
Ada komandan kompi A yang baru. Perawakannya tidak seberapa tinggi dibandingkan Lettu Rival komandan kompi C.
Yara baru datang dari pasar. Saat dia berjalan pulang ada sosok mata yang mengikuti kemana arah Yara pulang.
Belum sampai Yara menginjak halaman rumahnya, Komandan kompi A yang baru itu menyapa Yara.
"Hai.. siapa namamu?" tanya Lettu Nathan
"Ijin pak, nama saya Yara"
"Sudah punya pacar belum?"
"Saya......." Yara ingin menjelaskan sesuatu
"Oohh.. putri pak Randy ya?" Nathan memotong pembicaraan Yara
"Iya pak, permisi saya masuk dulu" Yara memilih pamit karena Yara tidak nyaman dengan mata Nathan yang genit melihatnya, apalagi senyumnya terkesan licik menurut Yara.
"Silahkan!" Nathan terus menatap langkah Yara hingga tidak terlihat lagi.
"Cantik sekali kamu" jantung Nathan berdesir melihat Yara
"Aku harus mendapatkanmu" batin Nathan.
***
Kabar kedatangan Nathan membuat perasaan Rival gusar. Rival memikirkan ketidak sukaannya pada Nathan lettingnya.
Satu bulan lagi Rival akan kembali ke negara tercinta. Ada semangat yang naik turun dalam hatinya. Semangat karena akan bertemu dengan istrinya tapi tidak senang harus bertemu dengan Nathan.
-------
"Darimana?? Kenapa lama sekali angkat telepon nya???" Rival yang sedang badmood sangat kesal karena Yara tidak kunjung menjawab telepon nya tadi.
__ADS_1
"Belanja mas" jawab Yara
"Di antar siapa?"
"Sendiri"
"Lain kali kabari mas" Rival bersungut cemas
"Iya mas maaf, Hmm...mas tadi ada Komandan kompi A menyapaku" Yara memberi tau Rival soal Nathan.
"Terus?????" selidik Rival
"Itu mas, diaa..anu..."
"Anu apa???" cecar Rival
"Apa aku salah ya mas, kok sepertinya Pak Ernathan itu genit" ucap Yara takut
"Hati hati disana setidaknya sampai mas pulang, jangan pergi sendirian apalagi bertemu Nathan. Ngerti dek??" tegas Rival
"Iya mas" Yara menutup teleponnya, walau ia tidak mengerti mengapa suaminya bersikap seperti itu, tapi Yara menuruti permintaan suaminya.
***
"Hai Yara.. mas antar yuk!!!" Ajak Nathan seusai berlari pagi. Pagi ini Yara ada pesanan kue mendadak tapi bahan di rumah habis sedangkan mama ada urusan dengan papa di bank.
"Nggak mas terima kasih" tolak Yara
"Aku di larang bertemu denganmu" polos Yara
"Waahh.. ada apa ini" Nathan tersenyum melihat kepolosan Yara yang sangat jujur.
"Pokoknya aku tidak bisa bertemu denganmu" Yara melangkah pergi.
__ADS_1
"Woow, kamu wanita yang unik. Aku harus mendapatkanmu. Aku akan tunjukkan pada King Cobra kalau aku tidak akan menyukai apa yang dia suka" batin Nathan sinis penuh kemenangan.
***
Akhir akhir ini Nathan mengincar bahkan mengintai rumah Yara. Tak segan ia melibatkan anak buahnya untuk memantau Yara. Anggota di kantor mengira ini adalah perintah di luar dinas dari King Cobra mengingat Rival dan Nathan adalah satu letting.
------
Rival membeli beberapa barang dan di bungkus sangat rapi khusus untuk istri tercinta, juga tak lupa Rival membeli barang untuk keluarganya.
Tunggu aku seminggu lagi ya sayang!
Rival tersenyum senang dan kembali ke markasnya.
***
"Papa sudah pulang?" tanya Yara yang melihat papanya baru pulang dari rumah dinas yang akan di tempati Yara juga Rival nantinya.
"Sudah, banyak tukang disana. Rival meminta halaman belakang rumahmu di pagar rapat" Randy duduk di ruang makan dengan senyum merasakan banyaknya permintaan menantunya yang super protektif terhadap istrinya.
Yara hanya menggeleng karena suaminya itu memang tegas dan kaku.
***
Rival menata semua tas dan rangselnya. Begitu bahagianya si King Cobra sampai hampir tidak bisa memejamkan matanya. Perasaan rindu yang membuncah membuatnya memikirkan banyak hal.
Mengingat Nathan mengingatkannya pula pada sosok Larasati, namun di tepisnya perasaan itu karena rindu terberatnya saat ini adalah pada wanita yang kini sudah menjadi istrinya.
"Tunggu Abang pulang sayang, i'm come back baby" batinnya dengan senyum khas pria memandang foto Yara istrinya pada galeri foto di ponselnya.
.
.
__ADS_1