Tuan Besar

Tuan Besar
Bab 42. Menjalani Terapi


__ADS_3

" Anda pasti sembuh, Nona. " lanjut Han Liu.


Kinara hanya memejamkan mata, sesaat hatinya menghangat karena ucapan Sekretaris Han Liu membuatnya tenang dan tetap semangat menjalani hidup.


" Semua akan baik - baik saja. " batin Kinara menenangkan diri. " Yah, aku pasti sembuh. Aku pasti sembuh dan bisa keluar dari tempat ini. "


Han Liu kembali menggenggam tangan Kinara dan ditepuknya tangan itu berulang kali seperti sedang memberikan semangat.


Han Liu sedikit gundah, ada banyak persoalan yang menjadi tanggung jawabnya saat ini. Belum lagi keberadaan Tuan Besar - Alexander Moralez - yang belum diketahui. Han Liu menghela nafas perlahan dan mencoba mengulas senyum kepada Kinara. Senyum kaku yang terlihat aneh di mata Kinara.


" Dasar manusia es, sama anehnya dengan majikannya. " Tapi tetap saja perlakuan Sekretaris Han Liu membuatnya menjadi merasa ada seorang yang sedang mendukungnya.


Air mata Kinara mulai luruh perlahan. Mata cantiknya membuka perlahan dan menatap Han Liu dengan tatapan yang bercampur aduk.


Han Liu tersenyum lembut sambil menggenggam tangan Kinara, sesekali tangannya menepuk lembut tangan Kinara.


" Akh, maafkan saya, Nona ! " Han Liu tersentak dan menyadari kelancangannya. Segera Han Liu menarik tangannya dan melepaskan genggamannya.


" Maafkan saya, Nona ! Saya tidak bermaksud kurang ajar ! " lanjut Han Liu lagi.


Kinara hanya mengerjapkan mata berulang kali, ingin rasanya Kinara menarik kembali tangan Han Liu dan mengatakan tidak apa - apa, tapi tenggorokannya masih tercekat, susah sekali untuk bersuara.


" Selamat pagi, Sekretaris Han, Nona Kinara. " Dokter Merrzy Arzulla masuk ke dalam ruangan setelah mengetuk pintu dan kemudian menyapa keduanya.


" Dokter Anchel akan menggantikan Dokter Richard untuk memeriksa keseluruhan kesehatan Anda, Nona dan akan menjadwalkan terapi Anda selanjutnya. Saya berharap Nona bisa mengikuti semua terapi dengan baik. Karena ini juga memerlukan usaha Anda untuk berlatih tanpa pantang menyerah." lanjut Dokter Merrzy Arzulla dengan senyum di bibirnya sambil menatap Sekretaris Han Liu dan Kinara bergantian.


Beberapa orang Dokter dan perawat memasuki ruangan.


" Halo, Nona Kinara. Saya Dokter Anchel . Saya akan memeriksa Anda secara lengkap. Saya akan membawa Anda ke ruangan sebelah yang sudah dipersiapkan dengan peralatan lengkap untuk medical chek up Anda hari ini. "


Han Liu menepuk sekilas tangan Kinara, " Semangat, Nona Kinara, Anda pasti sembuh. "

__ADS_1


Han Liu menatap Kinara penuh semangat, berharap setiap tanggung jawabnya bisa teratasi satu demi satu. Paling tidak, dirinya bisa menenangkan diri karena bisa memberikan pengobatan yabg terbaik untuk Kinara, wanita milik Tuan besarnya.


Hati Han Liu bergetar, wajahnya sedikit menegang ketika ingatannya akan masalah Tuan besarnya Alexander Moralez tak kunjung dapat diketemukan keberadaannya.


Kring. Kring.


Sebuah dering panggilan dari ponsel Han Liu terdengar dari balik saku jasnya. Han Liu meraih ponsel dan mengangkatnya sambil berjalan keluar dengan wajah tegang. Keningnya berkerut dan rahangnya mengeras.


Han Liu menoleh sebentar ke arah Dokter Merrzy Arzulla sebelum membuka handle pintu, " Lakukan yang terbaik Dokter Merrzy Arzulla ! Dan pastikan semua berjalan dengan lancar dan ... . " Han Liu menjeda kalimatnya, menatap tajam ke arah Dokter Merrzy Arzulla, " Jaga Nona Kinara dengan nyawamu sendiri ! " Han Liu mengatakannya dengan penuh tekanan dan intimidasi, seakan sebuah tanggung jawab besar sedang diletakkan di pundak Dokter Merrzy Arzulla.


Dokter Merrzy Arzulla sedikit tersentak mendengar kalimat Sekretaris Han karena terdengar tegas dan penuh tuntutan. Dengan penuh hormat, Dokter Merrzy Arzulla menunduk hormat, " Baik Sekretaris Han. "


Han Liu keluar dari ruangan dengan tergesa.


" Akh, " nafas penuh kelegaan terdengar dari bibir Dokter Merrzy Arzulla.


Kinara menoleh dan menatap Dokter Merrzy Arzulla dengan penuh tanda tanya.


" Anda tahu, Nona ? " suara Dokter Merrzy Arzulla terdengar sedikit gemetar dan mencoba menetralkan perasaannya yang sedang campur aduk. Tidak dipungkiri bahwa dirinya cukup terganggu dengan cara Sekretaris Han Liu menatap dan memperlakukan Kinara. " Aura Tuan besar Alexander dan Sekretaris Han itu sebelas - dua belas, sama - sama membuat suasana menjadi tegang dan menakutkan. " ucapnya dengan tertawa yang dipaksakan.


Kinara hanya memandang wajah Dokter Merrzy Arzulla. Senyum terulas dibibirnya.


Dokter Merrzy Arzulla menarik nafas panjang. Tidak dipungkiri sekalipun Dokter Merrzy Arzulla juga seorang mafia - psikopat, tapi keduanya - Alexander Moralez Arzallane san Sekretaris Han Liu - lebih dari dirinya. Jika dirinya membunuh hanya jika keinginan atau rasa sakit hati itu muncul, jika traumanya muncul kepermukaan, dirinya mampu menjadi pembunuh berdarah dingin tapi jika dirinya dalam kondisi tenang - seorang Merrzy Arzulla hanyalah seorang wanita biasa. Seorang yaag rapuh dan introvert.


Kinara tersenyum penuh arti, jika bibirnya bisa berucap, Kinara ingin mengatakan , " Sepertinya Anda sedang jatuh cinta Dokter Merrzy. Akh ... tapi suaraku saja tidak keluar. "


Di luar ruangan Han Liu berjalan dengan tergesa menuju ruang bawah tanah. Kakinya melangkah dengan cepat menuju ruang pengawasan khusus. Alarm pada alat detektor akan mendeteksi dan melakukan panggilan otomatis ke ponselnya jika ada bahaya di dalam ruangan tersebut.


Dengan cepat Han Liu menyelinap masuk ke dalam ruangan, meletakkan jarinya pada alat deteksi dan dinding berbalik dengan cepat. Han Liu melangkah masuk dan matanya sedikit tercengang ketika didapati Pedro - salah satu orang kepercayaan Alexander Moralez sudah tertelungkup di atas meja tanpa nyawa. Matanya melotot, nampak urat kebiruan yang menyembul dari permukaan kulitnya dan busa di mulutnya.


Han Liu mengepalkan tangan dengan marah. Matanya menelisik seluruh ruangan dengan penuh kewaspadaan. Sesekali matanya memperhatikan layar cctv sebesar dinding dihadapannya. Matanya mengerjap tak percaya pada sudut kamera yang sedang dizoom oleh seseorang - " mungkin ini maksud Pedro, " gumam Han Liu meneliti obyek yang sedang di zoom.

__ADS_1


" Huan Lee, " Han Liu melakukan panggilan melalui ponselnya. " Bawa Dokter Merrzy Arzulla turun ke ruang bawah tanah dan pastikan tidak ada orang yang mengikuti kalian. Perketat penjagaan di ruangan Nona Kinara tanpa terlihat musuh. Taruh beberapa sniper di sekitar ruangan. Jangan terlalu mencolok ! "


" Tapi jangan biarkan Nona Kinara sendirian. " lanjut Han Liu lagi sebelum menutup sambungannya dan berjalan ke sudut ruangan.


Tangannya bergerak mengambil sarung tangan dari dalam laci, mengenakannya dan kembali melangkah mendekati Pedro yang tertelungkup di atas meja. Mata tajamnya memeperhatikan dengan seksama setiap detil tubuh Pedro, sesekali kamera ponselnya mengambil gambar posisi Pedro.


Han Liu berjalan mengelilingi Pedro dan mengambil ponsel yang terjatuh di lantai, memasukkannya ke dalam plastik dan mengantonginya.


***


Di lain tempat di belahan negara R, disebuah villa tersembunyi di pinggir kota, di sebuah ruangan serba putih dengan aroma obat yang cukup menusuk indera penciuman, nampak seorang laki - laki masih tebaring lemah.


" Akh, " sebuah erangan kecil keluar dari bibirnya yang pucat.


Beberapa saat jari - jemarinya bergerak bergantian. Bulu matanya mengerjap perlahan.


Suasanan tampak sunyi hanya terdengar bunyi panel indikator dari alat deteksi jantung yang terpasang.


Mata laki - laki itu terbuka sempurna. Sesekali matanya mengerjap perlahan untuk menyesuaikan dengan cahaya ruangan yang nampak menyilaukan matanya. Seketika rasa pening menyerang kepalanya. Beberapa potongan ingatan bermunculan di dalam otaknya. Seketika tubuhnya menegang bersamaan dengan ingatan akan seseorang yang sangat mengusik hatinya muncul dalam otaknya.


" Bagaimana apakah laki - laki itu sudah sadar ? " sebuah suara terdengar dari luar ruangan.


" Belum. Beruntung dia diselamatkan Dokter Dominic. Padahal kata Tuan Soarez, Dokter Dominic diminta membunuhnya saja. "


Suara langkah kaki berderap mendekat dan memasuki ruangan dengan perlahan.


" Coba periksa tekanan darah dan suhunya, " seorang berujar perlahan.


" Apakah Dokter Dominic hari ini sudah memberikan serumnya ? "


" Sepertinya belum. Karena tadi kulihat Dokter Dominic masih menerima panggilan dari Tuan Soarez. "

__ADS_1


Deg.


__ADS_2