Tuan Besar

Tuan Besar
Bab 75. Tertangkap Kamera


__ADS_3


Alhasil anak buah itu tersungkur di lantai dan muntah darah dengan hebat. Tak berselang lama tubuhnya mengejang dan tak bergerak sama sekali.


" Shhhhiiitt, kerjakan cepat ! Mengapa masih berdiri di sini seperti kambing congek. Dasar bodoh " serunya marah sambil menendang lagi seorang yang paling pinggir.


Lelaki itu hanya terpental beberapa langkah ke belakang.


" Akh, " teriak laki - laki itu kesakitan. Tetapi dengan cepat bangkit berdiri dengan bantuan anak buah Thomas Soarez yang lain.


" Baik, Tuan. " dengan serempak anak buah Thomas Soarez menjawab. Tubuh mereka segera berbalik akan melangkah pergi untuk menghindari kemarahan sang majikan yang lebih parah lagi. Kadang emosi sang majikan juga tidak terkontrol.


" Tuaan, " seru seseorang memasuki ruangan dengan langkah tergopoh - gopoh.


Beberapa orang yang akan melangkah keluar, untuk sesaat berhenti dan berpaling ke arah orang yang baru datang. Mereka menatap penasaran pada seseorang yang baru saja datang.


" Kedatangan yang tidak tepat waktu. Ehmm, hanya menyerahkan kepala saja. Dasar, " batin salah satu anak buah Thomas Soarez.

__ADS_1


" Kami sungguh beruntung tidak langsung di tembak mati. Biasanya seorang Thomas Soarez akan langsung membunuh anak buah yang gagal dalam tugasnya. " batin yang lain.


" Tuan ... . " panggil seorang yang baru datang dengan nafas memburu. Terlihat gentar di wajahnya tetapi dengan tekad besar dirinya datang melaporkan sesuatu. " Ini hal penting, apalagi ada Han Liu orang kepercayaan Alexander Moralez Arzallane yang tertangkap rekaman cctv drone. Itu akan mempermudah menangkapnya jika di kandang sendiri. Siapa tahu aku dapat bonus tambahan karena berhasil menangkap Han Liu, " pikirnya dalam hati.


" Tuaaan, " lanjutnya lagi, " Kamera drone di wilayah pinggir hutan sebelah selatan menangkap pergerakan beberapa orang. " lapor petugas jaga di wilayah selatan dengan cepat.


" Ini, rekaman cctv yang mengarah ke pinggir area hutan beberapa hari lalu dan hari ini, " ucapnya lagi sambil menyodorkan sebuah ponsel dengan aplikasi yang sudah terkait dengan cctv pada beberapa drone yang sedang beroperasi.


" Ini adalah rombongan Daniel Grase yang sedang mengejar jeep hitam tetapi berakhir dengan jeep yang terguling dan meledak beberapa malam lalu, " Lapor lelaki petugas jaga itu dengan cepat sambil menunjukkan rekaman Kelompok Daniel Grase malam lalu. " Dan yang ini hasil rekaman beberapa waktu lalu, kamera menangkap pergerakan orang - orang Arzallane sedang mencari keberadaan Alexander Moralez. Saya khawatir mereka membawa pasukan yang banyak untuk menyerang tempat ini, "


" Biarkan saja ! Biarkan mereka memasuki wilayah hutan ! Tapi jangan biarkan mereka keluar area dengan hidup - hidup. " Sarkas Thomas Soarez dengan senyum smirk setelah kamera drone menangkap sosok Han Liu ada diantara bayangan yang terekam kamera drone itu.


membantai habis keturunan Arzallane. "


" Baik Tuan, " jawab petugas jaga itu dengan menunduk hormat.


Lelaki setengah abad itu nampak mengerikan dengan senyum liciknya. Tubuh tinggi tegapnya nampak masih saja terlihat kuat. Lalu sepasang kaki tegapnya melangkah ke arah ruangan lain.

__ADS_1


Thomas Soarez berlalu dan masuk ke dalam sebuah ruangan tertutup dengan beberapa kaca sebagai pembatas.


Tampak seorang gadis dengan beberapa bagian tubuhnya yang di tutup perban. Gadis itu nampak tenang dalam tidurnya.


Thomas Soarez, lelaki dewasa dengan tubuh tinggi tegap itu menghampiri sisi ranjang. Sesekali tangan kanannya menyentuh perban yang masih membebat sebagian wajah gadis itu.


" Aku akan balas perlakuanmu, Xander. Kau akan terima lebih kejam dari yang pernah ayah, dan dirimu terima dulu. " sebuah gumaman kemarahan dari bibir Thomas Soarez terdengar mengerikan. Ada dendam besar yang membungkus gumamannya.


" Dominic sayang bangunlah ! Kau sudah terlahir kembali dengan wajah dan tubuh baru yang sempurna. Bangunlah ! Balaskan semua dendammu ! Kau berhak hidup bahagia. Kau harus balas Xander dengan lebih kejam, " Rahang lelaki dewasa itu tampak mengeras menahan dendam dan kemarahan yang sudah mendarah daging.


" Kau gadis cantik, manis, pintar tak pantas selalu di abaikan. Apalagi oleh Xander. Lelaki keparat yang tidak bisa melihat cinta besar darimu, sayang ... . " Thomas Soarez membelai wajah gadis itu yang masih di bebat perban. " Akan kuberikan dunia terbaik untuk kesayanganku ... "


Thomas Soarez mengecup kening gadis itu dengan penuh sayang.


~ Bersambung


😎 Hai reader semua, Terima kasih masih stay di sini. Tetap tunggu kelanjutannya ya.

__ADS_1


Jangan Lupa jejak baca ya.. like, coment dan gifnya. Terima kasih.


__ADS_2