
Buat kalian jangan lupa mampir di karya Othor yang baru, ya. Masih berbau misteri, cocok dibaca mulai dari usia tiga belas tahun.
Cuplikan Bab 1
Surprise!"
Teriakan dari kedua orang tuaku membuat aku terdiam seketika, surprise untuk apa? Bahkan ini bukan hari ulang tahunku.
Mereka terlihat membawa satu kotak kue kesukaanku, kue brownies coklat dengan tabutan kacang mede di atasnya.
"Kok bengong?" tanya Bunda. Bunda menepuk pundakku, namun tidak terlalu kencang.
"Eh? Aku kaget, ini surprise buat apa?" tanyaku.
Bunda tersenyum, lalu dia menyimpan sekotak kue yang sejak tadi dia pegang.
"Kejutan untuk kamu, Sayang. Karena kamu sudah mendapatkan nilai yang sangat bagus saat melakukan tes untuk masuk ke universitas yang kamu inginkan," jawab Bunda.
"Lalu?" tanyaku masih dengan mode yang belum paham.
Ayah terkekeh, dia menarik aku ke dalam pelukannya. Dia mengecup keningnku berkali-kali, lalu dia berkata.
"Ayah sangat senang karena kamu mendapatkan nilai terbaik, Ayah juga senang karena kamu mendapatkan beasiswa," kata Ayah.
Oh Tuhan, senyum di bibirkuĀ langsung mengembang. Itu artinya mereka merasa bangga terhadap diriku, mereka bahkan sampai memberikan surprise untukku.
__ADS_1
Tunggu!
Katanya ini surprise, masa hanya dengan menikmati satu kotak kue brownies sih? Memangnya tidak ada kejutan lainnya apa?
Aku melongokkan kepalaku ke dalam rumah, siapa tahu ada kejutan lainnya di sana. Namun, nihil.
Tidak ada apa pun di dalam sana, hanya ada satu kotak kue brownies yang bunda tadi pegang.
"Hei, mencari apa?" tanya Bunda.
Aku langsung tersenyum canggung, karena ketahuan oleh bunda menginginkan surprise yang lainnya.
"Mencari surprise yang lainnya," jawabku jujur.
Bunda dan ayah langsung tertawa dengan terbahak-bahak, mereka bahkan sampai memegangi perutnya.
"Ck! Masa Ayah sama Bunda ngasih surprise hanya dengan satu kotak kue brownies doang," ucapku seraya melenggang pergi meninggalkan mereka.
Aku pun memutuskan untuk melangkahkan kakiku menuju kamar, karena sepertinya kamar merupakan tempat yang paling nyaman untukku saat ini.
Rasanya aku begitu kecewa kepada ayah dan bunda, karena mereka hanya menyiapkan satu kotak kue brownies untukku.
Ya, walaupun itu adalah kue yang sangat aku sukai. Namun, tetap saja aku mengharapkan kejutan yang lebih wah. Sayangnya harapan tidak sesuai dengan ekspektasi.
Namun, baru saja aku melangkahkan kakiku beberapa langkah, ayah langsung menghadang jalanku.
"Ayah masih punya kejutan sama Bunda, kamu duduklah dulu," kata Ayah.
__ADS_1
Senyuman di bibirku langsung melebar mendengar kata kejutan yang lainnya, aku segera duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu.
"Kejutannya apa, Yah? Aku sudah tidak sabar ingin mendengarnya," kataku.
Ayah terkekeh, dia langsung duduk di sampingku. Lalu, dia merangkul pundakku dan menepuk-nepuknya dengan penuh kasih sayang.
"Selama ini kamu selalu berkata ingin mendaki gunung, tapi Ayah tidak perah menyetujuinya. Untuk kali ini, karena kamu sudah membuat Ayah dan Bunda sangat bangga, kamu beserta ketiga teman kamu itu boleh mendaki gunung."
Ayah menyampaikan hal itu dengan raut wajah cemas, dia seolah takut salah dengan apa yang sudah menjadi keputusannya.
Berbeda dengan diriku, mendengar apa yang dikatakan oleh ayah aku benar-benar sangat bahagia.
Bahkan, tanpa canggung aku melompat lalu aku duduk di pangkuan ayah dan memeluknya dengan erat.
****
Kuy lah ramein, jangan lupa like dan komentnya. Terima kasih, sayang kalian. selalu.
Buat Kakak yang akunya aku ss, tolong folback. Aku mau kasih pulsa 20k sebagai ucapan terima kasih untuk kalian, karena sudah memberikan dukungan terbanyak untuk karya Othor yang satu ini.
Jangan lupa kirim no ponsel kalian ya.
__ADS_1