Tumbal Perawan

Tumbal Perawan
Aldo Kebingungan


__ADS_3

Aldo dan Arumi masih saja tetap saling diam, walaupun tinggal satu rumah, tapi tidak ada yang memulai pembicaraan.


Aldo sempat mendekati Arumi dan ingin berbicara kepadanya, namun Arumi selalu menghindarinya.


Arumi seolah begitu kecewa terhadap Aldo, pada saat waktu makan tiba pun mereka hanya saling diam.


Mereka menikmati makan malam tanpa ada yang berbicara, padahal Arumi sudah mengambil cuti tiga hari untuk menikmati masa pengantinnya.


Sayangnya, malah kekecewaan yang dia dapat. Dia benar-benar merasa kecewa, karena sudah dua kali mendengar Aldo mengerang seolah sedang bercinta dengan wanita lain.


Selepas makan malam, Arumi langsung masuk ke dalam kamar milik Aldo. Dia melakukan salat isya dan langsung merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah.


Bukan hanya tubuhnya saja, tapi juga pikiran dan hatinya. Aldo membiarkan Arumi sendirian di dalam kamar, dia ingin membiarkan istrinya tertidur terlebih dahulu. Setelah itu, baru dia akan menyusul istrinya, pikirnya.


Kini, dia duduk di ruang keluarga seraya menonton TV. Dia terdiam dengan mata yang terus tertuju pada TV, namun tidak dengan pikirannya.


Pukul 23:01 malam tiba, Aldo memutuskan untuk mematikan tv-nya. Lalu, dia masuk ke dalam kamarnya.


Saat dia masuk ke dalam kamarnya, dia merasa sangat kaget. Karena dia melihat Arumi yang tertidur dengan sangat lelap, namun di atas tubuhnya ada ular.


Ular itu terlihat begitu nyaman tidur bersama dengan Arumi, bahkan kepalanya terlihat bersandar di perut istrinya, Arumi.


Aldo segera mengambil sapu, dia berharap dengan batang sapu yang dia pegang dia bisa menyingkirkan ular tersebut.


Namun, saat gagang sapu tersebut hendak menyentuh ular itu, tiba-tiba saja ular itu terbangun dan menatap Aldo dengan tajam.


Tidak lama kemudian, ular itu nampak turun dari tempat tidur dan berubah menjadi Nyai Ratu.


Aldo terlihat begitu kaget, bahkan dia terlihat memundurkan kakinya beberapa langkah. Dia tidak menyangka jika Nyai Ratu kini berada di sana.


"Ny--Nyai, Nyai sedang apa di sini? Kenapa Nyai tidur bersama dengan Arumi?" tanya Aldo.


Nyai Ratu nampak tersenyum sinis, kemudian dia mendorong tubuh Aldo hingga keluar dari kamar miliknya sendiri.


"Kamu dengar Aldo, sebentar lagi malam satu suro. Aku ingin meminta tumbal kepadamu, namun aku tidak ingin tumbal perawan." Nyai Ratu menyeringai.

__ADS_1


"Maksudnya, bagaimana?" tanya Aldo.


Dia terlihat bingung, dua bulan lagi memang bulan Suro akan datang. Itu tandanya dia harus memberikan tumbal kepada Nyai Ratu.


Namun, Aldo merasa bingung. Karena Nyai Ratu tidak meminta tumbal perawan, Aldo jadi bertanya-tanya dalam hatinya.


"Maksudku, aku ingin tumbal yang lain," kata Nyai Ratu dengan senyum iblisnya.


Aldo semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Nyai Ratu, karena pada perjanjian awalnya Nyai Ratu ingin ditumbalkan seorang perawan setiap malam satu suro.


"Maksudnya seperti apa? Aku tidak mengerti, tolong jelaskan!" kata Aldo.


Nyai Ratu menyeringai, dia mengelilingi tubuh Aldo yang terlihat menegang. Kemudian, dia memeluk Aldo dari belakang dan mengusap dada pria itu dengan lembut.


Lalu, dia mencondongkan tubuhnya dan menyadarkan dagunya di pundak Aldo. Dia gigit cuping telinga Aldo, lalu dia berkata.


"Aku ingin kamu menumbalkan anak kandungmu," kata Nyai Ratu.


Aldo terkesiap, dia benar-benar kaget dengan apa yang dikatakan oleh Nyai Ratu. Namun, tunggu dulu. Maksudnya apa dengan anak kandung?


Aldo memang sudah menikah Siri sejak sebulan yang lalu dengan Arumi, namun dia belum memiliki anak kandung bersama dengan Arumi.


"Maksudnya itu, seperti apa? Bagaimana bisa aku mempunyai anak kandung? Sedangkan aku baru saja menikah dengan Arumi," kata Aldo.


Nyai Ratu terlihat melerai pelukannya, dia kembali mengitari tubuh Aldo. Lalu, dia berhenti tepat di hadapannya.


"Di dalam perut istrimu sedang tumbuh janin yang sangat manis, aku menginginkannya. Janinnya sangat wangi," kata Nyai Ratu.


Aldo masih diam membeku, dia belum bisa mencerna apa yang dikatakan oleh Nyai Ratu tersebut.


"Jangan bengong bodoh! Itu artinya, istrimu sedang hamil dan aku mau kamu menumbalkan janin yang ada di rahim istri kamu untukku. Dengan seperti itu, kekayaan yang kamu dapatkan akan lebih melimpah lagi. Tidak ada bandingannya dengan apa pun," kata Nyai Ratu.


Aldo terlihat memundurkan kakinya beberapa langkah, dia benar-benar syok dengan apa yang didengarnya kali ini.


"Maksud Nyai Ratu, Arumi tengah hamil?" tanya Aldo.

__ADS_1


"Iya," jawab Nyai Ratu seraya mengagukkan kepalanya.


"Jadi istriku sedang mengandung benihku?" tanya Aldo dengan senyum bahagia di bibirnya.


"Ya, dia sedang mengandung benihmu. Aku mau kamu menumbalkan janin itu untukku," kata Nyai Ratu.


Sirna sudah senyum di bibir Aldo, dia benar-benar tidak menyangka jika Nyai Ratu menginginkan janin yang ada di dalam perut istrinya.


Bahkan, janin yang masih berbentuk seperti gumpalan darah saja sudah dia minta. Aldo benar-benar tidak habis pikir akan hal itu.


"Tapi, Nyai. Kenapa harus janin yang Arumi kandung? Aku bisa mencarikan banyak perawan untukmu, yang penting kamu jangan mengambil janin yang berkembang di perut istriku. Aku menginginkannya, aku ingin melihat dia tumbuh dan lahir dari rahim istriku," kata Aldo.


Nyai Ratu terlihat menggelengkan kepalanya, tentu saja janin yang ada di perut Arumi lebih enak. Bisa membuat wajahnya lebih awet muda.


"Aku menginginkannya, karena janin yang istri kamu kandung akan terasa sangat manis daripada perawan manapun," kata Nyai Ratu.


Aldo membeku, dia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dia dengar. Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini, dia bingung.


Aldo berlutut, dia menyembah kaki Nyai Ratu. Dia memohon dan mengiba, lalu berkata.


"Kumohon, Nyai. Berikan aku kesempatan untuk aku melihat anakku berkembang di dalam perut istriku, tolong beri kesempatan untuk Arumi melahirkannya. Aku ingin mempunyai keturunan dengan Arumi," katw Aldo.


Nyai Ratu tertawa terbahak-bahak, dia merasa lucu dengan apa yang diminta oleh Aldo. Nyai Ratu memundurkan tubuhnya, lalu dia berkata.


"Aku tidak peduli seperti apa pun kamu mengiba, aku tidak akan pernah mengabulkan keinginanmu," kata Nyai Ratu.


Setelah mengatakan hal itu, Nyai Ratu terlihat menghilang dari pandangan Aldo. Aldo yang merasa sangat frustasi langsung berteriak.


"Aaargh! Dasar wanita sialan, aku tidak sudi melakukan hal itu. Aku tidak mungkin mengorbankan anakku, aku tidak bisa." Aldo menangis, dia meraung seperti orang kesakitan.


Dia menjambak rambutnya dengan kasar, dia merasa kesal karena baru saja dia mengetahui kehamilan istrinya. Namun, Nyai Ratu sudah memintanya.


"Mas! Mas Aldo kenapa?"


Arumi yang mendengar teriakan Aldo langsung terbangun dan keluar dari dalam kamar, dia begitu kaget saat melihat keadaan Aldo yang begitu kacau.

__ADS_1


****


Masih berlanjut, yuk ramein lagi dengan koment kalian.


__ADS_2