Tumbal Perawan

Tumbal Perawan
Kabar Bahagia


__ADS_3

Arumi dan juga Aldo berjalan beriringan menuju lobi Rumah Sakit, mereka benar-benar merasa bahagia karena akhirnya dipercaya kembali untuk menjadi orang tua.


Arumi dan Aldo berjanji akan berusaha untuk menjaga janin yang sudah Allah titipkan, mereka juga berdo'a, semoga Nyai Ratu tidak akan menganggu mereka lagi.


Toh Aldo sudah benar-benar bertaubat, dia sudah tidak pernah lagi melakukan hal yang berhubungan dengan hal ghaib.


Dia kini sudah menjadi manusia yang lebih baik lagi, taat beribadah dan juga seringa berbagi.


Aldo dan Arumi juga merasa sangat senang, karena saat melakukan USG janin Arumi sudah berusia enam minggu.


Janin Arumi sudah sebesar biji kacang merah, sungguh Arumi merasa sangat senang. Dokter Lena berkata jika kandungan Arumi sangat sehat.


Perkembangan janinnya juga sangat baik, bahkan yang membuat Arumi sangat senang, dia tidak pernah merasa mual dan pusing.


Kehamilannya benar-benar membuat Arumi bisa melakukan aktivitasnya tanpa rasa khawatir.


"Aku sangat bahagia, terima kasih sudah mau mengandung benihku. Terima kasih untuk kesempatan kedua yang telah kamu berikan, Sayang." Aldo yang begitu senang nampak mengecup kening istrinya.


"Sama-sama, Mas. Kita harus sama-sama belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi," kata Arumi.


Saat tiba di lobi Rumah Sakit, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Suster Camelia dan juga Reihan yang tengah berjalan beriringan.


"Hey! Kalian sedang apa? Kenapa berdua-duaan seperti itu?" tanya Reihan pada Arumi.


"Ish! Kakak pun sama," jawab Arumi.


Reihan terkekeh mendengar penuturan dari Arumi, karena memang begitulah kenyataannya.


"Iya, iya. Jadi, kamu sedang apa?" kata Reihan.


Arumi tersenyum, lalu dia melihat ke arah Aldo dan Reihan secara bergantian. Setelah itu, dia memandang Reihan dan juga suster Camelia secara bergantian.

__ADS_1


"Aku habis melakukan pemeriksaan kandungan," jawab Arumi senang.


Reihan nampak membulatkan matanya dengan sempurna kala mendengarkan apa yang dikatakan oleh Arumi.


Apalagi saat melihat Arumi yang tengah mengelus lembut perutnya, Reihan tersenyum. Kemudian dia berkata.


"Kami juga akan melakukan pemeriksaan kandungan," kata Reihan seraya merangkul bahu istrinya.


Arumi nampak begitu senang mendengar akan hal itu, lalu dia berkata dengan raut wajah penasaran .


"Benarkah?" tanya Arumi.


"Iya, istriku sudah mengandung selama enam belas minggu. Saat ini waktunya kami untuk melakukan cek kehamilan lagi," kata Raihan.


"Wah, ternyata kalian mendahuluiku," kata Arumi seraya tertawa renyah.


Setelah terjadi obrolan ringan antara Arumi dan juga Reihan, Arumi memutuskan untuk pulang. Binar bahagia terlihat begitu jelas di wajahnya, begitupun dengan Aldo.


Saat tiba di rumah, dia langsung memberitahukan tentang kehamilannya kepada pak Didi.


Walaupun dia sempat tidak setuju dengan pernikahan yang dijalani Arumi dengan Aldo, tapi ternyata Tuhan berkata lain.


Tuhan memang menakdirkan Aldo dan juga Arumi untuk bersatu, sekuat tenaga dia memisahkannya, tetap saja dia tidak bisa.


Kini dia merasa jika Aldo dan juga Arumi memang ditakdirkan untuk bersama, tidak ada yang bisa melawan takdir.


"Selamat, ya, Sayang. Semoga kamu dan calon bayimu sehat selalu," kata Pak Didi.


"Aamiin," jawab Aldo dan Arumi.


Setelah Arumi dinyatakan hamil, hari-hari yang Aldo dan juga Arumi lalui terasa lebih menyenangkan.

__ADS_1


Apalagi kini usaha Aldo semakin maju, rasanya Tuhan benar-benar baik karena saat ini Aldo benar-benar diberikan limpahan kebahagiaan.


Baik dari segi materi, ataupun dari nikmat Tuhan yang selalu diberikan tanpa berkesudahan.


Setiap bulan Aldo dan juga Arumi akan menyisihkan uang untuk berbagai dengan anak yatim dan juga anak-anak jalanan.


Sebagai bentuk rasa bersalahnya, Aldo bahkan sempat menemui Arya. Dia ingin memastikan bagaimana keadaan dari anak tersebut.


Aldo merasa sangat bersyukur karena ternyata anak itu hidup dengan baik, bahkan saat Aldo datang ke rumahnya, rumahnya yang dulu terlihat seperti gubuk kini terlihat lebih baik.


Banyak warga yang merasa kasihan karena dia hidup sendirian, akhirnya memberikan bantuan berupa makanan dan mater.


Mereka membantu anak itu memperbaiki rumah tersebut, anak itu bisa hidup dengan layak.


Saat Aldo bertanya tentang pernahkah dia menemukan uang banyak di dalam rumahnya, anak itu hanya berkata pernah.


Namun, dia menyumbangkan uang itu ke masjid. Karena dia merasa jika Itu bukan uangnya, Aldo merasa bangga terhadap anak itu. Karena dia begitu tegar.


Bahkan Aldo berjanji akan membiayai anak tersebut, semua itu dia lakukan sebagai bentuk penebus rasa bersalahnya.


Tentu saja Aldo tidak menjelaskan alasannya, kenapa Aldo melakukan tersebut. Karena dia takut dirinya akan dibenci saat mengakui kesalahannya kepada anak tersebut.


"Mas!"


"Hem," jawab Aldo.


"Satu minggu lagi aku mau mengadakan acara nujuh bulanan, boleh, kan?" tanya Arumi.


"Boleh, Mas justru senang. Nanti Mas undang anak-anak jalanan sama anak yatim, ya? Kita berbagi," kata Aldo.


"Iya, Mas," jawab Arumi.

__ADS_1


**///


Masih berlanjut, jangan lupa tinggalkan jejak.


__ADS_2