Tumbal Perawan

Tumbal Perawan
Stoke Ringan


__ADS_3

Pak Didi bergeming, dia hanya diam saja tanpa mengatakan apa pun. Arumi terlihat mengguncang tubuh bapaknya, namun dia tetap diam membeku.


Arumi benar-benar tidak tahu lagi apa yang harus dia katakan, Arumi tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan agar bapaknya mau memaafkan dirinya.


Kini, nasi sudah menjadi bubur. Dia sudah menikah Siri dengan Aldo, dia hanya berharap bapaknya mau memaafkan dirinya dan tentunya mau merestui hubungannya dengan Aldo.


Karena walau bagaimanapun juga, kini Arumi sudah resmi menjadi istri Aldo. Walaupun hanya secara agama saja, tetap saja pernikahan mereka sah di mata Tuhan.


"Pak, Bapak! Tolong bicara, jangan diam terus seperti ini. Arumi bingung, Arumi tahu Arumi salah. Tapi, Arumi mohon, maafkan Arumi, Pak." Arumi menangis sesenggukkan.


Perlahan tubuh pak Didi terlihat melemas, tubuhnya merosot ke lantai dan dia tidak sadarkan diri.


Arumi menjerit histeris, hal itu memancing orang-orang yang ada di luar untuk melihat keadaan di dalam ruangan tersebut.


Dua orang pelayan langsung masuk dan menghampiri Arumi, mereka terlihat khawatir saat melihat kondisi pak Didi.


"Ada apa ini, Nona? Ada apa dengan bapaknya, Nona?" tanya salah satu pelayan tersebut.


"Tolong, tolong bapak saya. Tolong bantu saya untuk membawanya ke Rumah Sakit, dia pingsan," kata Arumi.


"Ya, baik Nona." kedua pelayan tersebut membantu Arumi untuk membawa pak Didi ke Rumah Sakit.


Setelah sampai di Rumah Sakit, tak lupa selain mengucapkan terima kasih, Arumi juga membayar makanan yang sudah dia pesan beserta uang tips untuk kedua pelayan tersebut.


Arumi yang sangat kalut, resah, gundah dan juga takut pada akhirnya dia meminta dokter lain untuk memeriksa kondisi kesehatan bapaknya.


Dalam keadaan seperti ini, Arumi tidak berani memeriksakan kesehatan dari pak Didi. Takutnya dia akan gugup dan salah mendiagnosa.


"Bagaimana kondisi kesehatan bapak saya?" tanya Arumi.


"Dia terkena struk ringan, Dok,'' jawab Dokter Siska.


"Oh, ya Tuhan! Maafkan aku, Pak." Arumi langsung memeluk tubuh bapaknya.


Arumi menangis histeris sambil memeluk bapaknya, dokter Siska bahkan sampai menepuk-nepuk pundak Arumi agar bisa bersabar.


Ini adalah ujian dari Tuhan, bentuk kasih sayang Tuhan terhadap umatnya. Tidak usah menangis, hanya perlu bersabar dan berdo'a.


"Jangan menangis seperti itu, Dok. Dokter Arumi harus kuat, karena bapak anda butuh penyemangat hidup. Jika anda saja sudah terlihat lemah seperti ini, bagaimana nanti dengan kondisi kesehatan pak Didi?" Kata Dokter Siska.


Arumi terlihat melerai pelukannya, dia mencoba untuk menguatkan diri. Dia sebisa mungkin mencoba untuk tidak menangis, walaupun dalam hatinya dia merasa sangat bersalah.

__ADS_1


Pak Didi kini mengalami stroke ringan karena ulahnya, pasti pak Didi merasa sangat kaget karena kini dia mengetahui jika dirinya sudah menikah dengan Aldo.


"Aku minta izin untuk keluar sebentar," kata Arumi.


"Ya, Dok. Silakan!" kata Dokter Siska.


Setelah meminta izin untuk keluar kepada dokter Siska, Arumi terlihat mengambil ponselnya lalu dia menelpon Aldo, suaminya.


"Halo, Mas," sapa Arumi.


"Ya, ada apa, Sayang?" tanya Aldo.


"Anu, Mas. Itu, bapak masuk Rumah Sakit. Kamu bisa ngga ke sini? Bapak--"


Arumi tidak kuasa meneruskan ucapannya, dia malah terdengar menangis. Aldo menjadi panik dibuatnya, dia sangat takut terjadi sesuatu terhadap bapak dari istrinya itu.


Apalagi tadi malam Aldo baru saja mengubur telur busuk di belakang tempat penginapan milik mertuanya itu.


"Ada apa sih, Sayang? Bicaralah! Jangan menangis seperti itu, jangan membuat Mas khawatir," kata Aldo.


"Bapak sudah tahu kita sudah menikah, sekarang bapak sakit stroke ringan. Dia kaget mendengar hal itu," jawab Arumi.


Tidak terdengar jawaban dari Aldo, yang terdengar hanyalah helaan napas panjang dari bibir Aldo.


"Tunggulah sebentar, Mas akan ke sana. Mas akan menjenguk bapak," jawab Aldo.


"Baiklah, Mas. Aku tunggu," kata Arumi.


Saat Arumi hendak memasukkan ponselnya ke dalam sakunya, dia melihat bapaknya keluar dari ruang UGD didorong oleh beberapa suster.


Ternyata pak Didi kini akan dipindahkan ke dalam ruang perawatan, Arumi langsung mengikuti bapaknya sampai ke ruang perawatan.


Tiba di ruang perawatan, Arumi langsung duduk di bangku tunggu seraya menggenggam tangan bapaknya dengan erat.


"Maafkan Arumi, Pak." Isak tangis kembali terdengar.


Arumi benar-benar merasa kecewa terhadap dirinya sendiri, dia merasa bersalah karena sudah membuat bapaknya lemah tidak berdaya.


Namun, dia juga tidak bisa membalikkan keadaan. Kini Arumi sudah menikah dengan Aldo, tidak mungkin dia meninggalkan Aldo begitu saja.


Saat Arumi sedang meratapi nasibnya, terdengar pintu ruangan tersebut terbuka. Ternyata pelakunya adalah Aldo, dia terlihat menghampiri Arumi dan langsung mengelus lembut kedua pundak istrinya tersebut.

__ADS_1


"Sabar ya, Sayang. Ini ujian dari Tuhan, kamu harus sabar. Aku yakin pasti bapak akan sembuh lagi," kata Aldo menyemangati.


Arumi terlihat mendongakkan kepalanya, dia tersenyum kepada Aldo lalu menganggukkan kepalanya.


"Ya, tapi tetap saja aku merasa khawatir," kata Arumi.


Arumi langsung berdiri, dia memeluk Aldo dengan erat. Dia menumpahkan segala kesedihannya dengan menangis di pelukan Aldo.


"Tenang saja, Yang. Bapak itu orang yang kuat, aku yakin bapak pasti sembuh lagi," kata Aldo.


"Iya, Mas." Arumi melerai pelukannya.


Pak Didi masih belum sadarkan diri, Arumi dan juga Aldo memutuskan untuk duduk di atas sofa sambil menunggu pak Didi siuman.


Arumi terlihat memeluk Aldo seraya menyandarkan kepalanya di bahu suaminya tersebut, dengan setianya Aldo menemani Arumi di sana.


Dia belai puncak kepala istrinya dan sesekali mengecupnya, dia sangat tahu jika Arumi sedang gundah.


Aldo sempat berpikir dan bertanya-tanya dalam hatinya, mungkinkah pak Didi mengalami stroke bukan hanya karena mengetahui hubungannya dengan Arumi?


Namun, mungkinkah pak Didi stroke karena penginapannya yang kini ditutup untuk sementara waktu?


Tentu saja Aldo bisa mengetahui hal itu, karena pak Didi termasuk orang yang terkenal di kota tersebut.


Bahkan, penutupan penginapan milik pak didi sudah sampai ke telinga Aldo sajak tadi pagi. Beritanya bahkan beredar luas di sosisal media.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


"Banyak orang komplain tentang penginapan milik pak Didi yang berada di dekat pantai, katanya tercium bau busuk di setiap kamar yang ada di penginapan tersebut."


"Ada kejanggalan yang terjadi di penginapan milik pak Didi, tiba-tiba saja tercium bau busuk dan semua pengunjung meminta ganti rugi lalu meninggalkan penginapan tersebut."


"Mungkinkah ini ada hubungannya dengan teluh atau santet? Karena ada yang iri atas usaha milik pak Didi yang kini sedang berada di atas, atau sedang berada di puncak kesuksesan."


Banyak lagi berita yang beredar luas di internet, namun Aldo berusaha untuk menutup mata dan telinganya.


*


*


Masih Berlanjut.

__ADS_1


Selamat malam kesayangan, satu bab lagi untuk menemani waktu istirahat kalian.


__ADS_2