Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 88 Penghianat atau Pecundang ?


__ADS_3

Kembali ke suasana di pinggir hutan saat itu, malam sudah beranjak semakin pekat, hanya cahaya bulan dan bintang yang bersinar redup. Nampak beberapa anak buah yang berjalan bersama Anx dan Derryan mulai bersiap lagi untuk kembali masuk ke dalam hutan setelah membawa Dokter Ryan Juville ke dalam helikopter.


Sedangkan Sandro Jones masih mengepalkan tangannya dengan kuat, sebelum langkahnya membawanya menuju burung besi itu. Setelah mendengar perkataan Anx barusan membuat hatinya semakin berperang dengan hebat. Sebuah keputusan yang akan menjadikannya seorang penghianat atau pecundang.


Penghianat, seorang yang akan menghianati seorang yang sudah membuatnya bisa tetap hidup sampai hari ini. Itu jelas tidak akan mungkin ia lakukan mengingat bagaimana Tuan Alexander Moralez Arzallane menolongnya dan memberikan penghidupan yang layak. Atau menjadi seorang pencundang karena tidak mampu melindungi saudari tirinya, satu-satunya orang yang masih menganggap dirinya keluarganya.


Pikiran Sandro benar - benar sedang bergelut berperang untuk menentukan mana yang harus di pilih. Hidupnya tak lagi sama sejak dirinya keluar dari rumah Donald Jones dan masuk ke dalam kelompok Alexander Moralez.


Sandro Jones adalah anak dari Filipe Jones dan Donald Jones, seorang bandar narkoba di jaman itu. Sandro yang awalnya hidupnya baik - baik saja, di sayangi dan memiliki keluarga yang hangat berubah menjadi seorang anak kecil yang mengalami banyak kesusahan. Sandro mengalami broken home yang parah.


Ayahnya, Donald Jones ternyata seorang bandar narkoba. Dan itulah yang mengubah hidupnya. Lingkungan yang keras dan ayah yang seorang bandar narkoba menjadikan Sandro kecil juga sebagai kurir narkoba. Tubuhnya kurus karena ayah dan ibunya tak terlalu mengurus hidupnya. Ibunya sibuk dengan dunia malamnya dan ayahnya dengan bisnis narkobanya. Dan parahnya ayahnya selalu menuntut dirinya untuk mengantarkan barang dengan cepat sampai ke tangan pembeli. Tetapi orang yang tak banyak mengenalnya sebagai anak dari sang bandar Donald Jones membuat Sandro kecil sering di bully dan mengalami banyak perundungan.


Sandro mengepalkan tangannya kuat mengingat kejadian belasan tahun lalu. Dendam dan rasa perih masih menyatu dihatinya.


Hidupnya menjadi semakin berantakan ketika ia menjadi kurir dan ia berulang kali tak mendapatkan jatah dari hasil kurirnya karena uangnya habis dirampas preman hingga sang ayah marah dan sering memukulnya bahkan sang ayah memakainya menjadi alat pemuas penyimpangannya. Sang ayah dalam kondisi marah lebih sering memuaskan nafsu bejatnya dengan anak laki - laki seusianya. Usia yang harusnya masih merasakan kehangatan keluarga,


merasakan kasih sayang ayah dan ibu bahkan saudarinya. Tetapi Sandro tidak pernah mengalami kebahagiaan.


Saat Sandro berusia dua belas tahun hidupnya hanya menggelandang, tidur dari pinggir toko satu ke toko yang lain. Mencari makanan dari mengemis di jalanan dan mencuri di pasar.


Sedangkan adiknya, Cindy Jones dia masih hidup nyaman di rumah, karena dia satu - satunya anak perempuan kesayangan ayahnya. Tetapi hubungan Sandro Jones dan Cindy Jones masih sangat baik. Karena semenjak dirinya di usir dari rumah ayahnya, Cindy yang selalu menyelinap keluar untuk memberikannya makanan walau sembunyi - sembunyi. Hingga suatu waktu ia mengerti mengapa sang ayah tidak pernah menyayanginya, ia hanya anak dari selingkuhan ibunya yang ibu bawa saat menikah dengan Donald Jones. Mengenaskan.


Dari saat itulah hubungan dengan sang adik berubah, Cindy menjadi gadis pemaksa dan suka memanfaatkan dirinya. Walaupun demikian Cindy tetap memberikan makanan dan Sandro masih sangat menyayangi adik tirinya.

__ADS_1


Sandro mengepalkan tangannya lagi. Dengan gerakan lambat, Sandro menaiki burung besi dan duduk tercenung di kabin pilot


Tangannya sedikit bergetar ketika mulai memasang headset di telinganya.


" Jika bukan karena Tuan Alexander dan Tuan Ryan Juville yang menolongku, pasti aku sudah mati kepayahan saat ayah berhasil menangkapku kembali dan memaksaku melayani dirinya dan beberapa teman brengseknya. Aaarggghhh, " Sandro menggeram marah.


Yah malam panas di kota K tujuh belas tahun lalu, sang ayah berhasil menangkap Sandro dan men


" Kak, tolong aku ! Tolong bebaskan aku ! Aku di tangkap Fredy Chan. " suara Cindy menangis hari itu saat menghubunginya melalui panggilan ponsel. Suaranya terdengar lemah dan menyayat hati.


Sandro yang sangat menyayangi adiknya sangat tidak tega mendengar permintaan Cindy. Menolongnya dari sekapan seorang Fredy Chan.


" Cindy apa yang sebenarnya terjadi ? Katakan apa yang harus kakak lakukan untuk menolongmu ? "


" Berapa hutang lelaki itu ? " tanya Sandro dengan rahang yang mengeras.


" Hanya lima ratus ribu dollar, "


" Hah berapa ? Hanya lima ratus ribu dollar, Cin ? Dan hanya kau bilang ? Gila. Ini sungguh gila, "


" Tapi Kak, kalau ayah tidak bisa membayarnya minggu ini, aku ... aku akan di jual. " ucap Cindy sambil terisak.


" Aku tak punya yang sebanyak itu, Cin. " jawab Sandro kala itu.

__ADS_1


" Aku tidak mau di jual, Kak. Atau kakak bisa menggantikan dengan seseorang. Seseorang yang bernama akh ... Ryan Juvie. Akh ... ampun. Tolong Cindy, Kak ! Atau Kakak bisa membawa seorang yang bernama Ryan Juville ke kota K. Yah Ryan Juville saja Kak, kalau Kakak tidak punya uang, tolong Cindy ! Aaakkh ... . " teriak Cindy dan berakhir dengan teriakan panjang yang menyakitkan.


Hati Sandro semakin terguncang. Bagaimanapun Cindy adalah adiknya, walau berbeda ayah. Tetapi Cindy juga pernah menolongnya saat dia kelaparan dan berada di luar rumah.


" Tetapi mengapa harus membawa Dokter Ryan Juville ? " tanya Sandro dalam hati.


Tetapi menolong adik tirinya pasti akan membuat sang ayah kesenangan. Karena hutang lima ratus dollar yang harus di lunasi supaya sang adik tidak di jual oleh Fredy Chan.


" Akh, lelaki brengsek itu bisa - bisanya merusak darah dagingnya sendiri untuk kepentingannya. Sialan. " umpat Sandro perlahan.


" Tetapi jika harus memberikan sang Dokter Ryan Juville sebagai pengganti itu lebih tidak mungkin. Bagaimanapun aku sudah berhutang nyawa pada Dokter Ryan berulang kali. No. Biarlah aku di sebut pecundang daripada penghianat. " gumam Sandro dengan lirih.


" Maafkan Kakak, Cin ! Kakak tidak busa menghianati orang yang sudah menolong Kakak berkali - kali. " tekad Sandro bulat dalam hati.


" Ada masalah San, " tanya Anx perlahan sambil menepuk bahu Sandro yang masih diam termenung.


Sandro berjengit kaget dan menoleh ke arah Anx. Tatapan lelaki itu tajam dan penuh dengan peringatan.


" Aku tidak ingin ada penghianat di lingkaran pusat. Jika kau keberatan tinggalkan kabinmu dan pergilah sejauh mungkin ! Jangan sampai bertemu denganku karena aku pasti akan membunuhmu ! " peringat Anx dengan dingin dan kejam.


Sandro menatap Anx dan tersenyum samar. " Aku tahu apa yang harus ku perbuat. Tenanglah ! Kau bisa mempercayaiku. " balas Sandro dengan penuh percaya diri.


" Aku tak akan menghianati orang yang sudah membuatku tetap hidup. Sekalipun Cindy adalah adik tiriku tapi aku tidak yakin jika dia sungguh memerlukan bantuanku, karena kami sudah lama aku tak berhubungan lagi dengannya sejak kami berpisah tujuh belas tahun yang lalu, " Sandro akhirnya membuka diri mengemukakan perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2