
Aldo dan juga Arumi mengadakan acara tujuh bulanan secara sederhana, mereka mengundang anak Panti dan juga anak-anak jalanan.
Mereka benar-benar berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu, mereka juga tidak lupa mengundang para tetangganya agar hadir di rumah pak Didi untuk makan bersama dan melakukan do'a bersama.
Tak lupa Aldo juga meminta para karyawannya untuk ikut hadir di dalam kebahagiaan yang kini tengah Arumi dan Aldo rasakan.
Sungguh Aldo meminta kepada Sang Kuasa agar calon bayi yang ada di dalam kandungan istrinya sehat selalu.
Tak lama kemudian pak Ridwan juga terlihat datang ke sana. Namun, dia hanya sendirian saja, Arumi yang merasa penasaran langsung menghampiri pak Ridwan. Lalu, bertanya.
"Loh, Om. Kok datangnya sendirian aja? Kak Reihan sama suster Camelia mana?" tanya Arumi.
"Camelia dan Reihan tidak bisa datang, maaf ya. Camelia baru saja melahirkan, ini Om habis dari Rumah Sakit," jawab Pak Ridwan
Mendengar apa yang dikatakan oleh pak Ridwan, Arumi nampak terlihat senang. Dia jadi ingin cepat-cepat melahirkan juga.
"Waah, selamat ya. Ternyata suster Camelia sudah melahirkan terlebih dahulu, anaknya perempuan atau laki-laki, Om?" tanya Arumi.
"Terima kasih, Nak. Alhamdulillah Camelia telah melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat tampan," kata Pak Ridwan.
"Waah, selamat ya. Nanti kalau acaranya sudah selesai, aku akan menemui baby kak Reihan ke Rumah Sakit," kata Arumi.
"Ya," kata Pak Ridwan.
Setelah berbicara sebentar dengan Arumi, pak Ridwan nampak menghampiri pak Didi, sahabatnya. Lalu, mereka terlihat bercengkrama dengan begitu asyik.
Acara nujuh bulanan Arumi terlihat berjalan dengan sangat lancar, acara yang diadakan setelah sholat ashar itu berakhir saat akan waktu maghrib tiba.
Semua anak-anak Panti yang hadir, semua anak-anak jalanan yang juga ikut hadir tampak ikut berbahagia dan ikut mendo'akan yang tebaik untuk keselamatan Arumi dan juga baby yang dia kandung.
Para tetangga dan para pekerja yang hadir juga turut berbahagia, apalagi Aldo memberikan banyak hadiah kepada orang-orang yang datang.
Dua bulan kemudian.
Arumi nampak sudah bersiap untuk melahirkan, sudah dua hari ini dia mengalami kontraksi palsu.
__ADS_1
Namun, kali ini dia merasakan sakit yang luar biasa dan tiada hentinya. Arumi langsung datang ke Rumah Sakit, ternyata setelah dokter Lena memeriksanya, sudah pembukaan enam.
Kini pembukaannya sudah lengkap, Arumi sudah mulai melakukan apa yang diinstruksikan oleh dokter Lena.
Aldo dengan setia menemani Arumi, dia menggenggam erat tangan Arumi. Sesekali dia terlihat mengecup kening Arumi dan membisikkan kata-kata cinta di telinga istrinya.
"Semangat, Sayang. Demi calon buah hati kita," kata Aldo.
Arumi berusaha untuk tersenyum walaupun pinggangnya terasa panas, perut bagian bawahnya terasa sakit. Bahkan kini Arumi merasakan mulas yang sangat luar biasa.
"Aduh!" keluh Arumi.
"Kenapa, Sayang?" tanya Aldo.
"Kaya ada yang udah ngga sabar pengen keluar," kata Arumi saat dia merasakan desakkan pada area bawahnya.
"Mungkin dia ingin segera bertemu dengan kita," kata Aldo.
Dokter Lena tersenyum, kemudian dia berkata.
Mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya tersebut, membuat Arumi semakin bersemangat.
Dia langsung menarik napasnya dengan dalam, lalu menahannya dan mulai mengejan. Dalam satu kali mengejan saja, baby yang Arumi kandung langsung terlahir ke dunia.
Suara tangisannya begitu kencang dan menggema di seluruh ruangan, hal itu membuat Aldo dan Arumi tersenyum lega.
Dokter Lena bahkan langsung tertawa melihat baby yang dilahirkan oleh Arumi, dia nampak sehat, bertubuh gempal dan terlihat begitu cantik.
"Selamat ya, kalian kini memiliki baby perempuan. Mulai saat ini kalian sudah resmi menjadi orangtua," kata dokter Lena.
Arumi langsung menangis haru, begitupun dengan Aldo. Dia langsung mengecupi setiap inci wajah istrinya, lalu mengucapkan kata terima kasih berkali-kali.
"Tunggu sebentar, aku akan meminta suster untuk membersihkan baby kalian dulu," kata Dokter Lena.
"Ya," jawab Arumi.
__ADS_1
Dokter Lena nampak memberikan baby yang baru saja dilahirkan oleh Arumi kepada suster untuk dibersihkan.
Kemudian, dia menghampiri Arumi kembali dan membersihkan tubuh Arumi yang berlumuran dengan darah saat melahirkan.
Rasa sakit yang dia rasakan, langsung hilang entah kemana. Apalagi saat melihat bayi yang telah dia lahirkan nampak terlihat begitu sehat, cantik dan juga menggemaskan.
Setelah sepuluh menit berlalu, suster nampak kembali dengan membawa baby perempuan dengan berat 3,5 kg dan panjang 53 cm itu ke atas dada Arumi.
Dia langsung mencari sumber makanannya, Arumi terlihat meringis, kala baby perempuan itu mulai menghisap ujung dadanya.
"Apa sakit?" tanya Aldo.
"No, ini sangat nikmat. Sungguh ini adalah sebuah kenikmatan yang sangat luat biasa," kata Arumi.
Setiap manusia tidak ada yang sempurna, ada yang dilahirkan menjadi orang yang kurang mampu. Ada juga yang lahir dengan keadaan orang tuanya dalam keadaan harta yang melimpah.
Intinya, selalu nikmati dan syukuri apa pun kita dapatkan. Walaupun kita tidak memiliki banyak harta, insya Allah akan selalu berkah dan hati selalu tenang.
Karena kenikmatan yang luar biasa itu, bukan hanya dari nikmat harta. Namun, bisa sehat jasmani dan rohani saja sudah nikmat yang luar biasa.
Perbanyak beribadah, banyak berbagi. Banyak bersyukur dan rajin-rajinlah mencari rezeky di jalan yang halal.
Ada orang yang selalu ingin memiliki rezeky yang banyak, tapi dia tidak mau usaha. Mari kita perbaiki diri, terima kasih untuk kalian yang sudah membaca kisah ini sampai akhir.
Inget, Tuhan akan selalu memberikan apa yang kita butuhkan. Bukan apa yang kita inginkan, jangan berprasangka buruk.
****
Untuk tiga orang yang memberikan dukungan terbanyak akan mendapatkan pulsa 20k dari aku sebagai ucapak terima kasih, nanti aku umumin tanggal delapan belas.
Hari senin sore, see you nex time. Terima kasih sekali lagi, semoga banyak pesan baik yang bisa kalian tangkap dari kisah ini.
Othor minta maaf jika ada salah-salah kata, terima kasih banyak untuk kalian yang selalu setia membaca.
Assalamualaikum, Bestie.
__ADS_1