Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )

Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )
13. Istriku


__ADS_3

Dua bulan pasca pratugas, Rival berangkat ke Kongo. Yara sudah sedikit terbiasa dengan keadaan LDR mereka. Dua bulan di jalani sesuai permintaan Rival, Yara tidak membuka jilbabnya. Kemana mana di temani oleh Zein atau Papa.


Bukan hal mudah meninggalkan istri di Indonesia dan sedang bekerja, terkadang juga pulang malam. Hal ini membuat Rival merasa cemas hingga jika Yara terpaksa harus pulang malam, Rival meminta anak buahnya untuk menjaga istrinya dari jauh.


***


Kongo


Rival menata pakaiannya pada lemari dalam kamarnya, di lihatnya kamar miliknya yang tidak besar


Sungguh malang nasibku harus meninggalkanmu saat kamu sudah menjadi istriku.


Rival menghela napas panjang dan keluar kamar untuk menyiapkan tugas bersama anak buahnya.


***


"Pak Rival sudah makan siang?" sapa Azizah setelah mereka sempat bertemu setelah dua bulan bekerja bersama di Kongo.


"Nanti saja" ucap Rival tak perduli


"Kenapa Pak Rival angkuh dan tidak perduli pada saya. Apa salah saya? kata Azizah membuat Rival menoleh pada wanita yang berdiri di hadapannya


"Kamu tidak salah karena kamu seorang gadis. Tapi saya yang salah kalau menanggapi kamu yang seorang gadis karena saya sudah menikah" ucap Rival datar.


"Bukan main. Hanya karena gadis yang bodoh itu?" Azizah kesal menanggapi Rival.


"Jaga perkataanmu, yang kamu bicarakan itu istri saya. Bagaimana pun kamu melihat Yara, dia tetap istri saya. Jangan sampai saya mendengar kamu merendahkan dia" tegas Rival.


"Istrimu jauh pak, Tidak akan ada yang tau apa yang akan pak Rival lakukan di sini. Ya.. satu tahun bukan waktu yang sebentar lho pak" Rayu Rival.


"Tergantung manusianya.. kalau saya sich hanya berhasrat kalau melihat istri saya" Rival pergi dari duduknya meninggalkan Azizah sendirian


------


"Apa apaan dia!! jangankan menggodaku, dia membuka bajunya saja aku tidak selera" gumam Rival


"Kenapa bro?" Tanya lettu Arifin lettingnya.


"Aku nggak nyaman sama Azizah itu, atur dan jauhkan aku dari dia. Sebisa mungkin aku tidak satu kelompok sama dia" kesal Rival.

__ADS_1


"Ok.. aku mengerti" ucap Arifin yang menyadari kalau Azizah memang ganjen pada Rival.


***


"Lho kok pak Arifin yang ada disini??"


"Memangnya kenapa? Kamu patroli dengan kelompok saya. Rival ada urusan" ketus Arifin yang melihat kekecewaan di wajah Azizah


Sedangkan di dalam kamarnya Rival terbayang wajah istrinya. Rasa rindu memenuhi hatinya setelah baru saja melakukan video call dengan istrinya.


Setelah sekian lama Rival membolak balikan badannya. Rival semakin tidak tenang dan ia pergi ke ruang gym untuk mengalihkan pikirannya.


***


"Kenapa kamu masih pakai jilbab kalau telepon dengan suamimu?" tanya Randy heran.


"Mas Rival yang minta pa, katanya biar tenang" jawab Yara jujur


Randy mengulum senyum mengerti maksud dari menantunya itu.


"Hmm.. baiklah"


***


"Hai... pulang denganku saja" sapa seseorang yang membuat Yara kaget


"Tidak, adikku sudah menjemput" tolak Yara pada Tony yang tiba tiba datang.


"Dia akan lama datang. Aku menabur paku agar ban motornya kempes" seru Tony. Tony menarik paksa tangan Yara. Keadaan hotel yang sudah sepi membuat tidak ada seorang pun yang bisa menolong Yara.


Tiba tiba ada orang yang menghantam Tony.


"Jauhkan tanganmu" Seseorang menarik tangan Yara.


"Maaf saya terlambat bu Danki" Ucap Praka Asep.


"Ii.. iya" ucap Yara yang masih ketakutan.


Setelah menyelesaikan perkelahian sengit itu, Praka Asep mengantar Yara pulang.

__ADS_1


-----


"Ijin Danki.. tadi ada pria yang mau mencelakai ibu dan saya sudah mengantar ibu pulang"


...........


...........


...........


--------


"Kamu keluar sekarang juga dari tempat kerjamu dek, Kalau kamu tidak keluar dari sana kamu akan tau akibatnya" Rival frustrasi memijit pangkal hidungnya. Hatinya semakin tidak tenang saja. Rival tau pasti itu adalah ulah Tony.


Amarah Rival juga berimbas pada teguranya kepada Zein yang lalai menjaga kakaknya.


Masih enam bulan lagi aku disini. Aku sudah cemas seperti ini. Rasanya aku ingin lari pulang saja. Semakin lama aku tinggalkan kamu, Bagaimana jadinya kamu dek.


***


Rival duduk di luar baraknya. Tampak Azizah memasuki kawasan baraknya.


"Apa yang kamu lakukan di barak pria" tegur Rival.


"Mengantarkan camilan dan makan malam untukmu Pak Rival" senyum Azizah di buat secantik mungkin.


"Cepat kembali ke barakmu, tidak baik kamu ada di barak pria"


"Iya pak" Azizah pergi dengan senang karena merasa di perhatikan oleh Rival.


-----


"Ini ada yang mengirim makanan. Makanlah! ini rejeki!" Rival menyerahkan makanan pemberian Azizah pada para bujangan yang sedang bermain gitar.


Begitu senangnya para bujangan mendapatkan makanan sebagai teman minum kopi di malam hari.


.


.

__ADS_1


__ADS_2