
Beberapa saat setelah Aldo tertidur, tiba-tiba saja dia merasa ada yang memeluk tubuhnya dari belakang.
Bahkan tangan itu terasa mengusap dada Aldo, tangan itu begitu nakal turun sampai ke perut dan berhenti pada milik Aldo.
Miliknya terasa diremat dengan lembut, bahkan tangan itu terasa bergerak dengan sensual dan sangat intens.
Aldo mulai merasa jika tubuhnya terasa memanas, mata Aldo yang awalnya tertutup rapat langsung terbuka dengan sempurna.
"Nyai," gumam Aldo.
Ingin sekali rasanya Aldo berteriak kepada Nyai Ratu dan berkata 'jangan melakukan hal tersebut'. Namun, suaranya seakan tercekat di tenggorokan.
Dia bahkan merasa takut jika Arumi akan terbangun dari tidurnya gara-gara ulah dari Nyai Ratu, Nyai Ratu terlihat tersenyum lalu merangkak di atas tubuh Aldo.
Dia terlihat memiringkan wajahnya, lalu dia berbisik tepat di cuping telinga Aldo.
"Aku mau kamu puaskan sekarang juga, di sini... atau di tempat lain." Nyai Ratu menggigit cuping telinga Aldo.
Aldo begitu kaget saat mendengar permintaan dari Nyai Ratu, jujur saja Aldo sangat lelah. Dia begitu cape dan ingin segera beristirahat.
Namun, Aldo tidak berani menolak. Pada akhirnya dia mendorong pelan tubuh Nyai Ratu, setelah itu Aldo terlihat turun dari tempat tidur dengan sangat perlahan. Karena, dia tidak mau sampai bangunkan istrinya.
Nyai Ratu tersenyum, karena pada akhirnya Aldo menuruti keinginannya. Walaupun Aldo tidak berkata apa pun.
Aldo terlihat mendorong tubuh Nyai Ratu dan mengajaknya untuk segera masuk ke dalam kamar mandi, dia tidak mungkin memasuki tubuh Nyai Ratu di dekat Arumi.
Tiba di dalam kamar mandi, Nyai Ratu langsung mendorong tubuh Aldo sampai terjatuh ke atas bathup.
Dia menatap wajah Aldo dengan lekat, lalu dia usap dada Aldo dan berakhir dengan mengecupi batang kenikmatan milik Aldo.
"Aku sudah tidak sabar ingin segera bertempur dengan kamu, Sayang. Aku iri melihat keintiman kalian," ungkap Nyai Ratu.
Aldo terlihat diam saja, karena takutnya jika dia berbicara malah salah dan menyakiti hati Nyai Ratu, sehingga Nyai Ratu akan marah terhadap dirinya.
Dia sudah pasrah jika Nyai Ratu akan melakukan apa pun terhadap dirinya, sungguh jika harus berkata jujur Aldo benar-benar lelah saat ini.
__ADS_1
Nyai Ratu tersenyum, lalu dia menunduk dan mulai memaikan milik Aldo yang terlihat lemas. Aldo mang sedang tidak berhasrat, wajar saja jika miliknya itu tida mau mengacung, karena tenaganya seakan sudah habis.
"Sialan!" umpat Nyai Ratu.
Siluman ular berusia ribuan tahun itu merasa kesal karena milik Aldo tidak kunjung bangun, padahal dia sudah berkali-kali memancing hasrat lelaki turunan bule itu.
Aldo terlonjak kaget, dia bahkan sampai memundurkan tubuhnya. Dia menatap Nyai Ratu dengan tatapan mengiba, dia seolah berkata jika dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk malayani Nyai Ratu.
Nyai Ratu terlihat murka, dia dorong dada Aldo sampai Aldo tertidur di dalam bathup berukuran jumbo itu.
Nyai Ratu merangkak dan langsung duduk di atas perut Aldo, dia tatap dalam-dalam mata Aldo.
"Puaskan aku, Sayang. Jangan buat aku kecewa," kata Nyai Ratu tanpa memutuskan pandangannya.
Entah apa yang terjadi selanjutnya, Aldo tidak ingat. Yang Aldo ingat hanya suara dirinya dan suara Nyai Ratu yang terdengar saling bersahutan. Aldo bahkan merasa jika dirinya hanya sedang bermimpi bersetubuh dengan Nyai Ratu.
Hingga suara gedoran kamar mandi dan teriakan dari Arumi mengagetkan dirinya, Nyai Ratu yang sedang berada di atas Aldo langsung bangun dari tubuh Aldo.
Dia terlihat begitu kesal, bahkan wajahnya terlihat menekuk. Karena dia masih membutuhkan pelepasannya.
Aldo hanya diam saja tanpa melakukan apa pun, dia terlihat seolah belum sadar dengan apa yang sedang terjadi.
Dia mengusap wajahnya beberapa kali, lalu dia bangun dan mengambil bathroob untuk dia pakai.
"Maaf, Nyai. Jangan marah," kata Aldo seraya menunduk.
Nyai Ratu tersenyum sinis, lalu dia berubah menjadi ular dan menghilang di balik dinding kamar mandi.
Aldo masih terdiam, dia bingung harus melakukan apa. Hingga ketukan pintu kembali mengagetkan dirinya.
Tok! Tok! Tok!
"Mas Aldo, Mas. Mas sedang di dalam, kan? Mas sama siapa? Mas buka pintunya!" kesal Arumi.
Aldo terlihat seperti orang linglung, dia malah terdiam menatap pintu kamar mandi. Hingga teriakan Arumi kembali terdengar, barulah Aldo melangkahkan kakinya menuju pintu.
__ADS_1
"Mas, buka!" teriak Arumi lagi.
Ceklek!
Aldo membuka pintu kamar mandi, dia melihat wajah Arumi yang terlihat seperti sedang menahan amarah.
Arumi mendorong tubuh Aldo, dia menerobos masuk dan mengedarkan pandangannya. Sayangnya tidak ada sosok perempuan yang dia cari.
Arumi menghampiri Aldo masih dengan wajah kesalnya, lalu dia berkata.
"Mas, kamu sedang apa di kamar mandi? Kenapa pake teriak-teriak segala? Terus, kenapa tadi aku dengar suara perempuan di sini? Apa kamu tadi bercinta dengan perempuan lain?" tanya Arumi.
Aldo masih terdiam, dia belum terlihat sadar dari keterkejutannya. Pertama dia sangat terkejut karena kini dirinya berada di dalam kamar mandi seperti seorang maling yang terengah kepergok mencuri.
Kedua, kini dia terlihat terkejut saat melihat wajah Arumi yang diliputi dengan kemarahan. Mata Arumi terlihat memerah memancarkan kilatan amarah.
Aldo menunduk, Aldo merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah terjadi. Dia benar-benar merasa bersalah karena sudah menduakan Arumi dengan Nyai Ratu.
Bahkan Aldo Pertama kali melakukan persetubuhan bukan dengan Arumi, namun dengan Nyai Ratu, siluman ular hutan terlarang.
"Jawab, Mas! Jawab pertanyaan Arumi, sebenarnya kamu sedang apa di kamar mandi? Kenapa aku mendengar suara erangan seorang perempuan dan juga suara erangan lelaki yang saling bersahutan?" tanya Arumi.
Aldo terlihat menatap wajah Arumi dengan lekat, lalu dia menggelengkan kepalanya. Dia pun bingung harus menjawab apa, karena dia tidak ingat sama sekali dengan apa yang terjadi sebenarnya dengan dirinya.
Hanya ada sekelebatan bayangan yang terlintas di otaknya ketika Nyai Ratu menggagahi dirinya, hanya ada sekelebatan bayangan yang memperlihatkan jika Nyai Ratu terlihat sedang meranngsang dirinya sendiri seraya menggoyangkan pinggulnya di atas tubuh Aldo.
"Mas!" panggil Arumi prustasi.
"Tidak tahu, Mas tidak tahu. Mungkin Mas mimpi dan berteriak," jawab Aldo asal.
Arumi sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aldo, namun walau bagaimanapun juga, dia bersikukuh jika Aldo telah berkhianat di belakangnya.
Namun, walaupun Arumi tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aldo, tetap saja saat Arumi mencari sosok wanita di dalam kamar mandi tersebut, dia tidak bisa menemukan bukti apa pun.
***
__ADS_1
Masih berlanjut...
Jangan pernah bosen buat baca, jangan lupa juga buat tinggalkan jejak.