Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 85 Kemarahan Kinara


__ADS_3

Wajah Kinara memucat ketika melihat Alexander yang tergeletak di tanah. Rasa marah dan jijik terkumpul menjadi satu sehingga terlihat wajah gadis itu menampakkan aura aneh yang sangat mengerikan.


Kinara menatap tajam ke arah enam pria yang masih mengepungnya dengan seringai menjijikan. Kinara merasakan marah yang sudah mencapai puncaknya karena mereka berani membuat sang tuan besar sampai babak belur dan tak berdaya hingga terkapar di tanah. Luka robek yang penuh darah bahkan wajah kepayahan sang Tuan Besar ketika di tendang bergantian oleh pria - pria berhodie hitam di depannya benar - benar membuat seorang Kinara menggeram marah. Bahkan hatinya juga dipenuhi rasa jijik untuk perkataan tak senonoh mereka bahkan tatapan mesum dan pandangan penuh nafsu saat melihat dirinya. Kinara sangat marah dan muak dengan para pria itu.


Kinara menatap dingin ke enam pria yang mengelilinginya. Seringai menjijikan jelas dari bibir mereka yang membuat Kinara semakin mengepalkan tangan kirinya kuat. Di liriknya sekali lagi Alexander yang tergeletak tak berdaya di tanah dengan darah di mulutnya.


Hatinya memanas dan emosinya semakin meluap hingga Kinara melompat maju dan menyabetkan senjata kecil yang ada di tangannya dengan kecepatan kilat. Matanya menatap dingin dan tajam ke enam pria tersebut dan dirinya terus bergerak cepat menyerang ke enam pria dengan sembarangan tetapi cukup membuat keenam pria itu terperangah karena sabetannya cukup telak mengenai sasaran.


Kinara terus bergerak. Kaki dan tangannya bergerak lincah seakan seperti seorang yang sedang meluapkan emosinya. Menendang dan menggoreskan belati dengan cukup telak ke arah lawan. Bahkan para pria itu cukup kewalahan menahan serangan Kinara yang membabi buta.


Entah kekuatan dan keberanian dari mana gadis itu bergerak ke depan, ke samping menyerang enam lelaki tersebut dengan menebaskan senjata kecil yang ada di tangannya. Bahkan gadis itu sangat lincah memainkan belatinya. Kinara seperti seorang yang sedang kesetanan menyerang enam pria tersebut.


Jangan lupa di saat terjepit seperti ini adalah saat paling urgent di mana biasanya kemampuan mendadak Kinara muncul. Ini adalah hal di luar nalar yang sering gadis itu lakukan untuk membela diri di saat paling terjepit dalam hidupnya. Jangan lupakan pengalamannya saat di jual berulang kali oleh Jefri Arkanzaz ke orang - orang pemuja wanita cantik dan ************.


Setiap Jefri Arkanzaz melemparkannya ke pada para tuan tanah yang menginginkan tubuhnya, Kinara selalu bisa meloloskan diri. Entah cara apapun dia lakukan yang penting bisa menjaga kesuciannya. Yang penting bisa melarikan diri dari para lelaki hidung belang, walau pada akhirnya ia tertangkap lagi oleh Jefri Arkanzaz dan selalu berakhir dengan pemukulan atas dirinya tetapi Kinara akan tetap melakukan apapun untuk membebaskan diri.


Kinara pernah memukul seorang juragan tua yang kaya yang menginginkannya hingga terjadi pemaksaan malam itu, beruntung Kinara bisa kabur dengan memukul kepala sang juragan dengan vas bunga hingga laki - laki mati di tangannya. Belum lagi beberapa lelaki yang rusak miliknya karena terkena tendangan maut kaki Kinara.


Dan sekarang ketika saat terjepit dimana nyawanya dan kehormatannya menjadi taruhannya, keberanian yang tersembunyi muncul menjadi suatu aura yang mematikan. Apalagi melihat sang Tuan Besar yang terkapar tak berdaya membuat Kinara menjadi sangat marah.


Apalagi saat mata gadis itu yang berulang kali melihat tubuh bahkan wajah sang tuan besar yang sudah babak belur itu menjadi pemicu tersendiri dalam hatinya untuk meluapkan sesuatu. Yah sesuatu emosi yang mengumpul menjadi tenaga dalam gengaman tangannya

__ADS_1


Kinara menjadi gadis yang berbeda dalam hitungan menit. Wajahnya tampak dingin dan pandangan mata yang tajam dan mematikan.


Beberapa pria di depannya yang melihat sempat bergidik ngeri melihat perubahan wajah Kinara.


" Kau sangat cantik dengan mata tajammu, Nona. Let's play ! " bisik seorang pria dengan senyum mesum di bibirnya. Bahkan lelaki itu sedang menjilati bibir atasnya seduktif.


Kinara menatap jijik dan saat seorang pria akan menyentuh dagunya, Kinara dengan kekuatan penuh menangkap pergelangan tangan pria itu, memelintirnya ke belakang dan tangan kanannya segera menusuk belati itu ke pinggang lelaki itu. Darah muncrat seketika ketika belati itu merobek menembus hodie.


" Cukup tajam, " ujar Kinara sambil tersenyum dan terlihat sangat mengerikan.


Para pria itu segera maju bersama untuk menangkap Kinara. Tetapi ternyata mampu berkelit dengan lihai bahkan beberapa kali kaki jenjangnya menendang tepat di bagian vital para pria itu.


Belatinya sudah berkali - kali melesak di tubuh para pria tersebut.


Para pria yang mengepung Alexander nampak terkejut dengan kemampuan Kinara menggunakan belati kecil di tangannya. Sangat lihai bahkan gerakannya tak terbaca seperti kilat saja, tahu - tahu beberapa pria sudah berteriak kesakitan dan tumbang ke tanah dengan luka robek di perut, punggang bahkan lengan mereka.


Kinara berdiri dengan nafas tersengal ketika berhasil menumbangkan enam pria tersebut. Tangannya terasa. dingin dan tubuhnya bergetar hebat.


Wajahnya yang tadi tampak dingin kini tampak pucat pasi. Kinara memandang sekeliling melihat enam pria yang sudah bersimbah darah dengan luka robek di leher dan perut yang sangat mengerikan.


Kinara ambruk ke tanah dengan tubuh bergetar. Matanya menatap nyalang kedua tangannya yang berlumuran darah.

__ADS_1


Han Liu yang masih sibuk dengan dua orang yang menyerangnya tadi dengan cepat menyelesaikan bagiannya. Menendang tepat di organ vital dan tengkuk penyerangnya hingga mereka tumbang.


Setelah kedua lawannya tumbang Han Liu segera berlari mendekat ke arah Kinara dan segera berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Kinara dan menyentuh bahu gadis itu yang tampak ketakutan.


" Nona, Anda baik - baik saja ? " tanya Han Liu lirih. Sebuah senyum tipis tersemat di ujung bibirnya untuk mengatakan bahwa semua akan baik - baik saja.


" Terima kasih, Anda sudah menyelamatkan Tuan Besar, " ujar Han Liu tulus sambil meraih belati dari tangan Kinara dan membuangnya ke sembarang arah. Tangan kanannya segera menyelip di saku celana hitamnya dan meraih sapu tangan dan mulai membersihkan noda darah di tangan Kinara.


" Tenangkan diri Anda, Nona ! " Han Liu menggenggam tangan dingin Kinara.


Kinara masih bergetar dan tatapannya menjadi kosong.


" Aku ... aku ... su ... su ... sudah membunuh Han, " ucap Kinara lirih.


Kinara tergugu sejenak, dan air matanya keluar begitu saja dan mulai membasahi kedua belah pipinya.


" Aku membunuh mereka Han, " lirih Kinara lagi. Kinara menatap Han Liu dengan wajah sembab dan brugh. Kinara jatuh tak sadarkan diri. Beruntung lengan kokoh Han Liu dapat menahan tubuh Kinara.


-- bersambung


Tuan Besar up lagi. Jangan lupa koment. like dan votenya yah. Tetap dukung karya ini supaya saya tetap semangat up. terima kasih untuk semua dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2