
" Akhh, " Kinara menjerit terkejut ketika jari - jemarinya di genggam oleh tangan yang sejak tadi ia sentuh.
Deg.
Han Liu, Dokter Maxim dan seorang perawat langsung menoleh ke arah Kinara. Tatapan mereka penuh tanya.
" Ada apa ? "
Kinara hanya menunjuk ke arah tangannya. Tetapi ... tangannya tidak mengalami apapun. Jarinya saja yang masih asyik menusuk telapak tangan Alexander.
Dahi Han Liu berkerut.
" Tolong jangan membuat keributan Nona ! Saya tidak ingin tuan Alexander terganggu karenanya. " Han Liu berkata datar. " Dan jauhkan tangan Anda dari tubuh tuan Alexander ! Anda sangat tidak sopan. "
Ada rasa cemburu dalam suara Han Liu, tetapi pria datar itu menekan suaranya semoga tidak di sadari oleh Kinara.
Kinara masih asyik memperhatikan jari - jemarinya. Kulit kecoklatan yang hangat itu terasa nyaman dalam jari kecilnya.
" Nona Kinara ! " peringat Han Liu lagi.
Seakan tuli Kinara masih asyik menusuj dan menyentuh jemari kekar Alexander.
__ADS_1
Han Liu menyentuh lengan Kinara hingga membuat gadis itu menolehkan kepalanya menghadap Han Liu, " Anda tidak mendengar peringatan saya, Nona ? "
" Akh, maaf ! " Kinara segera menarik jemarinya dari tangan kekar sang tuan besar. Untuk sesat Kinara seperti termangu, dirinya kehilangan momen hangat dari jemari kekar tadi.
Tanpa mereka sadari jari Alexander bergerak lemah seakan ingin kembali meraih jemari Kinara yang sejak tadi menyentuhnya.
" Bagaimana ? "
" Saya sudah katakan untuk beberapa kali Han, bawa Alexander ke Rumah Sakit Pusat. Ada peralatan canggih di sana ynag bisa mendeteksi penyakit Alexander. Jika di biarkan begini, bukan tidak mungkin chip itu akan melebur dan sulit untuk di keluarkan dari kepalanya.
Jeduar.
Deg. Deg. Deg.
Han Liu menarik nafas berat. Terasa berat dan panas. Kerongkongannya terasa serak. Ia melalaikan masalah penting.
" Max, " panggil Han lirih, " Anda tahu beberapa waktu lalu gara - gara saya menyetujui permintaan dokter Ryan untuk membawa Tuan besar ke Rumah Sakit Pusat, insiden penculikan itu terjadi. Saya tidak ingin kejadian itu berulang untuk kedua kali. Bagaimana saya harus bertanggung jawab kepada tuan Antony jika beliau bertanya ?" Han Liu berujar dengan suara yang dalam, penuh penekanan dengan rasa bersalah yang tinggi.
" Tetapi karena insiden itu, kita jadi tahu siapa - siapa penghianat yang ada di mansion ini. " Maxim menukas cepat. Dirinya tahu persis Han Liu adalah orang kepercayaan sang tuan besar terdahulu yang mengemban banyak tugas penring untuk kelangsungan keturunan Arzallane. " Paman Antony tahu bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik untuk putranya, Han. Jangan menjadi beban ! "
" Itu tanggung jawabku. "
__ADS_1
" Jadi ... ."
" Ok, saya akan bawa ke sana minggu depan. " putus Han Liu setelah berpikir lama. Dia sendiri yang akan memastikan keselamatan sang tuannya, "dengan pengawalan ketat, " imbuhnya lugas.
" Ok. Tidak jadi masalah."
***
Di bagian negara lain.
" Bagaiamana kabar boneka gagahku ? " seorang wanita dengan gaun seksi, bibir merah, rambut berwarna caramel bertanya dengan angkuh kepada seorang kepercayaannya.
Wanita cantik itu duduk dengan menopangkan kaki. Terlihat angkuh. Walau tidak menghilangkan kecantikannya.
Pria muda yang menjadi orang kepercayaannya itu hanya menunduk mengamati sebuah layar yang terus saja bergerak menampilkan beberapa email penting.
Suasana hening.
" Ini, " pria muda itu memperlihatkan sebuah video berdurasi 3menit dari beberapa potongan gambaran seorang pria yang sedang marah di sebuah ruangan perkantoran hingga pria itu yang terbaring tak sadarkan diri.
Sebuah senyuman smirk tercetak jelas di sudut bibir merahnya. " Goodjob, honey. Kau selalu bisa diandalkan. " suara wanita itu terdengar serak. Jari - jarinya yang lentik dan halus kemudian membelai rahang sang pria dan merangkum pipinya. " Puaskan aku ! "
__ADS_1
***
bersambung