
"Baiklah, kita bicara di ruang keluarga saja," ajak Aldo.
Aldo tidak mungkin mengajak pamannya untuk berlama-lama bicara di sana, karena di sebelah dapur ada kamar milik Nyai Ratu. Dia takut jika pamannya tersebut menyadari sesuatu.
"Iya," jawab Paman Alan.
Aldo dan paman Alan terlihat berjalan beriringan menuju ruang keluarga, tak lupa sebelum menuju ruang keluarga Aldo membawa dua botol air mineral dan juga satu kotak kue yang memang kemarin Arumi sempat belikan untuk dirinya.
"Duduklah, Paman," kata Aldo.
Paman Alan menurut, dia duduk di salah satu sofa yang ada di ruang keluarga tersebut. Aldo juga duduk tidak jauh dari paman Alan, setelah melihat Paman Alan duduk, Aldo menyimpan dua botol air mineral dan sekotak kue yang dia bawa.
"Diminum dulu, Paman pasti haus," kata Aldo.
Paman Alan terlihat tersenyum ke arah Aldo, dia merasa jika Aldo menawari makanan dan juga minuman kepada dirinya bukan dengan cara yang ikhlas.
Namun, karena Aldo ingin mengulur waktu agar dirinya tidak segera berbicara kepada Aldo.
"Tidak usah, Paman tidak haus. Nanti saja, sekarang kita ke intinya saja. Paman mau bicara," kata Paman Alan.
Gleg!
Aldo menelan salivanya dengan susah payah, dia sudah sangat tahu jika pamannya pasti akan menanyakan asal-usul tentang hartanya.
Dia juga sangat tahu, jika pamannya pasti datang untuk menanyakan acara pernikahannya dengan Arumi.
Kini Aldo harus bersiap untuk merangkai kata, agar dia tidak berbicara yang membuat pamannya tersebut curiga.
"Mau bicara apa, Paman?" tanya Aldo gugup.
Paman Alan kembali tersenyum, dia terlihat menegakkan tubuhnya dan mengusap kedua pahanya. Dia bisa melihat dengan jelas gurat kegelisahan di wajah Aldo.
"Dari mana kamu mendapatkan semua harta ini, Aldo? Apa benar dari Mommy Lizza?" tanya Paman Alan.
Sebenarnya dia sudah mendengar desas-desus dari para tetangganya yang membicarakan Aldo.
Mereka berkata, jika Aldo mendapatkan harta tersebut dari mommynya yang dideportasi ke negara asalnya.
__ADS_1
Mereka berkata, jika Aldo mendapatkan warisan yang banyak dari mommynya tersebut.
Padahal, saat kemarin dia pulang kampung ke daerah asal istrinya. Dia bertemu dengan Lizza, mommy dari Aldo dan ternyata wanita itu sudah menikah kembali.
Bahkan Lizza sudah memiliki dua orang anak, Lizza sempat berkata jika saat dia kembali ke negara asalnya, keadaan ekonominya sangatlah sulit.
Bahkan perusahaan kedua orang tuanya pun turut bangkrut kala itu, pada akhirnya Lizza menjual semua barang berharga miliknya.
Dia kembali ke Indonesia, tujuannya tentu saja adalah ingin kembali kepada Aldo dan juga suaminya.
Tentunya sebelum dia datang ke Indonesia, dia mengurus surat-surat yang diperlukan terlebih dahulu agar dia tidak dideportasi kembali.
Sayangnya, saat dia tiba di Bandara dia mengalami kecopetan. Hingga akhirnya dia tidak memiliki uang sepeser pun, dia terlunta-lunta bahkan hidupnya sempat susah sampai beberapa bulan.
Pada akhirnya dia bertemu dengan suaminya yang sekarang, lelaki baik yang mau menikahi dirinya.
Alhasil mommy Aldo pun tidak jadi mengunjungi Aldo dan juga suaminya, karena dia merasa tidak enak hati terhadap suaminya yang sekarang.
Lagi pun mommy Aldo hanya menikah Siri saja dengan bapaknya Aldo, jadi, wajar saja jika mommy Aldo bisa menikah kembali dengan pria lain.
"I--iya, Paman. Dari Mommy," jawab Aldo.
Paman Alan menjadi curiga, jika Aldo telah melakukan sesuatu hal yang buruk di belakangnya.
"Bohong!" sanggah Paman Alan.
"Benar, Paman. Ini benar-benar dari mommy, aku mendapatkan warisan yang banyak darinya," kata Aldo.lagi.
"Bohong!" sanggah Paman Alan kembali.
Aldo terlihat mendengkus kesal saat mendengar apa yang dikatakan oleh paman Alan, kenapa berulang kali dia berkata jika Aldo berkata bohong?
Walaupun pada kenyataannya Iya dia berbohong, namun kenapa pamannya tersebut berani sekali mengatakan hal tersebut kepada Aldo.
"Maksud Paman, bagaimana? Aku sudah menjelaskannya, kalau ini dari mommy, kenapa Paman seolah tidak percaya tanya Aldo Tentu saja aku tidak percaya?" tanya Aldo dengan nada yang sudah naik satu oktaf.
Paman Alan terlihat tersenyum miring, dia menatap wajah keponakannya itu dengan lekat kemudian dia berkata.
__ADS_1
"Karena saat aku pulang kampung, di kampung istriku aku bertemu dengan Lizza, dia sudah menikah kembali. Dia mempunyai dua anak dan dia tidak kaya, dia menikah dengan pria biasa. Pria kantoran dengan jabatan hanya karyawan biasa," jawab Paman Alan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh paman Alan, mata Aldo langsung membulat dengan sempurna.
Di satu sisi dia merasa senang karena mendengar mommynya masih hidup dan berada dalam keadaan baik-baik saja.
Namun, di satu sisi lainnya dia juga merasa kesal karena ternyata walaupun masih hidup, mommynya tidak pernah berusaha untuk menemui Aldo.
Satu hal lagi yang pastinya membuat Aldo ketar-ketir, kalau pamannya tahu jika mommnya masih hidup, pasti pamannya akan terus menanyakan tentang harta yang kini Aldo miliki.
"Benarkah, Paman? Mommy masih hidup?" tanya Aldo.
"Ya, dia masih hidup. Jadi, cepat katakan kepadaku dari mana harta yang kamu miliki saat ini?"tanya Paman Alan.
Aldo terlihat gugup, bahkan dia terlihat meremat kedua tangannya secara bergantian. Keringat sudah mulai mengalir di dahinya, bahkan saat dia mengusap tengkuk lehernya yang terasa sangat dingin sekali.
Aldo tidak menjawab, dia benar-benar bingung harus menjawab pertanyaan dari paman Alan tersebut seperti apa.
" Aldo! Jangan pernah menyembunyikan apa pun dari paman, dan satu lagi kenapa kamu bisa menikah secara sembunyi-sembunyi bersama dengan Arumi?" tanya Paman Alan.
Paman Alan merasa sangat kecewa sekali, saat mendengar Arumi sudah menikah sirih dengan Aldo.
Aldo dengan bangganya menikahi Arumi, keponakannya tersebut menurutnya sudah seperti tidak mempunyai keluarga saja.
Menikah secara diam-diam, bahkan paman Alan mempertanyakan apakah Arumi dan juga Aldo menikah sah secara agama?
Karena walau bagaimanapun juga, Arumi tidak dinikahkan oleh pak Didi. Melainkan di wali hakim kan kepada Pak Ustadz saja
Sebenarnya, sebelum menemui Aldo, paman Alan sudah bertemu dengan pak Didi, dia menjenguk pak Didi sekaligus membicarakan tentang masalah Arumi dan juga Aldo.
Tak lupa paman Alan juga mengucapkan berkali-kali minta maaf kepada pak Didi, karena walau bagaimanapun juga Aldo sebagai pihak lelaki harus bertanggung jawab sepenuhnya.
Namun, pada kenyataannya Aldo malah menikahi Arumi secara Siri, tentu saja kedua keluarga dari kedua belah pihak tidak setuju.
"Jawab Aldo!" sentak Paman Alan.
"Anu, itu, emph!" Bingung, Aldo sangat bjngung.
__ADS_1
***/
Semalamat siang, jangan lupa makan siang, guys.