
Aldo terlihat begitu ketakutan, dia yang sedang rebahan berusaha untuk bangun dan berusaha untuk duduk.
Badan Aldo yang masih lemah terlihat kesusahan untuk bangun, bahkan saat dia hendak mengambil tasbih yang berada di atas nakas saja terlihat kesusahan.
Sungguh dia sangat takut jika yang datang adalah Nyai Ratu, dia masih tidak siap untuk dijadikan budak oleh Nyai Ratu.
Kalaupun Aldo harus meninggal dia sangat ikhlas, yang terpenting Allah mengampuni segala dosanya dan Aldo bisa pulang ke rahmatullah.
Aldo juga berharap, semoga Arumi mendapatkan kebaikan jika memang mereka sudah tidak berjodoh lagi.
"Siapa itu? Siapa? Jangan membuat aku takut," kata Aldo.
Aldo memejamkan matanya, dia terus saja berdzikir di dalam hatinya. Dia berharap Sang Khalik masih mau melindungi dirinya.
Sudah hampir sepuluh menit Aldo berdzikir, tapi tidak ada suara atau apa pun juga. Aldo yang penasaran langsung berusaha untuk membuka matanya.
Krieeet!
Terdengar bunyi pintu yang didorong dengan perlahan tapi pasti, Aldo berusaha untuk menajamkan penglihatannya.
Aldo langsung terjingkat kaget saat melihat Nyai Ratu yang sedang berdiri di ambang pintu, dia terlihat cantik sekali.
Namun, dia tidak berbicara sama sekali. Hanya diam seraya menatap Aldo dengan tatapan tajamnya.
Aldo hampir saja terjatuh dari tempat tidurnya, tapi dia berusaha untuk menyeimbangkan tubuhnya. Tubuh Aldo terlihat gemetaran, tapi bibirnya tidak berhenti mengucap ayat-ayat suci Al Qur'an.
__ADS_1
Aldo terus saja meminta pada yang maha kuasa untuk keselamatan dirinya, Aldo terus saja berdo'a dan berharap Nyai Ratu akan segera pergi meninggalkan dirinya.
"Aldo sialan! Kamu tidak boleh bertaubat, karena kamu akan menjadi orang miskin selamanya!" kata Nyai Ratu penuh penekanan.
Awalnya Aldo terlihat bungkam, tapi setelah mendengar ucapan dari Nyai Ratu yang mengatakan hal tersebut, Aldo langsung menyahuti ucapan dari Nyai Ratu.
"Jangan ganggu aku lagi, Nyai. Aku mohon, lagi pula semua harta yang aku dapatkan sudah kamu ambil. Aku bukan budakmu lagi," kata Aldo memberanikan diri.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Aldo, Nyai Ratu nampak murka. Matanya terlihat melotot tajam, bahkan kedua tangannya terlihat mengepal dengan sempurna.
Nyai Ratu terlihat seperti ingin menerkam Aldo pada saat itu juga, beruntung lantunan sholawat yang terus saja berbunyi dari ponselnya, menghalangi niat Nyai Ratu .
Beruntung Aldo juga masih ingat untuk terus berdzikir dan melantunkan ayat suci Al Qur'an, hal itu membuat Aldo terhindar dari kejahatan Nyai Ratu.
"Cih! Kamu menginginkan diriku untuk menjadi budakmu Nyai, tapi kamu begitu kejam terhadap diriku. Bahkan harta yang sudah menjadi imbalan untukku saja masih kamu ambil juga."
Aldo terlihat menghela napas panjang, kemudian dia mengeluarkannya dengan perlahan. Lalu, Aldo kembali di berucap.
"Kamu tahu sendiri bukan, jika rumah dan mobil yang aku beli adalah hasil dari aku menjual keperjakaanku kepadamu. Namun, dengan teganya kamu mengambilnya dengan cara membakarnya, aku tidak sudi kembali lagi menjadi budakmu!" kesal Aldo.
Nyai Ratu nampak marah sekali saat mendengar apa yang Aldo ucapkan, matanya memancarkan kilatan penuh amarah.
Bibirnya terlihat mengatup rapat, giginya terdengar bunyi gemeretuk. Rahang Nyai Ratu terlihat mengeras, bahkan tangannya terlihat mengepal semakin kuat.
Hal itu sampai membuat buku-buku tangannya terlihat begitu menonjol, Aldo tidak peduli. Dia hanya ingin terbebas dari Nyai Ratu saat ini juga.
__ADS_1
Kalaupun Aldo meninggal saat ini juga karena Nyai Ratu membunuhnya, Aldo hanya berharap, semoga Tuhan masih menerima dirinya untuk kembali kepadanya.
"Dasar Aldo sialan! Sebentar lagi kau akan mati di tanganku!" kata Nyai Ratu.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Nyai Ratu, Aldo kembali melantunkan ayat suci Al Qur'an yang dia hafal.
Nyai Ratu terlihat berusaha untuk menghampiri Aldo. Dia melawan Aldo dengan sekuat tenaganya, sayangnya semakin dia melangkahkan kakinya, kulitnya malah mengalami perubahan.
Bahkan, wajah cantiknya kini nampak keriput, sisik pun mulai tumbuh di sekujur tubuhnya. Nyai Ratu nampak kesakitan, dia berusaha untuk melawan rasa sakitnya tersebut karena ingin segera menghampiri Aldo.
Namun, sayangnya dia tidak bisa. Karena semakin Nyai Ratu mendekat, dia terlihat semakin kesakitan. Bahkan tidak lama kemudian, tubuhnya terlihat bergetar hebat.
Aldo benar-benar ketakutan melihat akan hal yang mengerikan seperti itu, bahkan Aldo melihat sendiri kini tubuh Nyai Ratu terlihat mulai melepuh.
"Bedebah sialan! Aku pastikan kau tidak akan selamat, Aldo!" teriak Nyai Ratu.
Pesht!
Nyai Ratu nampak menghilang, hanya ada kumpalan asap tebal yang mengaburkan pandangan Aldo.
"Astagfirullah! Alhamdulillah, ya Allah. Terima kasih karena engkau masih memberikan perlindungan kepada hamba," kata Aldo seraya mengelus dadanya.
***
Masih berlanjut, kuy ramein kolom komentar. Kalian selalu menjadi penyemangatku, bestie.
__ADS_1