
" Apakah tidak bisa di sini saja, Ryan ? " ucap Han Liu mengubah panggilannya.
Sesekali Han Liu akan mengubah cara memanggil nama ketika dirasa bebannya sangat berat.
Dokter Ryan Juville menoleh ke arah Han Liu. Menatap lekat laki - laki yang sudah menjadi sahabatnya sejak remaja.
" Kau berat meninggalkan gadis itu, Han ? " tebak Dokter Ryan Juville langsung.
Han Liu tergagap, tidak yakin dengan pendengarannya karena Dokter Ryan Juville menebak dengan benar isi hatinya.
" Hah ? " Han Liu tergagap lagi ketika dengan kasar Dokter Ryan Juville menyikut perutnya karena dilihatnya Han Liu hanya diam saja.
" Hahhahaha ... menarik. Seorang gadis lumpuh diperebutkan bos dan sekretarisnya. " terdengar Dokter Ryan Juville meledek Han Liu.
" Sembarangan, kau Ryan ! " Han Liu berkilah menutupi isi hatinya.
" Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, Dokter Ryan Juville. Mega proyek pembangunan city land sebagai kawasan resort mewah di kota Z belum goal. Apa lagi kasus penembakan Tuan Alexander di pantai waktu itu juga belum terkuak. " Han Liu memberikan alasan untuk menutupi kegelisahannya supaya pengobatan Alexander Moralez tetap di dalam negeri saja
" Ya. Ya. Aku paham. Tapi Al harus mendapatkan penanganan Dokter specialis. Jika terus berlanjut akan sangat berbahaya untuk syaraf otaknya. Kau mau dia gila atau seperti mayat hidup, Han ? Tidak bisa mengingat masa lalunya apalagi jati dirinya ? " balas Dokter Ryan Juville mengingatkan konsekuensi jika pengobatan tidak dilanjutkan.
" Aku dan Al akan berangkat esok hari, Kau bisa susul setelah pekerjaanmu selesai. " Dokter Ryan Juville memberi jalan tengah.
Bip. Bip. Bip.
Sebuah bunyi alarm terdengar dan bergetar di ponsel Dokter Ryan Juville.
Dokter Ryan Juville meraih ponselnya dari saku celana. Membuka password dan melihat ada beberapa notif masuk pada ponselnya. Dengan gusar Dokter Ryan Juville membuka notif terakhir yang menjadi fokusnya.
Sebuah notif dari kamar hotel yang menjadi tempatnya kencan dengan kekasihnya selama ini memberikan notif bahwa ada orang lain masuk kekamarnya.
Kening Dokter Ryan Juville mengkerut.
" Ada apa, Ryan ? " tanya Han Liu penasaran dengan Dokter Ryan Juville yang tampak marah dengan ponselnya.
" Perempuan brengsek ! " umpatnya.
__ADS_1
Han Liu meraih ponsel Dokter Ryan Juville yang sedang menampilkan rekaman cctv di seluruh ruangan kamar hotel.
Hotel XY adalah hotel mewah milik Alexander Moralez Arzallane dan Dokter Ryan Juville mempunyai akses khusus atas sebuah kamar vip di lantai teratas Hotel XY.
Dokter Ryan Juville patut bersyukur dengan ide gila sang Sekretaris, Han Liu yang melengkapi setiap ruangan dengan cctv yang hanya dapat diakses melalui ponselnya. Waktu itu Dokter Ryan Juville menentang keras ide itu karena baginya kamar adalah privacy yang harus dijaga kerahasiannya. Apalagi bagi penyuka kehidupan malam yang penuh dengan nikmat surga dunia memasang cctv di kamar saja membuka aib bagi khalayak umum.
" Menjijikan. " Suara Han Liu terdengar lirih ketika sepintas dari ekor matanya menangkap bayangan perempuan yang belum sampai satu jam ada dalam kungkungan sahabatnya dan sekarang sudah berganti dengan pria lain.
Ponsel sudah beralih tangan kembali kepada sang empunya. Dokter Ryan Juville merebut kembali ponselnya.
" Tunggu ! " Han Liu merebut kembali ponsel Dokter Ryan Juville.
Keningnya berkerut menatap gambar laki - laki dan perempuan yang sedang beradu peluh di sebuah kamar hotel. Han Liu memperhatikan seorang laki laki yang sedang membelakangi kamera cctv.
Han Liu menelan salivanya saat adegan demi adegan terpampang jelas pada ponsel.
" Carilah wanita, Han ! Jika kau menginginkannya. " ucap Dokter Ryan Juville menasehati sahabatnya.
" Jangan biarkan dia karatan bahkan berjamur tak tersentuh ! Jangan sampai Kau tidak merasakan surga dunia. " Dokter Ryan Juville terkekeh dengan pikirannya sendiri membayangkan milik sahabatnya, Han Liu yang karatan dan tidak bisa tegak berdiri.
" Bodoh ! Jangan hanya nikmat yang kau pikirkan ! "
" Han !!! " Panggil Dokter Ryan Juville tidak terima.
" Perhatikan teman kencan kekasihmu ! "
Han Liu menyodorkan kembali ponsel Dokter Ryan Juville setelah menzoom sebentuk wajah yang tertangkap kamera cctv.
" Sial. " Dokter Ryan Juville mengumpat marah saat menerima ponsel kembali dari tangan Han Liu.
Dokter Ryan Juville memperhatikan rekaman video dari cctv. Hatinya memanas karena melihat kekasihnya ternyata perempuan jalxxng.
" Dasar perempuan jalxxng ! " sekali lagi Dokter Ryan Juville mengumpat kasar.
" Perhatikan laki - lakinya, Ryan ! " suara Han Liu mengingatkan Dokter Ryan Juville untuk fokus pada laki - lakinya.
__ADS_1
" Who ? "
Han Liu meraih sebuah map dari laci di samping ranjang tempat Alexander Moralez terbaring.
" Beberapa hari lalu aku mendapatkan informasi dari seorang anak buah kita di kota J bahwa laki - laki itu ada di sekitar Nyonya Brigitta. " suara Han Liu terdengar pelan sambil menyerahkan map kepada Dokter Ryan Juville.
Dokter Ryan Juville meraih map yang disodorkan Han Liu. Membuka dan membaca beberapa berkas tentang seorang laki - laki teman kencan kekasihnya, Dheandra.
" Astaga, Han. " Dokter Ryan Juville terkejut ketika mendapati sebuah foto kekasihnya dan pria dalam rekaman cctv sering berhubungan.
" Perempuan brengsek. " umpat Dokter Ryan Juville kasar. Tangannya mengepal sempurna menahan amarahnya.
Dokter Ryan Juville meraih kunci mobil di atas meja dan akan beranjak pergi.
" Kau mau kemana, Dokter Ryan Juville ? " Suara Han Liu terdengar mencegah kepergian Dokter Ryan Juville.
" Tuan Alexander lebih membutuhkan Anda, Dokter Ryan Juville. Anda bisa mengurus kekasih Anda setelah Tuan Alexander sembuh. " suara Han Liu terdengar tegas. Han Liu mengubah cara memanggil Dokter Ryan Juville kembali.
Dokter Ryan Juville kembali terduduk di sofa. Wajah Dokter Ryan Juville memerah, rahangnya mengeras dan nafasnya terdengar memburu menahan emosi.
Han Liu meraih sebotol air mineral dari lemari pendingin, dan mengangsurkan kepada Dokter Ryan Juville.
" Minumlah ! Air dingin baik untuk emosi yang sedang meluap. " ucap Han Liu mengejek.
" Saya pernah menyampaikan kepada Anda bahwa perempuan itu tidak baik bagi Anda, Dokter Ryan Juville. " sambung Han Liu lagi.
" Shut up, Han ! " ucap Dokter Ryan Juville jengah.
Han Liu melempar sebuah botol air mineral ke arah Dokter Ryan Juville ketika botol itu tidak segera di terima Dokter Ryan Juville.
" Hahahaaha ... seperti anak perawan saja Kau, Han. Tukang merajuk. " suara Dokter Ryan Juville terdengar tertawa melihat Han Liu yang tidak sabaran ketika memberikan botol air mineral.
" Cukup ! Kembali fokus kepada Tuan Alexander. Kapan Anda berangkat Dokter Ryan ? " ucap Han Liu mengalihkan kembali fokus pembicaraan kepada Tuan besarnya, Alexander Moralez.
" Aku sudah memberikan suntikan penenang, Han. Untuk beberapa jam ke depan Al akan tertidur. Aku akan menghubungi Dokter Dominic di negara R untuk memastikan masih ada jadwal kosong. Jika jadwalnya masih kosong paling tidak lusa aku bisa bawa Al ke negara R. "
__ADS_1
- bersambung.