
Han Liu mencoba bangkit dari jatuhnya. Pria tegap itu segera mengangkat sang majikan dengan kesusahan dan mendudukannya di sofa terdekat.
" Steff ! Minta Dokter Maxim ke ruangan Tuan Alexander sekarang ! " Han Liu memerintah sang sekretaris dengan cepat begitu sambungan telepon tersambung.
" Baik, Tuan. " jawab sang sekretaris cepat.
" Aku juga seorang dokter, Han. Biar aku yang memeriksa Xander, " cegah Dominic menahan Han Liu.
"Tidak, Nona. "
' Tapi aku bisa membantu Xander, Han. Kau tidak percaya padaku ? " tukas Dominic dengan dahi berkerut.
" Tanyakan pada diri Anda, Nona ! Maaf Tuan Besar membutuhkan waktu untuk istirahat, silahkan Anda meninggalkan ruangan ! " jawab Han Liu dingin. Pria tegap itu sedikit berjongkok di sisi tuannya setelah ia selesai melepaskan jas dan membaringkan tubuh kekar sang tuan besarnya ke sofa.
Dominic menatap pria kesayangannya itu dengan tatapan penuh kekhawatiran.
" Han, please ! Aku bisa membantunya. Xander akan kehilangan kesadarannya lebih lama jika ia terlambat mendapatkan pertolongan, " mohon Dominic dengan wajah penuh permintaan.
" Maaf, Nona. Silahkan Anda keluar ! "
" Han Liu, jangan egois ! Xander butuh bantuanku. " teriak Dominic frustasi. Ia sangat ingin memeriksa kondisi sang kekasih, tetapi Han Liu melarangnya.
Wanita cantik itu terus berusaha mendekati Alexander, tetapi kemanapun langkah Dominic mendekat, Han Liu akan bergerak ke arah yang sama untuk menghalangi Dominic mendekat.
__ADS_1
" Terakhir kali Anda mendekatinya, Anda memberikan serum pelumpuh otak, bahkan saya yakin saat di Rumah sakit itu pun Anda pasti sudah memberikan dosis tambahan kan ? Penculikakn itu, itu juga pasti Anda yang merencanakannya kan ? Jangan mengelak ! "
Deg.
Dominic memucat seketika. Bagaimana mungkin pria ini mengetahuinya. Sedangkan saat itu tidak ada saksi mata.
" Pergilah ! Saya harap Anda tidak mengganggu Tuan Alexander lagi. Obsesi Anda terlalu berlebihan. "
Deg.
Dominic memejamkan matanya. Ia sadar ia terlalu mencintai pria ini. Pria yang menjadi teman kecilnya. Pria yang menjadi kakak sekaligus sahabatnya ini. Dan dia harus memilikinya, bagaimanapun caranya.
" Tidak Han, itu tidak benar, " sanggah Dominic cepat, " aku memang mencintai Xander tetapi aku tidak memberikan serum itu. Apalagi berencana membuatnya menderita. Aku sangat mencintainya, Han. Aku akan memberikan yang terbaik untuk Xanderku. " tangis Dominic mulai pecah. Hatinya sakit. Cinta ini terlalu menyakitkan.
" Stef, " panggil Han Liu tak sabaran. Pria itu hanya mengangkat dagunya ke arah Dominic. Pria ini terlalu muak dengan Dominic, seorang gadis ular yang terlalu obsesif dan penghalal segala cara untuk mendapatkan keinginaannya.
" Lepaskan ! "
" Kalau wanita itu berulah, panggil security dan seret wanita itu keluar. Pastikan wajahnya diingat untuk tidak memasuki area gedung ini sampai kapanpun, " perintah Han Liu dingin.
" Han ! Kau keterlaluan. Lepaskan brengsek ! Aku mau periksa Xander dulu, " teriak Dominic ketika dua orang security datang dan mencekal kedua tangannya untuk membawa wanita seksi itu keluar gedung milik Xander Corp.
" Kau sangat memuakkan Han. Aku akan balas kau. Ingat itu ! Ku pastikan kau orang pertama yang akan ku lenyapkan, Han Liu sialan. Lepaskan ! " umpat Dominic histeris.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian,
"Bagaimana ? " tanya Han Liu tak sabar ketika seorang dokter keluarga datang dan memeriksa kondisi Alexander.
Pria tegap sang tuan besar sudah di bawa pulang ke mansion keluarga Arzallane. Pria itu masih berbaring tak sadarkan diri di atas ranjang king sizenya.
" Cukup rumit. Sepertinya Tuan besar memerlukan pemeriksaan lebih lanjut karena ada sesuatu dalam kepalanya ... ini sangat berbahaya, " potong Dokter Maxim cepat.
Dahi Han Liu sedikit berkerut dalam
" Apa maksud Anda ? Jelaskan dengan lebih detail ! "
" Kita perlu membawa Tuan besar ke rumah sakit pusat. Peralatan di Rumah sakit pusat lebih lengkap dan lebih canggih untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saya tidak ingin gegabah karena jika salah diagnosa, itu akan membahayakan nyawa Tuan Besar, " ujar dokter Maxim sedikit berbelit.
" Jangan berbelit Max ! " suara berat Han Liu terdengar mengintimidasi. Tangan kekarnya tanpa terkendali sudah mencengkeram erat kerah kemeja sang dokter.
" Sabar, Han ! " suara dokter Maxim tercekat di tenggorokkan karena cengkeraman kuat di kerah lehernya serasa semakin mencengkiknya.
" Lakukan yang terbaik di sini ! Dan jangan pernah berpikir untuk berkhianat ! " bentak Han Liu sembari melepaskan cengkeraman di kerah sang dokter dengan sedikit mendorongnya ke belakang.
Pria dengan jas putih itu sedikit terhuyung ke belakang karena sentakan Han Liu yang cukup kuat. Hampir membuatnya limbung.
" Apa maksudmu, Han ? Kau paling tahu diriku. Aku tidak mungkin berkhianat. " sanggahnya cepat.
__ADS_1
" Anda adalah sahabatnya. Tidak baik jika seorang sahabat menikamnya dari belakang, " Han Liu kembali menggunakan kalimat baku kembali.
Maxim mengerutkan keningnya dalam semakin bingung dengan situasi yang terjadi. " Ada apa denganmu, Han ? Kau mencurigaiku sebagai penghianat ? "