
Aldo ingin sekali berkata jika Nyai Ratu hanyalah ladang uang untuk dirinya, Aldo ingin sekali berkata jika dia sengaja memuja Nyai Ratu hanya untuk memperkaya dirinya.
Tujuan utamanya tentu ingin mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya agar dia bisa meminang Arumi, pujaan hatinya.
Lalu, dia juga tidak ingin lagi menjadi bahan hinaan di mata orang lain karena dia yang tidak memiliki harta.
Rasanya sudah sangat cukup selama ini dirinya dipandang rendah oleh orang lain, rasanya sudah cukup selama ini Aldo menjadi orang miskin dan tidak berharga.
Apalagi Aldo yang memang ditinggalkan sejak kecil oleh ibunya, hal itu membuat Aldo sering menjadi bahan gunjingan oleh para tetangganya.
Namun saat melihat tatapan tajam dari Nyai Ratu, nyali Aldo langsung menciut. Dia tidak berani mengutarakan semua ya g ada di dalam pikirannya.
"Bagaimana, Aldo? Kamu mau kan berbagi kasih sayang denganku dan juga Arumi?" tanya Nyai Ratu.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Nyai Ratu, Aldo seakan tersadar dari lamunannya. Dia langsung menegakkan tubuhnya dan menatap wajah Nyai Ratu dengan lekat.
"I--iya, Nyai. Tapi aku ngga bisa janji untuk adil, karena aku tidak mau sampai Arumi tahu jika aku adalah pemujamu, Nyai." Aldo menelan salivanya dengan susah.
Tatapan Nyai Ratu terlihat begitu tajam, bahkan kini matanya terlihat semakin memerah. Nyai Ratu seakan begitu kesal dengan apa yang dikatakan oleh Aldo, namun ada benarnya juga dengan apa yang dikatakan oleh Aldo.
Jika Arumi memang tidak boleh mengetahui tentang pesugihan yang Aldo lakukan, dia juga merasa takut jika Arumi nanti akan berbicara kepada orang lain, bisa tamat riwayatnya.
Apalagi Arumi sudah berhubungan sangat lama dengan Aldo, takutnya jika Arumi mengetahui Aldo yang memuja dirinya, Arumi akan berusaha untuk membuat Aldo terpisah dari dirinya.
Hal itu sangat tidak diinginkan oleh Nyai Ratu, karena walau bagaimanapun juga hubungan Aldo dan dirinya adalah hubungan simbiosis mutualisme.
Hubungan yang saling menguntungkan, Aldo membutuhkan harta yang banyak untuk memperkaya dirinya. Begitupun dengan Nyai Ratu, dia mendapatkan untung karena selalu mendapatkan kepuasan dari Aldo.
Bahkan, dirinya bisa terlihat lebih cantik dan juga lebih muda karena Aldo mampu memberikan tumbal perawan untuk dirinya.
Usia yang seharusnya membuat wajahnya keriput, tua, jelek dan juga mengerikan, hal itu tidak terjadi kepada dirinya. Karena Aldo mampu memberikan tumbal untuk dirinya, tumbal perawan.
"Baiklah, aku setuju. Tapi, jangan terlalu sering mengabaikan aku. Aku tidak suka," kata Nyai Ratu.
"Iya, aku janji. Untuk dua malam ini, Arumi tidak ada di rumah. Kita bisa terus berduaan," kata Aldo.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh Aldo, Nyai Ratu terlihat tersenyum senang. Dia langsung menghampiri Aldo, menarik lembut tangan Aldo dan mengajaknya untuk naik ke atas ranjang.
Tentu saja hal yang paling diinginkan oleh Nyai Ratu adalah memadu kasih dengan Aldo. Karena dengan seperti itu, dia akan terlihat lebih cantik lagi.
Tentunya, dia juga akan merasa sangat puas dan badannya akan terasa lebih segar dengan servis yang selalu Aldo berikan untuk dirinya.
"Aku mau sekarang, jangan tunda lagi. Aku mau kamu puaskan," kata Nyai Ratu dengan tangan yang sibuk melucuti pakaian miliknya Aldo.
Aldo tersenyum dengan apa yang diminta oleh Nyai Ratu, karena permintaan dari siluman ular tersebut tidak pernah jauh dari hal itu.
Namun, tidak bisa dia pungkiri. Jika permainan yang selalu menguras tenaganya itu, juga selalu saja membuat dirinya melayang. Aldo juga menyukainya.
"Puaskan aku, Aldo. Masuki tubuhku dengan keperkasaanmu, buat aku merintih karena nikmatnya bercinta denganmu. Aku mau semalaman ini kamu memaduk kasih denganku," kata Nyai Ratu.
Siluman ular itu terlihat seperti pengemis yang sudah dua hari tidak makan, dia terlihat seperti orang yang kelaparan dan rela mengambil makanan bekas dari tong sampah.
"Baiklah, aku akan membuatmu puas, Nyai." Aldo langsung membuka kain yang menutupi tubuh Nyai Ratu.
Aldo mulai mencumbui Nyai Ratu, mulai dari kecupan, ciuman, sampai permainan liar yang dilakukan oleh tangan dan lidahnya.
Dia terlihat menggeliatkan tubuhnya karena Aldo terus saja bermain di area inti Nyai Ratu, nikmat, geli dan juga terasa ingin segera dihentak dengan milik Aldo. Itulah yang Nyai Ratu rasakan.
"Ah, aku tidak tahan. Ayo Aldo," pinta Nyai Ratu.
Aldo tersenyum, dia menegakkan tubuhnya. Lalu dia mensejajarkan tubuhnya dengan Nyai Ratu. Dia lalu memiringkan wajahnya dan berbisik tepat di telinga Nyai Ratu.
"Mau sekarang?" tanya Aldo.
"He'em," jawab Nyai Ratu seraya menganggukan kepalanya.
"Seperti yang kamu inginkan, Nyai." Aldo langsung menyatukan tubuhnya dengan tubuh Nyai Ratu.
Mendapatkan serangan tanpa aba-aba dari Aldo, Nyai Ratu langsung memekik tertahan. Bahkan tangannya terlihat mencengkram kuat pundak Aldo.
Beberapa saat kemudian, dalam ruangan tersebut terdengar sangat berisik sekali. Nyai Ratu terus saja berteriak saat Aldo menghujam miliknya, bukan karena kesakitan.
__ADS_1
Namun, dia begitu menikmati permainan yang disuguhkan oleh Aldo. Aldo selalu saja sanggup membuat dirinya terbang melayang sampai ke langit ke tujuh.
Walaupun pada kenyataannya, memang Nyai Ratu selalu membuat Aldo setengah sadar saat menggauli dirinya.
Karena normalnya, manusia sehebat apa pun, tidak akan ada yang mampu bercinta sampai semalam suntuk tanpa jeda.
***
Aldo merasa jika dirinya belum lama tertidur, matanya masih terasa sepat dan kepalanya terasa sangat berat dan juga sakit.
Namun, bel pintu yang berbunyi terus-menerus membuat Aldo merasa terganggu. dengan malas Aldo berusaha untuk membuka matanya.
Dia menggeliatkan tubuhnya dan bangun dengan raut wajah yang sangat kesal. Dia sandarkan tubuhnya dan dia gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
"Siapa sih pagi-pagi ganggu banget!" kata Aldo menggerutu.
Aldo yang masih bertelanjang bulat, terlihat mengambil kimono mandinya dan langsung memakainya.
Setelah bergumul dengan Nyai Ratu, Aldo merasa sangat kelelahan. Dia langsung tertidur dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
Dia berjalan dengan langkah malas menuju pintu utama, saat pintu utama terbuka. Nampaklah seorang pria paruh baya yang sedang berdiri di depan Aldo.
"Pa--man? Paman Alan, datang sama siapa? Kenapa datang sepagi ini?" tanya Aldo gugup.
Lelaki paruh baya yang disebut 'paman' oleh Aldo tersebut, terlihat diam dengan ekspresi wajah yang datar..
Dia diam seraya memperhatikan penampilan Aldo dari atas kepala sampai ujung kaki, Aldo terlihat benar-benar berantakan.
Rambutnya terlihat acak-acakan, bahkan kimono mandi yang dia pakai pun terlihat terbalik.
Pria paruh baya itu terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat penampilan dari keponakannya tersebut, dia tidak menyangka jika keadaan Aldo akan seteledor itu.
***
Masih Berlanjut....
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak, yes. Dukungan kalian adalah penyemangat untuk Othor, kalian luar biasa.