Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 99 Kacau


__ADS_3

" Bodoh ! "


" Ampun, Tuan ! "


" Bagaimana mungkin si bodoh itu langsung datang dan memintanya langsung kepada si Arzallane. Dia pikir Arzallane akan dengan rela menyerahkan gadis itu. Bodoh ! Cari mati saja. " umpat seorang dengan penuh kemarahan.


" Tapi tindakan itu akan menghindarkan kita dari amukan Tuan Alexander, Tuan. " bantah Marrion.


" Kau bodoh atau dungu ? Dasar stupid . Si Han Liu itu, bukan orang bodoh yang akan menerima mereka di mansion itu tanpa merencanakan sesuatu. Mereka adalah para pemimpin klan bawah. Apalagi si Alexander Arzallane, sang tuan besar dari keluarga Arzallane ... . "


Ruangan dengan dinding gelap terasa semakin mencekam. Beberapa pria dengan aura gelap mulai terlihat frustasi akan ulah dua orang anggota yang tanpa pikir panjang mengajukan kerjasama dengan sang tuan besar mansion Arzallane. Jika kerjasama biasa mungkin mereka tak menjadi setegang sekarang tetapi pikiran bodoh yang mereka anggap sebagai pemikat megacity ternyata adalah gadis milik sang tuan besar mansion Arzallane.


" Mengapa tidak menggunakan otak saat melakukan sesuatu, si Josh ini ?Aku akan kehilangan orang - orangku lagi. Aaaarrrghhh, Shiiitt. " umpatnya lagi.

__ADS_1


" Kau juga ! Kau ! " tudingnya lagi penuh luapan emosi sambil menunjuk beberapa orang yang terduduk di atas sofa dengan wajah frustasi. Pria itu menyugar rambutnya kasar dan menghembuskan asap nikotin ke udara, " Mengapa kalian tidak ada yang memberitahuku tentang hal ini ? Mereka itu kumpulan penjahat kelas kakap. Pemegang kuasa tertinggi di klan bawah. Dan si Silvester dengan bodohnya datang menawarkan kerjasama megaproyek ?? "


Suasana semakin menegang dengan luapan emosi yang sedikit tak terkendali, " Dasar stupid ! "


Brak.


Brugh.


Suara hempasan kursi kayu, guci mahal yang menjadi benda terdekat di sudut ruangan bahkan beberapa barang yang tadinya tertata rapi berada di atas meja kerja telah terhempas dengan kasar menghantam dinding. Suasana ruangan itu menjadi panas dan terlihat kacau berantakan.


Beberapa pria yang duduk di atas sofa hanya terdiam tak mencoba menghentikan kelakuan sang pria. Sang pria dengan cerutu yang terselip di antara celah bibir hitamnya terlihat sangat murka.


" Maaf, Tuan ! Tapi rencana itu memang sudah kesepakatan dengan Tuan Maverick dari Grase Land. Termasuk dengan Tuan Daniel Grase. Hanya saja Grase tidak mau bergerak sendiri. Mereka memakai jasa Silvester sekaligus menggunakan dendam pria itu untuk ajang balas dendam. Anda harus mengi ... . " Marrion mencoba menjelaskan dengan rinci. Tetapi suaranya terjeda.

__ADS_1


" Dendam pribadi tidak seharusnya melibatkan urusan internal dalam kelompok, " tukas seorang lelaki tambun yang sejak tadi hanya menjadi pendengar perdebatan itu. Bibirnya menyeringai sengit, bahkan kepulan nikotin yang baru saja ia hembuskan menandakan ada serangkaian kelicikan yang sedang pria tambun itu pikirkan, " Sebenarnya ini akan memudahkan kita menyingkirkan orang - orang yang tidak berkompeten dalam kelompok ini. Cukup mengumpankan mereka kepada Arzallane dan Arzallane si bocah keparat itu akan menumpas semua tanpa harus kita turun tangan. Itu artinya kita menepuk dua - tiga lalat sekaligus. Itu jelas sangat menguntungkan kita. Haha ... haha ... . Aku akan berdiri paling depan untuk memberikan ucapan selamat atas keberhasilan kelompok ini, " tukasnya bangga.


Tawa pria itu menggema dengan rencana licik yang ada dalam otaknya. Tubuhnya terguncang bersamaan dengan tawanya yang meledak cukup lama.


Brak.


" Tidak ada yang lucu Abe, diamlah ! Otakmu terlalu kecil jika dibandingkan dengan kepintaran kaki tangan Arzallane. Jangan menyinggung mereka, jika tidak ingin hancur ! " peringat Duke, seorang sniper handal.


" Kau, Duke ! " tunjuk Abe sengit seraya menunjukkan tangannya ke wajah Duke, " Kau berdiri di pihak mana ? " sarkas pria tambun yang dipanggil Abe.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2