
Anx kembali menatap Sandro dengan tatapan dingin dan tajam. Matanya memindai dan mencermati apakah ada kebohongan atau tipuan di balik kata - kata yang Sandro ucapkan barusan.
" Aku percaya padamu, " ucap Anx sambil menepuk bahu Sandro.
" Cepatlah ke mansion utama ! Kondisi Dokter Ryan Juville juga sedang tidak baik - baik saja, " peringat Anx sambil berlalu menuruni burung besi itu. " Aku percaya padamu, jangan kecewakan tuan besar ! " imbuhnya lagi.
" Ayo, yang lain bergerak kembali ke dalam hutan dengan cepat ! Kita harus keluar dari hutan sebelum dini hari, " perintah Anx cepat.
Anx dan kawan - kawannya segera kembali menjelajah masuk ke dalam hutan. Menyisir jalanan setapak yang sempat mereka lalui sebelumnya. Mereka bergerak cepat dengan kaki - kaki yang tak kenal lelah. Menyelinap dengan terburu di antara pepohonan dan gelapnya malam seakan sedang beradu dengan waktu.
Beberapa waktu kemudian mereka menemukan orang yang di cari, sang Tuan besar Alexander Moralez, Han Liu dan Kirana, berada tak jauh dari tempat terakhir mereka berpisah, dan ketiganya dalam kondisi yang tak baik - baik saja.
" Astaga, Tuan Alexander, " Anx segera berjongkok di samping tubuh Alexander yang bersandar di batang pohon.
Tubuh tegapnya penuh luka dan wajah sang Tuan besar nampak pucat pasi.
" Tuan, " bisik Anx lagi sambil menepuk bahu pria itu dengan perlahan.
Tubuh Alexander Moralez tampak tak bergeming. Wajahnya terlihat pucat dengan darah di sudut bibirnya.
Bahkan tak jauh dari sisi sang tuan besar nampak Kinara juga dalam kondisi yang sama, tak sadarkan diri. Sedangkan Han Liu terkapar di tanah dengan luka robek di punggungnya.
" Sekretaris Han, " seru seorang pria yang masuk dalam rombongan Anx dan mencoba menyadarkan eang sekretaris.
__ADS_1
" Bawa cepat ! Kita segera kembali. Sebelum mereka datang membawa tambahan pasukan, " perintah Anx cepat seraya mengangkat tubuh Kinara dan menaruh di belakang punggungnya.
Rombongan itu segera bergerak cepat kembali menyusuri jalanan setampak untuk kembali ke tempat di mana mereka meninggalkan helikopter.
***
Tiga hari kemudian setelah mereka berhasil keluar dari hutan tersebut, di mansion utama, terlihat Alexander Moralez sedang duduk di ruang makan di temani Huang Lee yang berdiri di sampingnya.
" Selamat pagi, Tuan, bagaimana kondisi Anda ? " suara Han Liu terdengar menyapa sang Tuan Besar pemilik mansion utama sesaat setelah tubuh tegapnya sampai di ruang makan.
Nampak Han Liu membungkuk hormat ke arah Alexander. Luka robek di punggungnya mulai mengering, walau belum sempurna. Lelaki sekretaris sang tuan besar itu mulai beraktifitas setelah sehari sadar dari pingsannya.
Seperti tak menghiraukan rasa sakit pada luka robek di punggungnya, Han Liu mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan yang sempat di tinggalkan beberapa waktu lalu. Luka sepanjang 30 centimeter yang memanjang di punggungnya itu di dapat Han Liu ketika mencoba akan menolong Kinara saat menghadapi lima orang penyerang.
" Duduklah, dan ikutlah sarapan ! " lanjut Alexander masih dengan menyesap kopi hitamnya.
" Terima kasih, Tuan. Saya sudah sarapan tadi di apartemen, Tuan, " tolak Han Liu perlahan.
" Hhm, "
Suasana terasa tiba - tiba menjadi hening. Hanya sesekali terdengar suara garpu dan sendok yang terdengar samar. Sesekali helaan nafas terdengar perlahan menjadi irama di pagi hari.
" Apa jadwalku hari ini ? " tanya Alexander selanjutnya memecah kesunyian sesaat setelahmenyeruput kopi hitamnya.
__ADS_1
" Ada beberapa pertemuan yang harus Anda hadiri, Tuan. Pukul 08.00 pagi rapat dengan pemegang saham di Pat's Corp milik Tuan Willy Patkinson. Mereka sepertinya akan mengganti pimpinan yang lama karena Tuan Willy Patkinson terkena serangan jantung minggu lalu hingga beliau stroke. Pukul 11.00 pertemuan dengan Globe Corp milik Tuan Gilbert disambung dengan jamuan makan siang karena sepertinya pihak mereka akan menawarkan kerjasama proyek Megacity yang di rebut Tuan Grase. "
" Megacity ? Grase ? "
" Iya, Tuan. Setelah Tuan besar menghilang beberapa waktu lalu, mereka menyerobot proyek megacity dan mengambil alih proyek, " ungkap Han Liu menjelaskan. " Maafkan saya, Tuan ! Saya lalai dan gagal menjalankan proyek karena saya fokus mencari Anda dan Nona Kinara, " imbuh Han Liu lagi sambil menundukan kepalanya.
" Berapa presen saham yang kita miliki di Pat's Corp ? " tanya Alexander lagi.
" Dua puluh lima persen, Tuan. Tuan Patkinson 40 persen, dan sisanya di pegang oleh Gery Dawson, Merline Annete masing - masing 10 persen dan Zand dari Zeato Land Corp 15 persen, " jelas Han Liu rinci.
" Ambil alih saham dari Gery, Marline dan Zand ! Aku menginginkan seluruh saham itu, " cetus Alexander Moralez cepat. Wajahnya terlihat datar tapi terlihat sorot menakutkan di kedua bola matanya.
" Baik, Tuan. Sesuai dengan permintaan Anda. "
Alexander akan bergerak berdiri dari kursinya, tapi segera pria berstelan jas lengkap itu kembali duduk dan bertanya kepada Huang Liu, " Gadis itu tidak turun sarapan ? "
Huang Liu sedikit mengernyitkan dahinya, " Maaf, Tuan, gadis ? Siapakah gadis yang Anda maksud ? "
" Bodoh, memang ada berapa gadis di mansion ini ? " gerutu Alexander menatap Huang Liu dengan jengkel.
" Akh, maafkan saya, Tuan ! Tiga hari ini saya menemani Dokter Arlando merawat Dokter Ryan Juville di Pavilliun perawatan. Jadi maafkan, saya ! Saya tidak tahu gadis siapa yang Anda maksud. "
" Akh, Kau membuatku jengkel Huang Lee, kau adalah kepala pelayan seharusnya sekecil apapun di mansion ini adalah tanggung jawabmu. "
__ADS_1