Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )

Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )
14. Ingin cepat pulang


__ADS_3

Hanya tinggal beberapa bulan lagi Rival berada di Kongo. Tiap hari di habiskan Rival dengan kegiatan yang sangat sibuk jika tidak sedang menghubungi Yara. Bagaimanapun ia harus pintar mengusir rasa bosan dan kadang pergulatan batinnya jika sedang merindukan istrinya.


Hari ini Rival membagikan makanan pada penduduk setempat yang kekurangan pangan di daerah rawan konflik. Azizah sangat senang karena akan bersama kelompok yang ada Rival di antaranya selama tiga hari, berbeda dengan Rival, ia sangat muak harus bersama dengan Azizah.


-------


Malam hari Rival sedang mengenakan celananya sehabis mandi, Azizah langsung masuk ke dalam tenda begitu saja tanpa memberi salam. Rival yang terkejut dengan kedatangan Azizah segera berbalik badan dan mengenakan celana dengan benar.


"Sertu Azizah, dimana etika sopan santunmu??? Memasuki tenda pria itu termasuk pelanggaran" teguran keras Rival pada Azizah.


"Tidak ada yang lihat pak, aku hanya mengantar makanan untukmu saja" Azizah tersenyum, dia terpesona melihat Rival yang bertelanjang dada menampakan tubuh indahnya.


"Kata siapa??? saya sudah melihatnya. Kalau kamu tidak pergi, saya yang akan melapor pada atasanmu!!!" ucap Kapten Aldo selaku senior Rival. Azizah pergi dengan kesal.


"Terima kasih bang, saya jengah sekali pada Azizah yang agresif seperti itu"


"Agresif itu menantang Val" goda bang Aldo


"Kalau istri sich langsung saya sambar bang, Nah kalau dia!?!?!?!" kesal Rival.


"Ya sudah.. nanti tengah malam kita harus patroli bersama yang lain, persiapkan segala sesuatunya" perintah bang Aldo.


"Siap bang"

__ADS_1


-------


Tengah malam seluruh team Rival mengadakan patroli. Praka Mauludin melihat Sertu Azizah berjalan di sekitar gudang perbatasan wilayah penjagaan pasukan negara Y yang sepi. Tak jauh dari sana nampak pasukan negara Y sedang bermain karambol.


"Ijin Komandan, saya melihat Sertu Azizah masuk di sana. Bukankan berbahaya memasuki daerah penjagaan negara lain, Suasana disana juga terkenal dengan prianya yang mata keranjang" Mau tak mau Lettu Rival, Kapten Aldo, Praka Mauludin dan Sertu Kardi turun untuk melihat situasi.


Tak disangka benar adanya Sertu Azizah di tarik oleh empat orang tentara negara lain pada sebuah gudang kosong. Salah seorang di antaranya sudah berhasil melucuti pakaian Azizah dengan paksa.


Kapten Aldo bernegosiasi dengan ke tiga orang tersebut namun belum ada titik temu. Seorang lagi sedang 'meneliti' Azizah. Rival mengirim kode koordinat dan meminta bantuan pada pasukan pusat. Terjadi adu mulut hingga penyerangan terhadap rekan Rival terjadi.


Tak lama pasukan kelompok Rival datang dan membantu negosiasi dengan cara kekeluargaan karena dari kedua belah pihak memang salah dan melanggar kode etik.


Rival dan Praka Mauludin masuk ke dalam gudang, mengambil selimut yang terlipat lalu menutup tubuh Azizah yang hampir telanjang. Sedangkan Praka Mauludin mengangkat Sertu Azizah ke dalam mobil untuk di bawa ke tenda kesehatan. Rival melihat Pin dari anggota negara tetangga dan segera mengantonginya berjaga jika nanti terjadi sesuatu.


***


***


Malam hari di dalam kamarnya, Rival terbayang wajah dan tubuh istrinya. Beberapa hari yang lalu Rival meminta Zein membuat video tentang istrinya. Namun tak di sangka kamera yang di letakkan Zein dalam kamar Yara itu merekam kegiatan Yara di dalam kamar dalam keadaan menyala. Setelah tersimpan otomatis, Zein mengirim semua rekaman tanpa melihat isinya.


------


"Zein..aku sudah melihat rekamanmu, tapi hapus semua tanpa melihatnya lagi" titah Rival.

__ADS_1


"Iya bang" ucap Zein tanpa berdebat. Karena saat menyadari kamera itu on dengan baterai yang hampir habis pastilah ada hal yang bersifat pribadi di dalamnya.


Rival mengulang ulang video Yara sesaat setelah mandi dengan rambut melebihi bahu yang basah. Kulit Yara begitu bersih dengan ditutup handuk sebatas dada.


"Bisakah posisi dudukmu tidak menghadap kamera itu sayang. Kamu ini selalu tidak bisa membuat hatiku tidak tenang. Aku ingin cepat pulang" Rival tersenyum gelisah tidak tenang sambil menggigit kuku bingung menghadapkan badan ke sisi kanan atau kiri.


--------


"Mas tuh cinta aku nggak sich? tanya Yara saat video call dengan Rival.


"Kenapa tanya itu?"


"Aku nggak pernah dengar mas bilang cinta padaku" ucap Yara


"Pernyataan macam apa itu? Aku menikahimu jelas aku ada perasaan sama kamu" Rival berucap santai.


"Iihh mas, rayu aku donk" rengek Yara.


"Rayu gimana?! Aku nggak bisa" Yara kesal dengan jawaban Rival dan menyudahi acara video call nya. Rival tersenyum tipis.


Aku cinta banget sama kamu sayang, tapi cinta tidak hanya ucapan. LDR ini membuatku sangat tersiksa, ingin mencium mu tak bisa.. memeluk juga tak sampai. Aku tidak ingin membayangkan yang tidak tidak denganmu. Nanti ada waktunya kutumpahkan rasa cinta dan sayangku padamu. Sekarang bersabarlah dulu!!!.


.

__ADS_1


.


__ADS_2