
Para pasukan perdamaian sudah duduk pada tempatnya masing masing di dalam pesawat mengantarkan ke kesatuan mereka setelah tiba dari Kongo. Sesekali candaan mereka menggelegar kuat. Dalam hati mereka merasa bahagia karena esok akan bertemu dengan keluarga tercinta.
Rival memejamkan matanya karena sangat mengantuk, semalaman ia sulit tidur. Azizah melihat Rival dari kejauhan, dirinya masih merasa kalau Rival sebenarnya perhatian terhadapnya.
***
Pagi ini Batalyon sedang sibuk, besok akan ada acara kegiatan bulanan istri anggota sekalian penyambutan anggota yang akan datang dari Kongo. Kebahagiaan ini juga terasa pada diri Yara.
Di lihatnya baju yang akan di kenakannya besok untuk menyambut suaminya. Baru kali ini pula Yara merasakan rindu yang begitu dalam pada seorang pria.
***
Pesawat sudah mendarat. Lettu Nathan mengarahkan para istri agar bersiap menyambut setelah para anggota selesai apel kedatangan.
Begitu terkejutnya Nathan melihat ada sosok Yara di antara para istri anggota
"Ada Yara???? Istri siapa dia? Pasti istri bawahanku" batin Nathan lesu.
Yara bisa melihat suaminya yang sedang melaksanakan apel lapor kedatangan. Senyum haru mengembang dari bibirnya. Jauh disana Rival juga bisa melirik istrinya yang berdiri cantik memakai seragamnya.
Acara apel sudah selesai. Rival mendekat pada istrinya. Mata Nathan tidak lepas memandang Yara, ia ingin tau siapa suami dari gadis yang sangat ia cintai dalam diam.
Yara menyambut Rival dengan bunga yang indah di ikuti oleh para istri yang lain. Rival menyambutnya dengan senyum hangat, tangannya menyentuh halus pipi Yara. Sungguh kaget hati Nathan hingga dadanya terasa tersambar petir
"Ya ampun.. Yara istri dari King Cobra" Keterkejutan Nathan tertangkap oleh mata Rival. Rival ingin sekali mengerjai Nathan, disamping itu Rival juga sudah sangat rindu pada Yara istrinya yang sama sekali belum 'di sentuhnya'. Yara menunduk mencium tangan suaminya. Rival mengusap kepala Yara yang tertutup jilbab
__ADS_1
"Assalamu'alaikum sayang, apa cantikku ini rindu padaku?" Rival menyentil hidung mancung istrinya.
"Wa'alaikumsalam mas. Aku sangat-sangat rindu suamiku" Yara tersipu malu, pipinya merah merona. Hal yang di lakukan Rival untuk memanasi Nathan malah berbalik jadi membuat Rival panas dengan ulahnya sendiri.
Rival melepas baretnya seketika itu juga memeluk erat Yara hingga membuatnya seolah berdiri tanpa nyawa. Bibir bersemu merah muda itu begitu membuat Rival tergoda. Baret yang di genggamnya ia gunakan untuk menutupi wajah keduanya. Di dalam sana ada dua bibir yang sedang beradu penuh rasa.
Randy datang bersama Danyon tak kalah terkejut seperti Yara. Danyon pun menegur keras kelakuan keponakannya. Rival menarik diri sambil menyembunyikan wajah Yara pada dadanya sedangkan ia membereskan bibirnya sendiri.
"Lettu Rival.. tahan perasaanmu. Lihat sikon di sekelilingmu. Nanti segera temui saya di ruangan"
"Siap salah Komandan" tegas Rival.
"Haaiisshh.. kamu ini tidak sabaran sekali" Randy ikut melotot. Rival menahan senyumnya.
"Maaf pa, nggak tahan kalau lihat istri" Jawaban jujur Rival membuat Randy harus menginjak kaki Rival yang masih terbungkus sepatu. Randy harus menyadarkan Rival karena wajah menantunya saat ini tidak bisa di kondisikan.
-----
"Apa apaan kamu Lettu Rival, di tempat umum bisa begitu, tidak bisa di contoh anggota lain" tegur Danyon menyelesaikan ketidak disiplinan Rival di muka umum. Para anggota lain yang ikut di dalam ruangan merasa heran, kasihan, lucu juga bingung.
"Siap salah" jawab Rival
"Apa alasanmu sehingga melakukan hal tercela seperti itu?" tanya Danyon
"Siap, hanya kelepasan saja Komandan" Randy, Reno dan yang lain diam menatap tajam Rival.
__ADS_1
"Yang lain juga rindu, tapi tidak berulah sepertimu. Sungguh memalukan tidak bisa menahan perasaan" kesal Danyon yang juga om dari Rival.
"Siap Komandan. Tapi saya berbeda"
"Apa yang berbeda, kamu saja yang keterlaluan" sanggah Danyon
"Siap salah Komandan. Saya hanya menyenangkan hati istri saya yang belum sempat saya 'wisuda' setelah menikah tahun lalu"
Para anggota yang ada di dalam ruangan akhirnya menghargai kesalahan Rival walau harus tidak sesuai dengan aturan.
***
Di rumah Randy semua sudah berkumpul. Velly yang tadi juga mendengar cerita dari Reno tentang ulah Rival tertawa lepas tapi juga merasa kasihan dengan keponakannya itu.
Di ruang tengah, Rival mengeluarkan oleh oleh yang di belinya dari Kongo. Mereka semua nampak bahagia sekali.
"Mas lupa padaku?" tanya Yara yang tidak menerima apapun dari suaminya
"Yaaa.. mas lupa hadiah untukmu sayang" Yara mengerucutkan bibir karena mengira Rival melupakan dirinya.
"Hmm..kalau cemberut begitu, kalah dech orang orangan sawah" Bola mata Yara berputar malas menanggapi suaminya.
"Hadiahmu ada di kamar. Nanti ya..sabar" Rival tersenyum nakal memainkan alisnya.
Seisi ruangan mengulum senyum. Hanya Yara yang tidak mengerti maksud dari suaminya yang mulai nakal itu.
__ADS_1
.
.