Tumbal Perawan

Tumbal Perawan
Manusia Taat Agama


__ADS_3

Aldo terlihat memejamkan kedua matanya dan tidak lama kemudian dia nampak tidur dengan lelap, karena memang obat yang Arumi berikan sudah mulai bekerja.


Aldo terlihat tidur dengan sangat tenang, walaupun kini badannya terlihat melepuh, tapi dia seolah merasa tidak kesakitan karena efek obat penenang yang diberikan oleh Arumi.


Pukul 20.03 malam Aldo terlihat menggeliatkan tubuhnya, dia meregangkan otot-otot lelahnya.


Lalu, dia mengucek matanya. Aldo sempat melirik jam digital yang bertengger di atas nakas, dia tertegun karena ternyata dia tidur sangat lama sekali.


"Ya ampun, aku tidur sangat lama sekali," kata Aldo.


Aldo terlihat diam dalam pemikirannya, tidak lama kemudian dia mengingat jika Arumi pulang di saat sore hari.


Dia jadi bertanya-tanya terhadap dirinya sendiri, apakah Arumi datang untuk menjenguknya?


Kalau saja dia benar datang, maka Aldo merasa sangat bersalah. Karena sebelum dia tertidur, dia mengunci pintu rumahnya.


Sudah pasti kalau Arumi datang tidak akan bisa masuk ke dalam rumahnya tersebut, saat sedang asyik dengan pemikirannya, tiba-tiba saja Nyai Ratu datang.


Dia langsung menghampiri Aldo dan menaiki tubuh Aldo, dia meringis karena lukanya terasa sakit dan panas.


"Kasihan sekali kamu, Sayang. Tenang saja, aku akan membuat kamu sembuh," kata Nyai Ratu. "Tapi, puaskan aku terlebih dahulu."


Setelah mengatakan hal itu, Nyai Ratu nampak melucuti pakaiannya. Tak lupa dia juga membukakan pakaian yang dikenakan oleh Aldo.


Kemudian, Nyai Ratu terlihat menyatukan tubuh mereka tanpa pemanasan. Aldo terlihat memejamkan matanya, antara nikmat dan juga sakit yang dia rasakan saat ini.


Sakit karena lukanya di raba-raba oleh Nyai Ratu, nikmat karena kini Nyai Ratu terlihat sedang menaik turunkan tubuhnya.


Hal itu membuat milik Aldo terasa dicengkram kuat, dimanjakan dan juga dipuaskan.


Sesekali Nyai Ratu terlihat menunduk dan menjilati tubuh Aldo, Aldo terlihat kegelian. tapi sesekali dia juga terlihat meringis kesakitan, begitulah yang terjadi selama tiga jam Nyai Ratu bermain di atas tubuh Aldo.


Nyai Ratu terlihat begitu menikmati permainan yang dia ciptakan sendiri, Aldo hanya menikmati apa yang sedang dilakukan oleh Nyai Ratu terhadap dirinya.


Sebenarnya dia ingin memimpin permainan, bermain dengan dada Nyai Ratu dan memanjakan wanita yang sudah memanjakan dirinya dengan harta dan juga kenikmatan di atas ranjang.

__ADS_1


Namun, rasa sakit dan juga panas membuat dirinya tidak berdaya. Dia hanya terdiam menikmati permainan panas yang Nyai Ratu lakukan padanya.


Pada akhirnya siluman ular itu terlihat memekik karena mendapatkan pelepasannya, Aldo tersenyum saat melihat kepuasan di wajah Nyai Ratu.


Karena terus terang saja, dia juga selalu merasakan hal yang luar biasa jika melakukannya dengan Nyai Ratu.


Namun, jika dibandingkan dengan bermain bersama dengan Arumi, tentu saja milik Arumi sangatlah nikmat.


"Tubuh kamu sekarang sudah sembuh, Aldo," kata Nyari Ratu seraya melepaskan milik Aldo dari tubuhnya.


Aldo langsung bangun dan menatap ke seluruh tubuhnya, ternyata benar saja tubuhnya sudah terlihat normal.


Bahkan wajahnya juga sudah kembali tampan seperti sedia kala, Aldo merasa senang dan juga merasa takjub akan kekuatan dari Nyai Ratu.


Ternyata jilatan dari Nyai Ratu mampu menyembuhkan luka di sekujur tubuh Aldo, ludah siluman ular itu benar-benar manjur, pikirnya.


Aldo tersenyum saat melihat keadaan tubuhnya yang sudah kembali normal, dia langsung bangun dan menatap wajah Nyai Ratu. Dia tersenyum bangga karena Nyai Ratu selalu saja bisa diandalkan.


"Terima kasih, Nyai." Aldo mengelus lembut pipi wanita yang berusia ribuan tahun itu.


Pipinya terasa lebih halus dan juga lebih kencang, bahkan saat Aldo menatap tubuh Nyai Ratu, terlihat lebih mulus dan juga seksi


"Sama-sama Aldo, Sayang." Nyai Ratu tersenyum kecut.


"Ada apa? Kenapa wajah Nyai terlihat seperti sedang kesal?" tanya Aldo.


Aldo terlihat keheranan saat melihat raut wajah Nyai Ratu yang tak seceria seperti biasanya.


"Reihan! Sepertinya, dia terlalu taat terhadap agamanya. Kamu bisa mengerjai dirinya, namun dengan cepat dia bisa mengatasi masalahnya," kata Nyai Ratu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Nyai Ratu, Aldo terlihat berdecak sebal. Kenapa lelaki itu selalu saja bisa mengatasi masalah yang Aldo buat, pikirnya.


"Kenapa bisa gagal, bukannya Nyai sudah meminta tumbal? Kenapa bisa gagal?" tanya Aldo dengan raut wajah kesal.


Padahal Aldo sudah susah payah mencarikan seorang tumbal untuk Nyai Ratu, bahkan dia dengan teganya mempersembahkan seorang anak remaja yang tidak berdosa untuk wanita siluman ular itu.

__ADS_1


Namun, pada kenyataannya Aldo tetap saja kecewa karena pengorbanannya sangat sia-sia. Tidak ada hasilnya, nihil.


"Jangan memberenggut kesal seperti itu, semua itu bukan salahku. Itu salah dirinya yang terlalu taat kepada agama, bentengnya terlalu kuat," kata Nyai Ratu beralasan.


Tentu saja Nyai Ratu tidak mau disalahkan akan hal itu, dia tidak mau disalahkan atas kegagalan yang terjadi.


Namun, tetap saja jika manusia taat terhadap Tuhannya maka dia akan terlindung dari segala marabahaya yang mengintai.


"Tetap saja aku merasa kesal, pengorbananku terasa sia-sia. Aku sudah mempersiapkan tumbal untukmu, namun apa yang aku dapat?" kata Aldo kesal.


Aldo terlihat turun dari tempat tidur, kemudian dia berjalan meninggalkan kamar tersebut menuju kamar miliknya.


Dia akan berjalan tanpa mengindahkan tubuhnya yang masih dalam keadaan polos, dia kesal terhadap wanita siluman ular itu.


Tiba di dalam kamarnya, Aldo langsung masuk ke dalam kamar mandi. Tentu saja tujuan utamanya adalah untuk merendam tubuhnya yang terasa sangat lelah, dengan seperti itu dia berharap pikirannya akan kembali tenang.


"Ck! Sialan, kenapa si Reihan itu terlalu taat terhadap agamanya? Kalau begini bagaimana cara aku untuk menghancurkannya?" kata Aldo seraya membanting botol sabun.


Wajah Aldo terlihat memerah seperti sedang menahan amarah, dia benar-benar kesal saat ini. Sudah capek-capek, pikirnya.


Namun, pengorbanannya terasa sia-sia. Dia terlihat berpikir dengan keras apa yang harus dia lakukan saat ini?


Tidak lama kemudian, bibir Aldo terlihat menyeringai. Dia kini sudah menemukan hal yang bisa membuat dirinya senang.


"Sepertinya aku tidak akan terlalu kecewa, karena besok aku akan menyimpan telur busuk itu di penginapan milik si tua bangka," kata Aldo dengan senyum devilnya.


Setelah setengah jam berendam, Aldo terlihat keluar dari dalam buthup. Dia langsung mengambil kimono mandinya dan memakainya.


Aldo mengambil rokok dan juga pemantik apinya, kemudian dia berjalan menuju ruang tamu. Dia terlihat menyalakan tv, lalu mengambil sebatang rokok dan mulai menyalakannya.


"Aku tidak boleh putus asa, aku harus memikirkan cara agar semuanya bisa berjalan dengan lancar," kata Aldo


*


*

__ADS_1


Masih Berlanjut.


Selamat malam kesayangan, selamat beristirahat. Satu bab untuk menemani sebelum waktu tidur kalian, semoga kalian sehat selalu, murah rezeki dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak.


__ADS_2