Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 60 Percakapan


__ADS_3

" Sepertinya iya, tapi tidak mungkin ada orang lain kan selain kita anak buah Tuan Daniel Grase di hutan ini kan ? " Bram menyahut.


" Jangan - jangan penunggu hutan ini, "


" Shut up ! Kita cari ! " seru yang lain sambil mengarahkan lampu - lampu senter ke sembarang arah.


" Ssstt, dengarkanlah seperti ada suara deru nafas seseorang ? Kalian tidak dengar ? " seru Fox sambil menarik jaket temannya untuk berhenti. Diantara semua anak buah Daniel Grase, hanya Fox Guns saja yang memiliki pendengaran yang tajam.


" Jangan aneh - aneh Fox ! " seru teman yang lain.


" Jangan menakutiku ! "


" Sudah kita kembali saja ! Tidak mungkin mereka selamat dari ledakan itu. " Putus Jerome.


" Tapi tunggu ! " sergah Fox Guns sambil mengarahkan senter ke dalam hutan yang gelap.


" Jangan berpikir macam - macam Fox ! Kau tidak menyuruh kita masuk ke dalam hutan tengah malam kan ? " sergah Jerome dengan pandangan tajam mencoba melihat ke arah dalam hutan. Nyalinya sedikit menciut jila harus benar - benar masuk hutan.


" Hutan ini adalah kawasan hutan lindung milik Tuan Soarez. Di dalam sana ada sebuah Laboratorium yang terhubung langsung dengan Rumah Sakit milik Thomas Soarez dan Dominic putri Soarez. Kau tahu mereka kan Jerome ? Menurut berita yang kudengar mereka telah membajak pesawat Alexander Moralez Arzallane beberapa waktu lalu, " ucap Fox Guns perlahan sambil mencoba melihat di tengah kegelapan.


" Hah ? Benarkah ? " tanya Jerome tak percaya. " Lalu bagaimana kabar Tuan Alexander ? "


" Kau tidak sedang menjadi mata - mata Jerome ? " ketus Bram dengan sarkas.


" Omong kosong apa yang kau bicarakan Bram ? " ucap Jerome dengan ketus ketika merasa pertanyaan Bram mulai terdengar mencurigainya.


Akh sial. Aku kehilangan jejak Nona Kinara. Bisa habis aku jika tidak segera menemukannya. Bagaimana aku harus memberi kabar kepada Sekretaris Han ? Apalagi ternyata pesawat Tuan Besar juga mengalami pembajakan. Apakah ada yang menjadi penghianat ? Aku harus mencari informasi lebih lanjut. batin Jerome Lax merasa bersalah karena kehilangan jejak Kinara.


Jerome Lax adalah seorang mafia kelas bawah yang menjadi anak buah Han Liu. Jerome Lax juga juga ditempatkan oleh Han Liu ketika penculikan Kinara dari kediaman mansion keluarga Arzallane beberapa waktu lalu setelah Alexander Moralez Arzallane pergi bersama dokter Ryan Juville.

__ADS_1


Jerome Lax merapatkan jaket kulitnya untuk mengusir hawa dingin yang mulai menyergap. Sedangkan anak buah Daniel Grase yang lain mulai bergerak menjauh dari bawah pohon tempat Kinara dan Ryan Juville bersembunyi.


" Ayo kita kembali ! Tidak mungkin kita berjaga di tengah hutan ini. " seru Fox Guns mengajak anak buahnya bergerak menjauhi hutan menuju jalan setapak di pinggir hutan tempat mobil mereka terparkir.


Mereka bergerak perlahan dan sesekali kilatan - kilatan lampu senter mereka bersinar membelah pekatnya malam.


Malam semakin larut dan hutan semakin mencekam dengan kegelapannya. Suara binatang hutang terdengar seperti alunan musik yamg syahdu untuk menambah suasana hutan menjadi semakin mencekam.


Tampak di kejauhan Daniel Grase masih dengan cerutu yang terjepit di antara jari - jarinya. Daniel Grase duduk di atas bumper mobilnya dengan tangan kanan yang masih sibuk memainkan ponselnya.


Daniel Grase tampak kacau karena kehilangan kunci terpenting untuk mendapatkan ingatannya tentang seorang wanita dari masa lalunya. Sekaligus juga seorang yang menjadi pelicin proyek mega city yang sedang digarapnya bersama Aljendro Stewartz. Seorang yang sudah dijanjikan kepada Aljendro Stewartz supaya dirinya dapat memenangkan tender megacity.


" Arrrggkkhhh, " Daniel Grase mendesis marah. Semua rencananya menjadi kacau karena kehilangan jejak Kinara - seorang gadis yang dirinya culik dan bawa dari mansion utama keluarga Arzallane.


Beberapa potongan ingatan akan seraut wajah di masa lalu sungguh membuat hatinya terasa ngilu bercampur marah karena ingatannya seakan terhilang atau tertahan oleh sesuatu yang membuatnya lupa. Ingatan akan seorang wanita tanpa tahu siapa wanita itu - yang sering tiba - tiba muncul dalam ingatannya. Menjadikan dirinya seperti seorang yang memiliki kepribadian ganda. Wajah seseorang yang lebih sering memicu munculnya kemarahan dan sifat dominasi yang kadang menjadi sifat destruktif yang sangat mengerikan.


~ Flash back on ~


" Aku tak mungkin menikahinya. Aku tak mencintainya, please Niel bawa aku pergi ! " rengek gadis itu lagi dengan manja ke arah Daniel Grase.


Daniel Grase masih memeluk tubuh gadis itu dan sesekali tangannya mengelus lembut rambut panjangnya.


" No, sayang. Aku tidak mungkin membawamu lari ... . Papamu pasti akan sangat marah besar kepadaku. Aku akan memintamu secara langsung kepada Papamu dan aku akan menikahimu ... . Apapun resikonya. Aku akan jalani. Tapi tidak dengan membawamu pergi tanpa restu keluargamu. " bisik Daniel Grase perlahan.


~ Flash back off ~


" Aaaarggghh, menikah ?? Siapa ?? " Daniel Grase memandang nyalang kepulan asap yang masih membumbumg tinggi. Kemarahannya masih terlihat jelas di wajahnya.


Suara gadis itu terdengar lembut dan sering membuat seorang Daniel Grase berteriak histeris penuh kemarahan. Daniel Grase hanya mengingat suaranya tanpa ingat bentuk wajah ataupun nama gadis itu. Semua informasi tentang masa lalunya tertutup rapat seperti ada seorang yang sangat berkuasa membuat semuanya hilang tanpa bekas.

__ADS_1


Semua anak buahnya, seorang hacker bahkan mafia kelas bawah sangat sulit menemukan informasi tentang gadis di masa lalunya.


" Aaargghh, " sekali lagi Daniel Grase mendesah frustasi.


" Selamat malam Tuan Daniel, " sapa Jerome Lax sambil membungkukkan badannya begitu tiba di samping Daniel Grase.


" Hhhmmm, "


" Ijin melaporkan, " sambung Jerome Lax perlahan dengan menjeda kalimatnya sebentar. Berharap sang boss tidak semakin mengamuk karena mereka tidak menemukan apa yang dikehendaki sang majikan.


" Cepatlah ! Jangan katakan apapun kalau kalian gagal menemukannya. "


" Maafkan kami, Tuan ! " ucap Jerome perlahan sambil menundukkan kepala. Ada rasa takut karena sang boss sangat temperamen.


Beberapa anak buah yang lain juga menundukkan kepala.


" Shiitt. Mencari satu gadis saja tidak becus. Arrgghhh, " umpat Daniel Grase marah sambil bangkit dari duduknya dan menghisap cerutunya dengan kasar.


" Cari informasi lengkap tentang gadis itu dan semua orang yang berhubungan dengannya ! " perintah Daniel Grase dan melompat dari duduknya.


Daniel Grase menatap tajam bangkai jeep yang masih mengepulkan asap sisa kebakaran. " Bereskan bangkai mobil itu dengan bersih ! Segera ! "


" Jangan sampai publik mencari tahu tentang peristiwa malam ini ! Aku tidak mau semua rencanaku menjadi hancur akibat pemberitaan miring. " ucap Daniel Grase lagi.


" Baik, Tuan. " jawab Jerome Lax patuh.


Daniel Grase melangkah menuju mobilnya dan akan membuka handle pintu. Tetapi dengan gesit Fox Guns maju selangkah mencoba menggapai Daniel Grase dan membisikkan sesuatu.


Daniel Grase menoleh dengan tajam ke arah Jerome Lax. " Apa maksutmu, Fox ? "

__ADS_1


Tatapan mata tajam Daniel Grase seperti sedang menguliti tubuh Jerome Lax. Tatapan tajam bersamaan dengan aura membunuh yang sangat kental.


Wajah Daniel Grase semakin mengeras menahan ledakan yang lebih kejam.


__ADS_2