Tumbal Perawan

Tumbal Perawan
Benarkah Itu?


__ADS_3

Setelah sarapan Aldo dan juga Arumi berpamitan untuk pergi ke Rumah Sakit, awalnya pak Didi terlihat khawatir.


Dia takut terjadi sesuatu terhadap anak dan juga menantunya. Namun, setelah Arumi menjelaskan, akhirnya pak Didi mengizinkan.


Dia turut mendo'akan, semoga Aldo dan Arumi segera diberikan momongan oleh Sang pencipta. Setelah berpamitan kepada pak Didi, akhirnya mereka pun langsung ke Rumah Sakit.


Tentu saja dia sudah memiliki janji temu dengan dokter kandungan sekaligus sahabatnya, dokter Lena.


Tiba di Rumah Sakit Aldo dan Arumi langsung masuk ke dalam ruangan dokter Lena, dokter Lena nampak tersenyum karena melihat Arumi yang terlihat begitu antusias ingin memeriksakan kondisi rahimnya.


Tentu saja dokter Lena juga berdo'a semoga keinginan dari sahabatnya tersebut segera terlaksana.


Pernah kehilangan janin yang dia kandung dan dia harapkan pasti akan sangat sakit, semoga saja saat kini Arumi sudah hamil. Itulah yang dokter Lena panjatkan kepada sang Khalik.


"Pagi, Dok. Mau langsung periksa atau gimana?" tanyaDokter Lena.


"Sepertinya aku mau langsung periksa saja, soalnya aku sudah sangat tidak sabar," kata Arumi seraya tersenyum.


Dokter Lena terlihat ikut tersenyum ke arah Arumi dan juga Aldo, lalu dia berkata.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu langsung kita periksa saja. Dokter Arumi bisa langsung tiduran di atas bad pasien," kata Dokter Lena.


Arumi menurut, dia merebahkan tubuhnya dia tas bad pasien. Aldo dengan setia menemani, dokter Lena tersenyum. Lalu, dia mulai memeriksakan tensi darah Arumi.


Setelah itu, dia juga mulai mengecek denyut nadinya. Lalu, dokter Lena nampak tersenyum dan menyuruh Arumi untuk melakukan tes urine.


Denyut nadi Arumi sangat lemah, dokter Lena curiga jika Arumi memang benar-benar sedang mengandung.


Maka dari itu dia meminta Arumi untuk melakukan tes urine dengan secepatnya, agar dia segera tahu jika sahabatnya itu memang sedang mengandung.


Arumi menurut, apa pun itu akan dia lakukan. Yang penting dia tahu hasilnya bagaimana. Mendapatkan tespek dari dokter Lena, Arumi nampak masuk ke dalam kamar mandi.


Jika memang Arumi belum mengandung dia tidak mengapa, karena pada dasarnya manusia hanya bisa berencana tetap Tuhanlah yang menentukan.


Lima menit kemudian, Arumi nampak keluar dengan membawa tespek tersebut dan menunjukkannya ke arah dokter Lena.


Senyum lebar terukir dari bibir dokter Lena dan juga Arumi, Aldo menjadi tidak sabar ingin mengetahui bagaimana hasilnya.


"Bagaimana hasilnya, Sayang?" tanya Aldo.

__ADS_1


Arumi langsung menunjukkan tespek dengan garis dua berwarna biru di tangannya, Aldo terlihat sangat bahagia saat mengetahui jika Arumi kini tengah mengandung.


Saking bahagianya, Aldo bahkan sampai menggendong Arumi dan membawanya untuk berputar-putar.


Dokter Lena sampai menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah dari Aldo tersebut, tapi dia paham jika Aldo dan juga Arumi memang sama-sama sedang merasa bahagia.


Setelah puas berputar-putar, Aldo terlihat mendudukan Arumi kembali dengan penuh kehati-hatian.


"Benarkah, ini? Jadi, aku akan menjadi Ayah?" tanya Aldo dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Iya, selamat ya, kalian akan menjadi orang tua. Untuk mengetahui berapa Minggu usia janin yang ada di dalam kandungan Dokter Arumi, kita akan melakukan USG," kata Dokter Lena.


Aldo dan Arumi langsung menganggukkan kepalanya, tentu saja mereka setuju dengan apa yang diusulkan oleh dokter Lena.


Karena dengan seperti itu mereka akan mengetahui seperti apa janin yang dikandung Arumi, mereka akan segera tahu sebesar apa gumpalan darah yang kini sedang berkembang di dalam rahim Arumi.


***


Masih berlanjut, kuy ramein kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2