Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 111


__ADS_3

Tubuh Alexander mulai gemetar di dalam air, sedang kakinya mulai kaku tak dapat digerakkan. Alexander berusaha berteriak minta tolong tetapi begitu mulutnya terbuka, air danau dengan cepat masuk ke dalam tenggorokannya hingga pria kecil itu merasa sesak karena kesulitan bernapas.


" Mommy, Daddy, tolong Xander ! Xander takut mati sendirian di sini, " batin Alexander ketakutan. Anak kecil itu merasa bahwa hidupnya akan berakhir di danau ini. Tak ada lagi harapan, karena tempat yang sepi.


Ada perasaan menyesal karena tak mendengarkan pesan sang mommy untuk tak berada di sekitaran danau jika tak ada mommy atau daddynya. Alexander sangat ketakutan dan mulai kehilangan kesadarannya. Bahkan ia sudah kehabisan nafas dan tubuhnya mulai terasa tenggelam. " Mommy, Daddy, selamat tinggal. Aku sayang kalian."


Gelap. Alexander merasakan tubuhnya semakin tenggelam dan dunianya menjadi gelap. Tubuhnya terasa berat. Hingga-


Byur ... .


Air bergolak begitu tubuh kecil seorang gadis kecil menceburkan dirinya ke dalam air danau yang dingin. Dengan susah payah gadis kecil itu menarik tangan sang anak laki - laki yang di lihatnya tadi terperosok kepinggir danau.


Gadis kecil itu begitu kesusahan menarik tubuh Alexander, tapi dengan sekuat tenaga dengan tangannya yang kecil, ia menarik Alexander hingga ke pinggir. Gadis itu terlihat sangat kepayahan. Tubuhnya yang kecil pun terasa memberat dengan beban yang berat tetapi ia tak putus asa, gadis kecil itu tetap menarik tubuh anak laki - laki itu dengan sekuat tenaganya. Tak dihiraukannya bibirnya yang sudah membiru karena dinginnya air danau. Bahkan tangan kecilnya mulai mati rasa karena terlalu kepayahan menarik beban berat.

__ADS_1


" Ayo kakak, kuat ya ! Jangan pingsan dulu. Na gak kuat tarik, " gumam gadis kecil itu dengan nafas yang tersengal begitu kepalanya dapat keluar dari air. Gadis kecil itu meraup udara sebanyak mungkin untuk memenuhi dadanya. Hampir saja ia juga kehabisan nafas karena terlalu lama di dalam air.


Beruntung ada seorang wanita yang sedang berjalan ke arahnya melihat bagaimana seorang gadis sedang berusaha menarik - narik sesuatu dari dalam air.


" Xander ? " teriak wanita cantik itu panik begitu menyadari bahwa tubuh Xanderlah yang ditarik gadis kecil itu. Wanita itu segera berlari dan mencapai sang putra yang sudah kaku tak sadarkan diri


Gadis kecil itu tampak gemetar dan kelelahan hingga akhirnya tubuh kecilnya pun ambruk di sisi Alexander begitu ia sampai di pinggir danau.


***


Nampak di atas ranjang seorang anak laki - laki masih terbaring dengan pucat.


" Xander ! Bangun nak, please jangan tinggalkan Mommy ! " tangis seorang wanita pecah begitu melihat putra tunggalnya masih tak sadarkan diri bahkan wajahnya masih terlihat pucat.

__ADS_1


" Tenanglah, sayang ! Xander pasti akan baik - baik saja. Dokter sudah memeriksanya dari semalam kan ? " suara berat Albert Arzallane, mencoba menenangkan sang istri yang sejak semalam menunggui sang putra dengan rasa khawatir.


" Permisi, Tuan, Nyonya, Nona kecil itu sudah bangun, tapi tubuhnya demam kembali sepertinya nona sakit, " seorang maid datang dan memberikan laporan.


" Tolong panggil Dokter Adam untuk memeriksanya ! Juga minta Mike untuk mencari informasi keberadaan orang tua anak itu, "


" Baik, Tuan, " jawab pelayan itu sambil mengangguk hormat dan kemudian berlalu keluar dari kamar putra sang tuannya.


" Gadis itu sangat berani sayang, dan sungguh jika tidak ada dirinya nyawa Xander pasti tidak akan tertolong, " gumam wanita itu dengan wajah sendu. Matanya kembali berkaca - kaca mengingat bagaimana seorang anak kecil dengan berani menarik tubuh putranya yang mulai tenggelam.


" Aku sangat merasa bersalah, Leona. Jiika saja Thomas tidak mencoba mencelakaiku dan membuatku terjebak di gudang itu, pasti aku akan segera kembali ... . " ujarnya putus asa dengan penuh rasa sesal. Terlihat pria itu mengetatkan rahangnya dan sesekali mengerjapkan matanya menahan air mata. Bagaimanapun ia tak mau jika putra tunggalnya celaka.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2