Tumbal Perawan

Tumbal Perawan
Melepas Masa Keprjakaan


__ADS_3

Setelah selesai berwudhu, akhirnya suster Camelia dan juga Reihan nampak melaksanakan shalat sunat dua rakaat.


Mereka melaksanakannya dengan sangat khusyuk, setelah selesai shalat sunat dua rakaat, mereka langsung berdo'a kepada Sang Khalik.


Tak lupa Reihan juga membaca do'a untuk istrinya, lalu meniupkannya ke ubun-ubun istrinya.


"Bismillahirrahmanirrahim. Allohumma baarik lii fii ahlii, wa baarik lahum fiyya. Allohummarzuqnii minhum, warzuqhum minni. Allahummajma' baynanaa maa jama'ta ila khoirin, wa farriq baynanaa idza farroqta ilaa khoirin."


Artinya: "Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.” (HR. ‘Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf 6: 191, no. 10460, 10461).


Setelah selesai mereka langsung naik ke atas tempat tidur, baik Reihan ataupun suster Camelia nampak malu-malu, gugup dan juga canggung. Walaupun dengan hati berdebar dan tubuh terasa bergetar, Reihan menghampiri suster Camelia.


Lalu, dia memberanikan diri untuk memeluk istrinya itu dari belakang. Reihan nampak mengecup pipi istrinya dengan lembut.


Dia membuka kancing baju istrinya dan mengecupi pundak putih nan mulus milik istrinya itu.


"Kamu wangi," kata Reihan seraya menggigit gemas leher jenjang istrinya.


Suster Camelia nampak menggeliat kegelian, Reihan tersenyum. Kemudian dia meloloskan piyama tidur yang sudah dia buka kancingnya.


"Mas!"


Dessah suster Camelia saat Reihan meremat dada istrinya, Reihan tersenyum saat mendengar suara seksi milik istrinya.


"Apa, Sayang? Boleh, kan? Udah halal, loh?" kata Reihan.


"Boleh," kata Suster Camelia. "Jangan lupa baca do'a dulu," ucapnya lagi.


Reihan nampak tersenyum, lalu dia membalikkan tubuh istrinya dan merebahkannya dengan perlahan.


Reihan nampak menunduk, lalu dia mulai membaca do'a. Do'a sebelum mereka melakukan malam yang panjang tentunya.


"Bismillah allahumma jannibnis syaithan wa jannibis syaithan ma razaqtana."


Artinya:


"Dengan menyebut nama Allah swt. Ya Allah swt, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan untuk kami (seorang anak).”


Setelah melafalkan do'a, Reihan mulai mencumbui istrinya. Dia mengecup kening, pipi, hidung hingga yang terakhir dia menautkan bibirnya dengan bibir istrinya.


Ciuman yang baru saja mereka lakukan dan mereka rasakan, Reihan memang sekolah di luar negeri.

__ADS_1


Namun, dia tidak pernah sekalipun berpacaran. Karena dahulu dia merasa jika cintanya adalah milik Arumi.


Tubuhnya adalah milik Arumi, dia bertekad akan menikahi Arumi setelah pulang kuliah nanti. Sayangnya, ternyata mereka tidak berjodoh.


"Emph!"


Terdengar suara lenguhan dari bibir suster Camelia, Reihan tersenyumm Itu artinya suster Camelia menikmati ciuman yang dia lakukan.


Walaupun suster Camelia tidak membalasnya. Namun, Reihan sangat senang, karena istrinya tidak menolak apa pun yang diinginkan oleh Reihan.


Bahkan, ketika Reihan mulai membuka pelindung dada milik istrinya. Suster Camelia tidak menahannya.


Justru dia membantu Reihan agar kain pengaman itu segera terlepas dari dadanya. Untuk sesaat Reihan melepaskan pagutannya.


Dia tetap tubuh istrinya yang nampak begitu indah dengan lekuk tubuh yang begitu sempurna.


Dia tersenyum, kemudian dia kembali menunduk dan mulai mengecupi leher jenjang istrinya sampai ke dada.


Dia tersenyum kalah melihat dada istrinya yang sudah menegang, itu artinya apa yang dia lakukan tidak sia-sia.


Tangan kirinya mulai meremat dada bagian kiri suster Camelia, sedangkan bibirnya bermain di dada sebelah kanan istrinya.


Suster Camelia terlihat begitu menikmati apa yang dilakukan oleh suaminya, ini adalah hal yang pertama dia rasakan dan dia lakukan.


"Heem," jawab Suster Camelia tanpa malu.


Kini Rehan sudah menjadi suaminya, menurut suster Camelia tidak ada yang perlu ditakutkan atau tidak perlu merasa malu saat mengemukakan apa yang dia rasa.


Justru dia harus berinisiatif untuk berbicara santai dengan Reihan, agar tidak terjadi rasa panik dan juga tidak terasa sakit yang teramat saat melakukan pembobolan.


"Aku buka, ya?"


Reihan meminta izin kepada istrinya untuk membuka kain penutup bagian bawahnya. Suster Camelia nampak tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya.


Reihan ikut tersenyum, lalu dia membuka kain penutup bawah milik istrinya dengan perlahan. Setelah itu, dia nampak meregangkan kedua kaki istrinya.


Reihan kembali menunduk, lalu dia berbain dengan bibir bawah milik istrinya. Suster Camelia terlihat menggelinjang, bahkan tangannya langsung menelusup ke dalam rambut suaminya.


Suster Camelia juga nampak menjambak lembut rambut suaminya tersebut, matanya terpejam dengan bokongnya yang mulai bergoyang.


"Basah banget, Yang. Aku masukin ya," pinta Reihan.

__ADS_1


Suster Camelia langsung menganggukan kepalanya, dia juga sudah tidak sabar ingin merasakan yang namanya nikmatnya malam pertama itu seperti apa.


Reihan langsung mensejajarkan tubuhnya, kemudian dia menautkan bibirnya ke bibir istrinya


Dia menahan bobot tubuhnya dengan lengan kirinya, kemudian mengarahkan miliknya dengan menggunakan tangan kanannya.


Setelah merasa pas, dia mulai menggerakkan pinggulnya dengan perlahan. Suster Camelia nampak memekik kesakitan, tangannya juga terlihat mencengkram kuat pundak suaminya.


Rehan sempat ingin menghentikan aksinya. Namun, suster Camelia terlihat menggelengkan kepalanya.


Dia sudah tidak sabar ingin mengetahui seperti apa nikmatnya, karena setelah sakit pasti akan ada rasa nikmat yang dia dapatkan.


Reihan tersenyum, lalu mengecup kening istrinya dengan lembut dan mulai menggerakkan kembali pinggulnya.


Tidak lama kemudian, terdengarlah suara khas percintaan memenuhi kamar dari suster Camelia.


Peluh terlihat bercucuran di seluruh tubuh Reihan dan juga suster Camelia, mereka terlihat berlomba-lomba untuk mencapai puncak nirwana.


"Ah, Sayang. Aku udah mau sampai," kata Reihan.


"Keluarin aja, aku juga udah mau sampe," kata Suster Camelia.


Tidak lama kemudian, Reihan nampak menghentak istrinya dengan begitu cepat. Suster Camelia nampak memejamkan matanya dengan kuat.


Dia begitu menikmati hujaman yang diberikan oleh suaminya, hingga tidak lama kemudian Reihan nampk tersenyum lalu memperdalam miliknya.


Reihan mengeluarkan benih-benih unggulan miliknya di dalam rahim istrinya, baik suster Camelia ataupun Reihan nampak terengah-engah.


Baru saja mereka selesai menikmati yang namanya surga dunia, baik Reihan ataupun suster Camelia nampak tersenyum.


Kemudian Reihan menunduk dan kembali menautkan bibirnya.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena kamu sudah memberikan aku hal yang berharga di hidupmu," kata Reihan.


Setelah mengatakan hal itu, Reihan nampak mengecupi setiap inci wajah istrinya. Lalu, dia mulai membaca do'a.


"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah."


Artinya:


"Ya Allah, jadikanlah nutfah (air mani) kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)."

__ADS_1


****


Masih berlanjut, besok bagian Babang Aldo sama Neng Arumi.


__ADS_2