Tumbal Perawan

Tumbal Perawan
Mimpi


__ADS_3

Arumi terlihat sedang duduk sambil melamun, dia masih merasakan nikmatnya hujaman suaminya, Aldo.


Wajahnya terasa memanas kala mengingat kegiatan panas mereka sebelum berangkat kerja, bahkan senyumnya terus saja mengembang kala mengingat begitu manisnya Aldo memperlakukan dirinya.


Rasa penasaran yang dia rasakan sejak kemarin kini telah terobati, akhirnya dia bisa merasakan juga yang namanya nikmatnya bercinta.


Namun, tetap saja dalam hatinya dia bertanya-tanya. Kenapa saat malam pertamanya dia tidak merasakan apa-apa?


Dia benar-benar merasa hilang kesadaran, yang dia rasakan hanya sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya.


Bahkan dia sempat menyangka jika area intinya akan lama sembuhnya, namun ternyata obat yang diberikan oleh Aldo sangatlah manjur.


"Ehm, Dok!" panggilan suster Rika mengagetkan Arumi, dia langsung bangun dan memandang wajah suster Rika dengan tatapan bodohnya.


"Eh? Ya, ada apa?" tanya Arumi.


Suster Rika sebenarnya sudah memanggil Arumi sejak tadi, namun Arumi hanya diam saja.


Dia malah terlihat tersenyum-senyum sendiri seperti sedang membayangkan sesuatu, dia menjadi tak enak hati terhadap Arumi.


"itu, Dok. Sekarang sudah waktunya anda memeriksa pasien di ruang Melati," kata suster Rika mengingatkan.


Arumi seolah tersadar jika dia kini sedang berada di Rumah Sakit, dia harus segera bersiap untuk melakukan tugasnya.


"Ah, iya. Maaf, aku akan segera bersiap." Arumi langsung berjalan dan segera mengambil stetoskop miliknya.


Arumi langsung keluar dari dalam ruangannya, dia langsung mengikuti langkah suster Rika untuk masuk ke dalam ruang Melati.


Di lain tempat.


Reihan terlihat kebingungan, pasalnya sudah sepuluh orang pelanggannya yang mengadu jika makanan andalan yang disajikan tercium bau busuk.


Dari tampilannya makanannya terlihat enak dan juga menggugah selera, namun jika akan disuapkan ke dalam mulut, akan tercium bau busuk.


Reihan benar-benar tidak paham dengan apa yang telah terjadi, kenapa bisa terjadi hal janggal seperti ini terhadap dirinya.


Dia jadi berpikir, mungkinkah ada orang yang tidak menyukai dirinya dan berniat untuk menghancurkan usaha miliknya.


"Astaghfirullahaladzim, maafkan aku ya Allah. Karena aku sudah berprasangka buruk terhadap orang lain," kata Reihan seraya mengusap wajahnya.


Reihan terlihat mondar-mandir tidak jelas, dia benar-benar bingung harus berbuat apa. Dia duduk termenung seraya meremat kedua tangannya secara bergantian.

__ADS_1


"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?" tanya Reihan lirih.


Reihan terlihat melirik jam yang melingkar di tangannya, waktu menunjukkan pukul 09:18. Dia terlihat menghela napas panjang, lalu dia bangun dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Reihan memutuskan untuk segera mengambil wudhu dan melaksanakan shalat dhuha, mungkin dengan seperti itu dia akan mendapatkan petunjuk.


"Ya, Allah berikanlah petunjukmu. Apa yang harus aku lakukan saat ini? Ada apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Reihan lirih.


Reihan terlihat melaksanakan shalat dhuha dengan khusyu, sedangkan Yoga terlihat mengurus pengunjung yang komplen.


Yoga benar-benar tidak menyangka jika usaha bosnya akan dilanda hal seperti ini, menurutnya ini benar-benar tidak wajar. Seperti ada hal gaib yang ikut campur di dalamnya.


Namun Yoga tidak bisa berkata apa-apa, karena dia sangat tahu bahwa Reihan begitu taat kepada agama. Dia tidak pernah berprasangka buruk terhadap orang lain.


Di dalam ruangan Reihan.


Setelah dia melaksanakan shalat duha dan juga mengaji, dia malah ketiduran. Dia duduk di sofa sambil menyandarkan tubuhnya dengan mata yang terpejam.


"Astagfirullah!" pekik Reihan.


Yoga yang kebetulan lewat di depan ruangan Reihan langsung masuk begitu saja, karena kaget dengan pakaian Reihan.


"Maaf, Pak Bos, kalau saya lancang masuk begitu saja. Namun, saya hanya khawatir terhadap keadaan Pak Bos, kata Yoga seraya tertunduk.


"Tidak apa-apa, tadi aku hanya bermimpi," kata Rehan.


"Mimpi? Mimpi apa Pak Bos?" tanya Yoga.


"Entahlah, tadi aku merasa jika Resto milikku begitu kotor sehingga menimbulkan bau busuk dan bau-bau yang tidak sedap. Bagaimana menurutmu, Yoga? Apakah aku harus membersihkan Resto ini?" tanya Reihan.


Untuk sesaat Yoga terdiam, dia memikirkan sebenarnya apa yang terjadi dengan Resto milik bosnya tersebut. Tidak lama kemudian dia pun bersuara.


"Mumpung Restonya lagi sepi, bagaimana kalau kita bersih-bersih saja. Kita bagi-bagi tugas," celetuk Yoga.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Yoga, Reihan nampak mengangguk-anggukan kepalanya.


"Ide yang bagus, kita bikin beberapa kelompok untuk membersihkan Resto baik di dalam dan juga di luar," usul Reihan.


Yoga terlihat senang karena usulnya dapat diterima oleh Reihan, dia terlihat langsung bersemangat.


"Ya, menurut saya itu akan terasa lebih baik," jawab Yoga.

__ADS_1


Reihan kembali menganggukkan kepalanya, dia setuju sekali dengan apa yang dikatakan oleh Yoga.


"Kalau begitu mari kita lakukan," ajak Reihan.


Akhirnya Reihan dan juga Yoga berjalan beriringan, mereka keluar dari dalam ruangan Reihan dan meminta semua karyawan Resto untuk berkumpul.


Dia membagi para pekerjanya menjadi enam kelompok, ada yang bertugas membersihkan dapur. Ada yang bertugas membersihkan lantai bawah, ada juga dua kelompok yang membersihkan lantai atas.


Dua kelompoknya lagi bertugas membersihkan halaman depan Resto dan juga membersihkan halaman belakang Resto.


"Sekarang mulailah bekerja," kata Reihan.


Para karyawan nampak bersemangat untuk menjalankan tugas dari Reihan, sebenarnya mereka juga merasa kasihan karena beberapa hari ini Resto milik Reihan seperti sedang diuji.


Mereka juga merasa khawatir jika Resto milik Reihan akan bangkrut, karena itu artinya mereka tidak akan mempunyai pekerjaan lagi.


"Siap, Pak Bos!" seru para karyawan.


Setelah mendapatkan instruksi dari Reihan, akhirnya semua karyawan nampak menjalankan tugasnya dengan baik.


Reihan dan Yoga, juga nampak membantu dengan mengelap kaca atau hanya sekedar mencari sapu dan kemoceng untuk diberikan kepada para karyawan.


Saat sedang asyik melakukan bersih-bersih, tiba-tiba ada seorang karyawan yang berteriak dari arah belakang Resto, sontak Reihan dan juga Yoga langsung berlari ke arah suara.


"Ada apa?" tanya Reihan.


"Anu Pak Bos, itu," kata seorang karyawan seraya menunjukkan sebuah bungkusan yang menurutnya sangat aneh.


Reihan mengernyitkan dahinya saat melihat bungkusan yang ditunjukkan oleh karyawan tersebut, nampak sebuah kain kafan yang terlipat di balik tumpukan barang yang sudah tidak terpakai.


Dia segera mengambil benda tersebut, saat membuka kain tersebut. Ternyata di dalamnya ada telur busuk penuh dengan belatung, semua karyawan yang melihatnya nampak berteriak.


Berbeda dengan Yoga, dia langsung mengambil benda tersebut. Dia berlari ke arah got yang tak jauh dari Resto dan membuangnya ke sana.


*


*


Masih berlanjut.


Selamat malam kesayangan, selamat beristirahat. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky.

__ADS_1


__ADS_2