Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 94 Jatuh


__ADS_3

Kinara masih terduduk dengan lunglai, ketika gedoran pintu membuatnya tersentak kaget.


" Keluar, gadis ceroboh ! Sepuluh menit tidak turun ke ruang makan, saya pastikan kau menerima hukuman berat. " teriak seseorang dari luar.


" Astaga, mengapa si Tuan Besar mesum masih di luar ? " gumam Kinara sebal.


Dengan uring-uringan Kinara bangkit berdiri untuk segera mengenakan gaunnya yang sempat di bawanya masuk ke kamar mandi.


Tetapi,


Gubrak.


" Aw ... . " jerit Kinara kaget begitu kakinya terpeleset. Ternyata lantai kamar mandi masih basah dan sangat licin.


" Aw ... Aw ... Sssttt, " Kinara mengaduh tertahan, karena tubuhnya terpelanting ke lantai.


" Kin ! " panggil Alexander cemas. Ternyata pria itu masih berada di luar ruangan.

__ADS_1


Brak.


Nampak Alexander mendobrak pintu dan segera melangkah masuk. Mata kelam nan tajam itu mendapati tubuh polos Kinara yang masih terduduk membelakanginya sambil mengurut pinggangnya. Nampak gadis itu meringis menahan rasa nyeri yang mulai menjalar di pangkal pahanya, bokongnya pun mulai terasa kebas.


" Arggh, " rintih Kinara sekali lagi ketika ia menggerakkan tubuhnya untuk berdiri.


Tetapi sedetik kemudian tubuh kekar dengan raut wajah datar langsung bergerak menghampiri untuk menggendong gadis itu.


Kinara tersentak saat beradu dengan mata kelam nan tajam yang sedang menatapnya tajam.


" Kau, mau kita sama - sama terguling di lantai Kin ? " suara berat Alexander mengingatkan Kinara untuk tidak bergerak sembarangan.


Langkah lebar Alexander segera membawa gadis itu ke atas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut tebal.


Setelahnya, pria itu segera melangkah pergi dan lima menit kemudian sudah kembali dengan handuk dan gaun di tangannya.


Kinara hanya terdiam tak bergerak, pinggul dan betisnya terasa sakit sekali.

__ADS_1


Tanpa Kinara sadari, pria itu segera mengelap tubuh Kinara yang basah dengan handuk dan memasangkan kain hitam berenda untuk menutupi di tubuh bagian atasnya.


Begitu tangan kokoh menyentuh bagian kenyal dalam tubuhnya, Kinara tersentak kaget, tubuhnya menegang seketika. Dan ternyata itu juga terjadi pada sang tuan besar. Keduanya menegang dengan sensasi mendebarkan.


Alexander mengetatkan rahangnya seketika ketika hasratnya mulai tersulut, " Akh, shiiit," umpatnya kasar. Tubuh bagian bawahnya sudah menegang.


Dan entahlah, dengan cepat Alexander meraup bibir pink di depannya, ********** dengan rasa ingin memiliki seutuhnya. Hasratnya memuncak seketika.


Bibirnya meraup bibir Kinara yang basah karena tautan salivanya, mengecup, ******* dengan intens. Bahkan tangannya mulai melingkari pinggang gadis itu, mengelus punggung terbukanya. Sedangkan tangan yang satu sudah menyusuri sisi terluar benda bulat kenyal yang puncaknya telah tegak menantang.


Alexander meremas perlahan bongkahan kenyal yang pas dengan ukuran tangannya dan dengan hasrat yang tinggi segera membuat bibirnya menyusuri leher jenjang Kinara, menyesap dalam di ceruk putih gadis itu, memberikan tanda kepemilikan hingga menyusuri bagian lain yang sudah menantang dan segera menyesap puncaknya dengan sangat kuat.


" Akh, " tanpa sadar Kinara melenguh antara geli dan sakit.


Alexander seperti mendapatkan oase di padang gurun. Mencoba menuntaskan rasa dahaga yang sangat hingga tanpa sadar pria kokoh itu mulai hilang kendali dengan hasrat liar. Ini rasa yang pertama yang pria iti nikmati. Rasa manis yang akhirnya menjadi candu.


Harum tubuh Kinara seakan melumpuhkan semua daya nalar sang tuan besar sehingga ia melupakan meeting penting pagi ini.

__ADS_1


__ADS_2