
Dokter Merrzy Arzulla memejamkan mata. Wajahnya nampak pucat menahan rasa pilu dan marah mengingat masa lalunya.
"Terlalu kejam, Kau Aljendro, Aku akan balas dengan hal yang sama kepada putrimu. " batin Dokter Merrzy Arzulla.
Ingatan Dokter Merrzy Arzulla sepuluh tahun lalu,
Sore itu setelah dua hari kematian Ibunya, Ellen Arzulla karena Leukimia, di sebuah rumah sederhana nampak seorang gadis remaja enam belas tahun sedang duduk termenung di depan kaca.
" Tidak ! Paman John, lepaskan ! Err tidak mau ikut. Lepaskan ! " Merrzy Arzulla berteriak marah saat Paman John Torez, kakak ibunya menarik Merrzy dengan paksa masuk ke dalam mobil.
" Tapi kau harus bekerja mencari uang, Err. Siapa yang akan menanggung beban hutang ayah dan ibumu. " ujar Paman John Torez, kakak ibunya dengan nada tinggi.
" Aku akan kerja Paman. Tapi tidak dengan menjual diri. Aku akan buka kembali kedai peninggalan ibu. Lepaskan, Paman ! "
" Dengan membuka kedai ibumu ? Mau kumpulkan berapa lama, Err ? Seumur hidupmu juga tidak akan terkumpul Err. Hutang pengobatan ibumu. Belum lagi ayahmu yang gila judi. Tanah perkebunan milik ibumu juga sudah digadaikan. Ayahmu pergi entah kemana, Ibumu sudah mati. Dan aku harus bersembunyi setiap hari dikejar - kejar Tuan Aljendro. Kasihan Bibimu dan Debby. Tidak Err. Kau yang bertanggung jawab untuk semua hutang ayah dan ibumu. "
" Tidak, Paman. Paman bohong. Paman yang sudah jual semua aset ibu, termasuk perkebunan. Paman jangan bohong ! Dan sekarang hutang Paman mau Paman limpahkan kepadaku. Tidak, Paman. Lepaskan ! " Merrzy Arzulla membalas dengan sengit dan menghentakan tangannya untuk melepaskan diri.
Paman Merrzy Arzulla, John Torez juga seorang yang tamak dan gila judi. Hanya John Torez lebih bertanggung jawab dengan keluarganya mau bekerja walau dengan segala cara.
Dengan jengkel Paman John Torez memukul tengkuk Merrzy Arzulla.
John Torez dan ayah Merrzy Arzulla, Damian Pyfer Arzulla sebenarnya sahabat karib. Teman berjudi di casino di tengah kota.
" Keponakan sialan. Diam ! Jika bukan karena ayahmu yang membuatku berhutang kepada Tuan Aljendro tidak mungkin aku tega menjualmu. Salahkan saja ayahmu yang mempunyai hutang banyak sekali. " Umpat Paman John Torez.
Ayah Merrzy Arzulla, Damian Pyfer Arzulla adalah seorang pemabuk dan penjudi. Seorang yang tidak bekerja dan hanya merampas semua hasil pekerjaan isterinya. Ibu Merrzy Arzulla, Noelle Arzulla adalah seorang pemilik kedai roti White dipinggir kota.
Noele Arzulla yang bekerja keras membanting tulang demi keluarga akhirnya kalah berjuang dengan penyakit Leukimia yang menggerogotinya.
Tubuh Merrzy Arzulla lemas terkulai.
Pamannya John Torez menangkap tubuh Merrzy Arzulla sebelum jatuh ke lantai dan membawanya masuk ke dalam mobil menuju sebuah villa di pinggir pantai di Kota V.
Sesampai di tempat tujuan, dengan susah payah John Torez mengangkat tubuh Merrzy Arzulla.
Merrzy Arzulla adalah seorang gadis yang cantik dengan lesung pipit yang menawan, rambut ikal panjang dan tubuh tinggi semampai dengan bagian tertentu yang padat berisi.
" Permisi, Tuan. Gadis yang saya janjikan kepada Anda, sudah siap. " ujar John Torez begitu memasuki sebuah ruangan gelap dengaa meja bilyard ditengah.
__ADS_1
Asap rokok dan bau minuman keras menusuk indera penciuman.
" Hhmm ... . " Aljendro Stewartz mendekati tempat John Torez berdiri.
" Aku mau barang baru, John " ucap Aljendro Stewartz tegas.
Nampak John Torez gemetar, " Ampun, Tuan. Gadis ini memang belum pernah dipakai. "
Dengan kasar Aljendro Stewartz menarik tubuh Merrzy Arzulla dari tangan Pamannya, John Torez. Lalu Aljendro Stewartz menghempaskan tubuh gadis itu di atas meja billyard dengan kasar.
" Akh. " Merrzy Arzulla kaget dan tersadar dari pingsannya.
Merrzy Arzulla mengerjapkan mata lentiknya, memindai setiap sudut ruangan yang terang benderang.
Nampak dalam pandangan Merrzy Arzulla pamannya, John Torez, seorang laki - laki dengan tatto diseluruh tubuhnya, dan beberapa laki - laki anak buah laki - laki bertatto itu.
" Kau yakin dia belum pernah dipakai, John ? " suara berat dari seorang Aljendro Stewartz bertanya memastikan.
Untuk sebuah pertukaran, Aljendro Stewartz selalu meminta barang baru, Aljendro tidak mau barang bekas.
Tangan keras Aljendro tiba - tiba menarik dagu Merrzy Arzulla. Mata tajam Aljendro meneliti detil wajah Merrzy Arzulla. Tatapan menilai dengan ekspresi serakah yang ingin segera menuntaskan keinginan nampak jelas di raut wajah Aljendro.
Merrzy Arzulla nampak berang karena merasa tatapan laki - laki di depannya sangat melecehkannya.
Belum sempat Merrzy Arzulla memberontak, tiba - tiba tangan Aljendro Stewartz merengsek masuk dengan paksa ke dalam miliknya.
" Akh, " Merrzy Arzulla menjerit kesakitan karena merasakan sebuah tangan kekar menerobos paksa ke dalam miliknya dan bergerak dengan liar.
" Tidak ! Lepaskan ! Kurang ajar ! " Air mata Merrzy Arzulla sudah berlinang bersamaan dengan tangan dan kaki yang mencoba memberontak, melepaskan diri.
Tapi tangan kokoh itu lebih kuat mencengkeram miliknya, bahkan tanpa malu dan dengan kasar Aljendro Stewartz menarik semua yang menutupi dan memasukan tangannya kembali.
" Akh, tidak. Lepaskan ! Paman, tolong ! Tolong Err, Paman ! " jerit kesakitan terdengar menyayat telinga.
John Torez nampak memalingkan wajahnya. Rasanya tidak tega, tapi mau bagaimana lagi hutang yang ditinggalkan saudaranya, ibu dan ayah Merrzy sangat banyak.
" Hahahahaa... . Lumayan masih bagus. " Ujar Aljendro menilai setelah tangannya beberapa saat berperang di milik Merrzy Arzulla.
Wajah Merzzy Arzulla nampak kesakitan dan hampir pingsan. Nafas gadis itu terdengar memburu. Rasa perih di area miliknya benar - benar membuatnya bergetar ketakutan.
__ADS_1
" Paman, tolong Err ! " ucap Merrzy Arzulla lirih sambil menahan rasa perih dan terus berurai air mata.
Aljendro Stewartz menarik tubuh Merrzy Arzulla mendekat dan menusuk dengan kuat.
" Saya permisi, Tuan. " ucap John Torez hendak meninggalkan ruangan. Rasa tidak tega dan kasihan melihat gadis keponakannya seperti diperlakukan tidak senonoh di depan matanya.
Beberapa anak buah Aljendro Stewartz tiba - tiba mencekal tangan John Torez.
" Lihat dan saksikan, Paman ! Bagaimana nasib keponakanmu ini. " ujar Aljendro Stewartz mengejek sambil terus menghentak dengan kasar berulang kali hingga pelepasan pertama didapatkannya.
" Kau pun harus menikmatinya, Paman. Sangat enak. " Ucap Aljendro menyudahi permainannya dan meminta anak buahnya membawa John Torez ke arah Merrzy Arzulla.
Tubuh John Torez gemetar. Rasa bersalah melihat keponakannya menjadi pelunas hutang dengan cara yang kejam.
" Lakukan seperti yang kulakukan Torez, atau semua keluargamu mati ! Cepat ! "
Sebuah layar pada dinding samping tiba - tiba menampilkan gambar isteri dan anak gadisnya yang disekap di sebuah kamar di rumahnya.
" Kau lihat Torez, mereka ada ditanganku. Lakukan pada keponakanmu sama seperti yang Kulakukan. Jika tidak anak dan isterimu yang akan menggantikannya. "
Merrzy Arzulla ketakutan ketika Pamannya mendekatinya dengan tatapan yang mengerikan. " Tidak, Paman ! Tidak ! "
" Hahahaha... .' suara Aljendro Stewartz tertawa terbahak - bahak.
" Kau tahu, Torez. Jika bukan Kau dan Damian Arzulla yang merusak isteriku, aku tidak akan kehilangan Pabloku. "
John Torez tersentak ketika mendengar nama Pablo. Tubuhnya bergetar.
Angeline Pablo adalah kekasih pertama Aljendro Stewartz.
" Kau yang merusak kekasihku, Torez. Dan Aku akan membalasnya dengan cara yang sama. Hahahhaa... . " ucap Aljendro Stewartz sambil menekan kepala John Torez ke arah meja billyard.
" Lakukan atau anak dan isterimu yang menggantikan. "
Tangan Aljendro Stewartz meraih sebuah ponsel dari celananya. Lalu Aljendro nampak menekan beberapa angka. " Lakukakan ! "
" Tidak, Tuan ! Ampun ! " suara John Torez bergetar membayangkan anak dan isterinya mengalami hal yang sama.
👉 bersambung.
__ADS_1
👉 Tolong tetap dukung author dengan rate, like, coment positif dan votenya ya. Jika suka bisa gift dengan poin atau koin. Terima kasih 🙏