
Hati wanita mana pun pasti sangat sakit jika diselingkuhi, hal itulah yang kini Arumi alami. Walaupun tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri, Arumi merasa hati Aldo sudah terbagi.
Kalau memang Aldo merasa dirinya kurang dalam melayani suami, Arumi akan belajar dan berusaha untuk menjadi istri yang baik.
Perasaan Arumi benar-benar tidak menentu, dia terlihat langsung mandi dengan cepat. Dia sudah tidak ingin berlama-lama lagi tinggal di hotel itu.
Selepas mandi, Arumi langsung memakai baju dengan rapi. Beruntung baju yang dia bawa belum dikeluarkan dari dalam koper, jadi dia tidak perlu merapikan bajunya dengan Aldo.
Mereka berencana akan menghabiskan waktu selama tiga hari, namun Arumi sudah tidak ingin lagi berada di sana.
"Yang!"
Hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Aldo, lidahnya seakan kelu untuk berkata-kata lagi. Dia hanya bisa menatan Arumi dengan tatapan nanarnya.
"Aku mau pulang, kalau kamu masih mau di sini, masih mau memadu kasih dengan selingkuhan kamu ya, terserah!" kata Arumi ketus.
Arumi terlihat menyeret koper, lalu keluar dari dalam kamar pengantin merek. Aldo hanya bisa mengusap wajahnya dengan frustasi, dia tidak menyangka jika kejadiannya akan seperti ini.
"Sial!" rutuk Aldo.
Selepas kepergian Arumi, Aldo langsung masuk ke dalam kamar mandi. Lalu, dia membersihkan tubuhnya.
Dia juga ingin pulang dan meminta maaf secara langsung kepada Arumi, tidak mungkin dia masih tinggal di dalam kamar hotel sedangkan Arumi sudah pulang.
Tiba di lobi hotel, Arumi langsung menaiki taksi online yang sudah dia pesan. Awalnya Arumi ingin sekali pulang ke rumah pak Didi, karena dia merasa sangat kesal terhadap Aldo.
Namun, jika pulang ke rumah bapaknya, pasti bapaknya akan curiga tentang keadaan rumah tangganya.
Arumi tidak ingin ditertawakan, dia baru saja menikah dengan lelaki pilihan hatinya. Lelaki yang tidak direstui oleh orang tuanya, namun kini mereka sudah bertengkar.
Arumi tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi, Arumi tidak ingin bapaknya tahu jika dirinya kini telah bersitegang dengan Aldo. Akhirnya, walaupun merasa sangat kesal, Arumi tetap pulang ke rumah Aldo.
Tiba di rumah Aldo, Arumi langsung masuk dan membanting koper yang dia bawa di dalam ruang tamu.
Sebelum mereka menikah kembali, Aldo memang memberikan kunci cadangan kepada Arumi dan Arumi merasa bersyukur atas hal itu.
Karena dengan seperti itu, Arumi bisa dengan mudah masuk ke dalam rumah Aldo. Arumi berteriak seperti orang kesetanan, dia meluapkan emosinya yang sejak tadi dia tahan.
__ADS_1
"Aaaargh! Aldo sialan, siapa perempuan itu?!" teriak Arumi.
PRANG!
Sebuah pas bunga dia lempar dengan penuh emosi, dia tidak menyangka jika hubungannya dengan Aldo akan manjadi seperti ini.
Kembali dia membanting beberapa barang yang ada di ruangan tersebut, dia benar-benar emosi.
"Aargh!" kembali Arumi berteriak.
Tubuh Arumi luruk ke lantai, dia duduk seraya menekuk kedua kakinya. Dia peluk lalu dia sandarkan dagunya di kedua lututnya.
Arumi menangis sesenggukan, air matanya begitu mengalir dengan deras. Sedih sekali yang dia rasakan saat ini, dia tidak menyangka jika hal ini akan terjadi kepada dirinya.
Saat sedang asyik menikmati kesedihannya, tiba-tiba saja dia teringat akan kamar belakang yang ada di rumah Aldo.
Dia menjadi curiga, jangan-jangan Aldo memang mempunyai wanita simpanan dan kamar itu selalu dia gunakan untuk bercinta dengan selingkuhannya itu.
Karena dulu juga Arumi pernah mendengar suara rintihan perempuan dan rasanya sangat sama suaranya dengan yang ada di dalam kamar mandi hotel.
"Jangan-jangan... aku harus membuktikannya," kata Arumi.
Tiba di depan kamar Nyai Ratu, Arumi berusaha untuk membuka pintu kamar tersebut. Sayangnya dia tidak bisa membukanya.
Dia mencoba mendobrak pintu kamar tersebut, namun sialnya pintu itu terlalu kokoh. Bahkan bahunya terasa sakit karena dia benturkan beberapa kali.
"Arrghh! Aku menyerah, lebih baik aku mencari tahu kunci kamar ini saja tanpa sepengetahuan mas Aldo," kata Arumi.
Arumi yang merasa lelah akhirnya memutuskan untuk ke dapur, dia mengambil air minum dan duduk di salah satu bangku yang ada di sana.
"Yang, kamu di sini?" tanya Aldo.
Arumi menolehkan wajahnya ke asal suara, ternyata suaminya Aldo sudah menyusul. Arumi tidak menjawab pertanyaan Aldo, dia hanya menatap suaminya dengan tatapan penuh emosi, mulutnya terlihat terkunci rapat.
"Yang! Maafkan aku, tapi aku... aku...."
Aldo terlihat tidak bisa melanjutkan kata-katanya, ingin sekali dirinya berkata 'aku tidak selingkuh'.
__ADS_1
Namun, pada kenyataannya dia memang sudah menduakan Arumi dengan Nyai Ratu. Bahkan, beberapa bulan sebelum mereka menikah.
Arumi tetap terdiam, dia hanya duduk dengan menatap kesal ke arah Aldo. Aldo berjalan dengan perlahan untuk menghampiri Arumi, lalu dia berlutut tepat di kaki istrinya.
Dia memeluk kaki Arumi dengan erat, namun Arumi terlihat duduk tenang dan hanya menatap sekilas wajah Aldo dan membuang pandang.
Tidak lama kemudian, air mata Aldo nampak turun membasahi kedua pipinya, bahkan menetes sampai ke kaki Arumi.
Arumi bisa melihat jika Aldo begitu menyesal, namun rasa marah di dalam hatinya belum juga mereda.
"Maaf, Yang. Maafkan Mas, Mas juga tidak tahu kenapa Mas bisa berada di dalam kamar mandi." Aldo berbohong.
Sebenarnya Aldo ingin sekali mengaku jika dirinya sudah memuja Nyai Ratu, namun dia tidak mungkin mengaku kepada Arumi.
Karena Aldo sangat yakin jika Arumi pasti akan pergi meninggalkan dirinya, apalagi Arumi pernah berkata jika dirinya tidak apa-apa hidup susah dengannya yang oenting saling mencintai.
Hari ini Aldo akan berusaha untuk mendapatkan maaf dari Arumi, tidak apa pikirnya dia berbohong. Untuk urusan Nyai Ratu, biar nanti saja pikirnya.
"Maaf, Yang. Tapi serius loh, Yang. Aku tidak berselingkuh dengan manusia manapun," kata Aldo.
'Hanya menjadi budak Nyai Ratu, dia bukan manusia.' Aldo mensugesti dirinya di dalam hati.
"Aku tidak percaya," kata Arumi cepat.
Aldo terlihat mendongakkan kepalanya, kemudian dia menatap wajah Arumi dengan lekat. Pandangan mata mereka bertemu dan untuk sesaat mereka saling mengunci pandang.
"Aku sangat mencintai kamu, tidak mungkin aku menduakan kamu walau aku bertemu dengan manusia yang tercantik sekalipun,'' kata Aldo.
Aldo begitu gigi sekali, dia terus saja merayu Arumi untuk memercayai dirinya, sayangnya Arumi hanya diam saja.
Sesekali Arumi terlihat menghembuskan napas berat, rasanya dia tidak ingin bicara dulu karena masih merasa sangat kesal terhadap Aldo.
Aldo paham, dia bangun dan langsung memeluk istrinya.
"Aku tahu kamu hanya butuh waktu untuk sendiri, aku akan memberi kamu waktu," kata Aldo.
****
__ADS_1
Masih berlanjut....
Maaciw buat kalian yang selalu setia mampir dan meninggalkan koment, karena itu merupakan penyemangat buat Othor.