengan sembarangan ! " geramnya tak suka. Lalu tangannya dengan cekatan menarik sapu tangan dari saku celana dan mulai membersihkan bekas tangan Dominic di kemejanya.
Pria itu terlihat berkali bergidik ngeri, wajahnya tampak memerah dengan pias wajah yang hampir muntah karena rasa jijik.
__ADS_1
Alexander mulai merasakan tubuhnya tak nyaman. Perutnya bergolak akan memuntahkan sesuatu. Kulit tubuhnya sudah mulai terasa dingin, pandangannya mulai menggelap dengan tingkat emosi yang mulai naik.
Tetapi dengan tak tahu malu, gadis cantil.dengan gaun yang terbuka di bahunya itu kembali mendekat dan mulai merayu Alexander dengan gerakan tangannya.
Terlihat jelas bahwa pria dengan mata setajam elang itu mulai mengetatkan rahangnya dan tanpa ampun kembali menghentak tubuh Dominic yang tadi sempat bergelayut manja di lengannya. Ya. pria itu menghentak gadis seksi itu dengan sangat kasar.
Sebuah sentakan kasar kembali membuat wanita itu mundur beberapa langkah. Sedetik setelah tangannya di tepis tadi wanita itu kembali memeluk Alexander. Tapu dengan kasar, Alexander bangkit berdiri dan sedikit menghempaskan tubuh wanita itu yang masih menempel pada bahunya dengan sentakan yang cukup membuat wanita itu mengaduh karena hampir saja ia terjatuh jika ia tak menjaga keseimbangan tubuhnya pasti tubuhnya sudah terlepar ke lantai.
" Xander, "
" Bawa dia pergi, Han ! "
" Maaf Nona, silahkan ikut saya ! " Han Liu mendekat ke arah Dominic dan mempersilahkan keluar ruangan.
" Kau keterlaluan Xander, aku bangun dari koma dan langsung teringat dirimu, aku bawakan serum pemulih ... . "
***
__ADS_1
Bersambung