Tuan Besar

Tuan Besar
Bab 52. Belajar Berjalan


__ADS_3

Daniel Grase menatap tajam sosok gadis yang masih terbaring di atas ranjang. Dengan sedikit memicingkan mata, Daniel Grase mengamati sekali lagi raut wajah pucat yang sedikit mengingatkannya pada seseorang di masa lampau.


" Wajah ini seperti pernah ku kenal, tapi siapa ? Sepertinya aku melupakan sesuatu. " Daniel Grase bergumam mencoba menggali ingatannya.


Tangan Daniel Grase menyentuh dagunya menandakan dirinya sedang berpikir keras, mencoba mengingat sesuatu. Sesuatu yang pernah ada tapi entah kapan.


" Apakah aku sudah melewatkan sesuatu yang penting ? " monolog Daniel Grase dengan masih mengamati wajah pucat Kinara. Keningnya berkerut.


" Cckk, " Daniel Grase berdecak tak peduli. Daniel Grase mencoba menghilangkan rasa penasaran yang tiba - tiba menyeruak dalam benaknya.


Wajah yang tak asing, tetapi terlupakan seiring waktu yang berjalan.


" Persetan ! " Daniel Grase mengumpat dan menyentak bayangan masa lalu yang membuatnya penasaran.


Daniel Grase segera berlalu keluar dari ruang perawatan.


Ruangan kembali sunyi. Hanya detak jam dinding yang berdetak berirama.


Kinara menarik nafas perlahan, bergerak pelan untuk melepaskan rasa kebas yang mulai membuatnya sangat tersiksa karena terus berusaha tetap tenang dan diam untuk beberapa saat yang lalu.


Kinara masih memejamkan matanya, mencoba merangkai peristiwa demi peristiwa dan menghubungkannya. Otak kecilnya masih mencerna mengapa semua orang terasa seperti sedang memburunya. Ada sesuatu yang aneh yang membuatnya semakin penasaran, " Adakah sebuah rahasia yang tidak kuketahui ? " Kinara bertanya dalam hati.


Setelah beberapa saat terdiam dalam suasana hening, perlahan Kinara mulai menggerakkan jari jemarinya, memutar perlahan pergelangan kakinya, menggerakkan lehernya dan " Yeah, " Kinara hampir berteriak kegirangan ketika semua bagian tubuhnya mulai dapat digerakkan. Kinara buru - buru membekap mulutnya dengan kedua tangannya supaya suaranya tidak menggema dengan keras. Mata cantiknya bersinar terang.


" Yes, tubuhku normal lagi. Kaki, tanganku bisa bergerak. Hmm, Aku harus bisa keluar dari tempat ini sebelum jadi alat pelicin lagi ... . " Kinara bertekad kuat dan dengan penuh semangat mulai beranjak dari ranjang untuk berdiri.


Bruk.


" Aw, " Kinara mendesis kesakitan ketika tubuhnya luruh ke lantai. Wajah Kinara mendadak pucat, matanya membola menatap kedua kakinya yang terasa tak bertenaga.


Sesaat setelah beranjak dari ranjang dengan penuh semangat, Kinara yang akan berdiri malah ambruk. Kakinya ternyata belum kuat menyangga berat tubuhnya. Kakinya terasa lemas dan gemetar.


" Ukh, terlalu bersemangat sepertinya, kakiku masih terasa lemas dan gemetaran. Ukh, " Kinara mendesis ngilu dan tangannya mulai memijat tungkai kakinya yang mulai terasa bergetar.

__ADS_1


Dengan susah payah Kinara menarik dirinya kembali untuk naik ke atas ranjang. Nafasnya tersengal - sengal karena tenaga yang dihabiskannya untuk membawa tubuhnya naik ke atas ranjang.


Kinara membaringkan tubuhnya dengan tenang. Tubuhnya benar - benar sangat letih.


" It's okey Kin, semua akan baik - baik saja. Kamu pasti bisa keluar dari tempat ini. Ini hanya karena terlalu lama tidak digerakkan jadi masih gemetar kakinya. Semangat. Sekarang istirahat, semoga setelah bangun aku dapat berlatih berjalan lagi. " Kinara membatin dan mulai menenangkan dirinya. Tak butuh waktu lama tubuhnya yang sudah penat membawanya masuk ke alam mimpi dengan cepat.


***


Beberapa hari setelahnya, Kinara yang sudah menyadari bahwa kaki tangannya sudah bisa digerakkan maka setiap selesai semua maid menyelesaikan tugas rutinnya, membasuh tubuhnya dan menggantikan gaunnya, maka Kinara akan dengan diam - diam belajar berjalan lagi sampai menjelang makan siang atau saat ruangan sepi tanpa maid atau perawat yang datang mengontrol kondisinya. Kinara akan terus berlatih.


Dan kini Kinara merasa sudah pulih kaki tangannya - walau sesekali masih terasa bergetar kedua kakinya tetapi Kinara tidak putus semangat.


***


Malam hampir larut, mata lentik Kinara hampir terpejam ketika seseorang membuka handle pintu kamarnya dan suara langkah kaki terdengar mendekat.


Suasana tiba - tiba mencekam bagi Kinara. Kinara masih berusaha tenang dan pura - pura terlelap padahal jantungnya sedang berdegup sangat kencang. Entah, ada perasaan tidak tenang seperti ada bahaya yang sedang mengancam dirinya.


Harum maskulin campuran tembakau menusuk indera penciuman Kinara.


Daniel Grase meraih wajah Kinara dan mulai mengelus sisi wajahnya dengan lembut. " Sial, aku lupa. Aku sama sekali tidak dapat mengingat apapun. "


Daniel Grase nampak frustasi. Ingatannya buntu.


Daniel meraih ponsel dari saku celananya dan mulai melakukan panggilan.


Tut. Tut. Tut.


" Jordan, selidiki gadis yang bernama Kinara ! Fotonya aku kirim setalah ini. "


Daniel Grase meraih wajah Kinara lagi, mengamati dengan seksama dan mencoba mengingatnya lagi.


Sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunan Daniel Grase. Seorang kepala pelayan sekaligus orang kepercayaannya melangkah masuk dan memberi hormat.

__ADS_1


" Selamat malam Tuan Grase, maaf mengganggu waktu Anda, " seseorang menyapa Daniel Grase dengan sopan.


" Hm, ada apa Rodigers ? "


" Sekretaris Tuan Aljendro sore tadi menghubungi Anda tetapi Anda tidak mengangkat panggilannya. "


" Hhm, aku sibuk Rodigers. Papa memanggilku ke rumah utama. Lalu ? "


" Sekretaris Tuan Aljendro hanya menanyakan, Kapan Anda akan membawa Nona Kinara kepada Tuan Aljendro. Tuan Aljendro sudah menginginkannya. "


Deg. Jantung Kinara seperti ditimpa balok besar. " Menginginkanku. Ikh, menjijikan. Memangnya aku gadis apaan ? Aku harus cepat keluar dari tempat ini. "


" Lusa. " Daniel Grase menjawab dengan suara pelan. Hatinya mulai ragu untuk menyerahkan gadis yang masih menjadi tanda tanya baginya.


" Minggu depan, " Daniel Grase memperbaiki jawabannya. " Aku akan memastikan satu hal dulu, baru aku akan serahkan gadis ini kepada Tuan Aljendro. "


" Maaf, Tuan Grase, jika Anda memperlambat bukankah proyek megacity juga akan terhambat. Bisa jadi Anda akan mengalami kerugian yang sangat besar. Belum lagi dampaknya, karena yang saya tahu Tuan Aljendro tidak segan menghancurkan semua musuh - musuhnya. "


" Diamlah Rodigers ! Aku tak butuh nasihatmu. Akau tahu apa yang harus aku lakukan. "


" Maaf, Tuan. " Rodigers menunduk takut.


" Pergilah ! "


" Saya permisi, Tuan. Selamat malam. " Rodigers menunduk hormat dan melangkah keluar dari ruangan.


Daniel Grase masih menatap nanar ke arah Kinara yang terlelap. Hembusan nafas terdengar berat. Yah Daniel Grase sedang berperang dengan dirinya sendiri. Jauh di dalam lubuk hatinya ada satu bentuk perasaan mengganjal akan gadis yang bernama Kinara ini, yang ia culik dari kediaman Arzallane. Sisi lain janji bahwa dirinya akan membawakan wanita Alexander Moralez sebagai pelicin proyek megacity kepada Aljendro Stewartz.


Daniel Grase meraih selimut dan menyelimuti tubuh Kinara dan berlalu keluar dari ruangan.


Kinara benar - benar terlelap karena tubuhnya terlalu penat.


***

__ADS_1


Hai readers, maaf lama up karena sedang banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Terima kasih atas dukungannya sampai hari ini. Sebelumnya saya minta maaf karena ada revisi di part ini, ternyata ada part yang tidak ke up atau hilang. Jadi saya akan tulis ulang.


Tetap tinggalkan like, coment n vote ya. Terima kasih


__ADS_2