Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )

Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )
7. Melamarmu


__ADS_3

"Kalian lanjutkan lari sampai Batalyon. Saya masih ada urusan" Perintah Rival pada anak buahnya.


"Siap.." jawab anak buah Rival serempak


Zein melihat Rival berbelok ke arah rumahnya, tapi ia tidak berpikir bahwa Rival ada urusan pekerjaan dengan papanya.


------


Rival celingukan mencari sosok Yara dalam rumah Randy. Pelan langkahnya bersembunyi di balik tembok garasi Randy. Dari arah sana terlihat sedikit sosok Yara yang sedang berbincang dengan Naya.


"Ijin Danki.. Ada arahan?" suara Randy mengejutkan Rival hingga ia terlonjak dari duduknya.


"Aahh.. hmm.. ini pak Randy, Pak Randy beli helm ini di mana? saya suka!!" jawaban Rival membuat Randy menahan tawanya karena helm yang di bawa Rival adalah helm polos dengan stempel kesatuan batalyon.


"Oohh.. itu.. biar nanti saya minta di buatkan di Batalyon khusus untuk Lettu Rival" Rival menggaruk rambut cepaknya menyadari kebodohannya, tapi Randy mulai tau saat ekor mata Rival menatap Yara yang mondar mandir sambil menikmati sepotong tempe goreng di tangannya.


Sadar ada yang memperhatikan, Yara heran mengapa ada Rival di rumahnya sepagi ini


"Mas Rival kok disini?? Tempe mama belum matang semua"


"Astagfirullah Yara.. kok gitu bicaranya" tegur Randy pada Yara. Bagaimana pun juga Rival adalah atasannya dan Yara memanggilnya "Mas" pula, Randy menjadi tidak enak hati


"Pak Rival sarapan sekalian disini ya?" Ajak Randy


"Terima kasih banyak Pak Randy..mungkin lain kali, kasihan koki kita di Batalyon kalau tidak saya habiskan makanannya" tolak Rival sopan.


Setelah Rival pamit pergi, Randy menegur Yara.


"Kamu kok bisa panggil Pak Rival dengan 'mas' segala, emangnya kamu kenal?" tanya Randy

__ADS_1


"Kenal pa, mas Rival memelintir tangan mas Tony. Terus mas Rival bilang tidak janji sama Yara, tapi akan membuktikan" jelas Yara panjang lebar


Randy melotot mendengar celotehan putrinya. Ternyata sudah sejauh itu perkenalan Rival dan Yara.


***


"Kamu tau kakakmu dekat dengan Pak Rival? Kenapa tidak bilang papa??" Tegur Randy


"Bang Rival itu baik pa" jawab Zein


"Papa tau, masalahnya bukan Pak Rival, tapi kakakmu, dia ceroboh, dan sangat polos. Tidak pantas berkenalan dengan Pak Rival" ucap Randy


"Ya itu karena abang terlalu mengunci rapat putrimu bang" Reno membela Yara


"Aku tidak bermaksud buruk Ren.. aku hanya takut saja" Sesal Randy


"Apakah boleh kalau saya melamar putri Pak Randy, saya serius"


"Apaaaaa?????" Ucap Randy, Reno dan Zein bersamaan.


***


"Gila kamu Rival, lamaran macam apa secepat ini" kesal Pak Suherman


"Tolong lah Om.. lamarkan putri Pak Randy" Rival berkata serius


"Ada apa? Apa kamu menghamili putri pak Randy??" Pak Suherman mulai waswas


"Iya om..... " Pak Suherman kaget dan memotong jawaban Rival

__ADS_1


"Ya Allah Rival.. apa kamu sudah tidak waras??" bentak Pak Suherman


"Aku belum selesai bicara Om, Iya.... tapi kalau sudah menikah nanti, makanya cepat lamarkan. Apa Om ingin aku sampai menghamilinya duluan?? Itu sangat mudah" Goda Rival berwajah licik menaikan sebelah alisnya karena melihat kepanikan Omnya yang juga Danyon Batalyonnya.


"Astaga.. kamu ini, dasar bocah tengik" Pak Suherman mengusap wajahnya. Rival mengulum senyumnya karena berhasil membuat omnya kelabakan.


----


Lamaran sudah selesai di lakukan. Yara yang masih dalam kebingungan terlihat kesal dengan Rival yang tidak berunding dulu dengannya.


"Kenapa mas nggak bilang dulu sama aku sich?" kesal Yara


"Kalau aku terlalu bertele tele, kamu sudah di rebut Tony" Rival meneguk minuman kalengnya dengan santai


"mas yang merebut aku dari mas Tony" Yara masih bersungut sungut.


"Ya karena aku ingin kamu jadi istriku" ucap Rival datar


"Mas, kok nyebelin gitu sich"


"Aku serius Yara" tatapan mata Rival seakan membius perasaan Yara


"Tapi.... "


"Tidak ada yang lain" Rival meyakinkan Yara.


.


.

__ADS_1


__ADS_2