
Ayah meminta persetujuan Jacob agar anak sulungnya itu mengelola bisnis keluarga mereka dan tidak kembali ke LA, akan tetapi justru hal ini sangat tidak cocok dengan passionate seorang Jacob yang sudah menghabiskan waktu untuk bersekolah di luar negeri, pemuda itu masih tetap tidak mau menjawab pertanyaan sang ayah yang memaksanya melakukan bisnis keluarga. Dan di satu sisi pemuda itu merasa marah karena dengan tega Valerie kekasihnya itu mengkhianatinya selama dirinya berada di Indonesia, bahkan di saat-saat seperti ini keduanya saling memberi pembenaran atas apa yang terjadi pada keduanya, jikalau ada komentar jahat Valerie meminta maaf atas segala ketidakberdayaan itu, namun sebaliknya jika dirinya yang melakukan hal itu Jacob terus di desak agar mengakuinya sebagai yang paling salah. "Yah, aku gak mau."
"Kenapa gak mau? Ini demi kebaikan bersama, ayah udah nggak muda lagi, bang." Ayah tau ini akan terjadi tetapi alasan Jacob menolak sungguh tak masuk akal karena dirinya sendiri tak mungkin menghandle semuanya maka dari itu ayah cuma bisa meminta bantuan kepada sang putra sulung, Jaeran belum cukup umur untuk melakukan hubungan bisnis lagipula kalau sang ayah meninggal dunia nanti yang akan menjadi tanggung jawab keluarga adalah Jacob, karena lelaki itu adalah anak laki-laki pertama. "Kamu gak bisa menolaknya jika suatu saat nanti ayah gak ada yang akan menjadi kepala keluarga ya kamu, gak mungkin adikmu. Kamu gak mungkin gak ngerti apa yang ayah bilang," kata ayah yang meninggalkan lelaki itu di ruang tamu. Jacob termenung menatap lurus langit biru lalu menghela panjang merasa semua ucapan ayahnya benar adanya, lelaki itu menelpon Jaesi dan memintanya datang ke resto setelah jam pulang sekolah, meminta saja yang akan cukup buat Jacob yang lagi mencoba untuk mencari celah agar tidak memikirkan Valerie lagi. Jacob terlihat begitu frustasi saat melihat sang ayah melakukan banyak hal dalam ruang kerjanya lalu apa yang akan dilakukan kalau harus mengelola cafe, ini siang menjadi trik terlihat sekali saat pemuda itu hendak menuju parkiran mobil tetapi itu tidak membuat sang pemuda begitu saja menyerah disaat semuanya terlihat tidak baik-baik saja pikirannya terus mengarah pada sang mantan kekasih akan tetapi itu tak membuat jacob seperti orang yang putus asa atau galau, langkah pertama nya sekarang hanya ada pada cafe dan melihat bagaimana cafe itu berkembang sudah lama sekali iya tan melihat cafe yang dikelola oleh ayahnya sendiri bahkan adiknya jarang sekali ke sana.
__ADS_1
Jacob menelpon Jaesi dan memintanya untuk datang di saat selesai jam sekolah, "jangan lupa datang ya!" lelaki itu memutuskan panggilan telpon lalu memesan makanan dan berpura-pura menjadi seorang pelanggan untuk memastikan keadaan sekitar kemudian mengevaluasi apa saja yang kurang pada cafe tersebut: coba bayangkan betapa sempurnanya Jacob, tampan, kaya, tinggi dan mempesona, lalu mengapa dunia masih tak adil padanya setelah apa yang pemuda itu miliki seharusnya banyak gadis-gadis mengejarnya dan menginginkan pemuda itu menjadi kekasihnya tetapi kekasihnya sendiri malah ber khianat di belakangnya selama ini. Jaesi hanya perlu memanggil taksi online untuk mengantar nya ke cafe yang ada di jalan pangandaran jakarta pusat akan tetapi tuta membuat sang gadis ingin berlama-lama ada di dekat sahabat laki-lakinya itu karena jika dilihat di apa seperti obat nyamuk yang tidak diberi bara api, baidu way keduanya sudah berbaikan antara Jaeran kini sudah tak ada permusuhan lagi, bahkan keduanya juga sudah saling menerima satu sama lain. Jacob memang sedang mencari pasangan atau kekasih baru agar bisa dipamerkan pada gadis yang tengah duduk di depannya ya meskipun begitu tetap saja jacob tidak ingin gadis itu salah memilih kekasih seperti dirinya namun tak menutup kemungkinan jika perempuan itu memiliki perasaan lebih terhadap adiknya sendiri walaupun ia dulu sempat mengalah pada adik laki-lakinya karena mengetahui apa yang seharusnya tak ia ketahui.
Jaesi memutar bola mata males ketika melihat pemuda tinggi per karismatik itu marun dung seperti orang bodoh akan tetapi jessy tetep saja berada di sana untuk menikmati sepiring cheese cake dan strawberry milkshake meskipun itu gratis iya tetap tidak akan melewatkan kesempatan langka itu kapan lagi ditraktir cogan kaya Jacob la coba itu, " rejeki nggak boleh ditolak kan jarang-jarang gua makan enak," gumam perempuan itu pelan. Jacob lagi asik memandangi foto cewek-cewek yang ada di sosmed namun setelah itu ia tertarik pada satu foto yang menurutnya estetik, setengah scroll instagram sambil menyeruput kopi yang lagi panas panasnya sama kaya hubungan mantan, pemuda itu agak sedikit kesal karena melihat Valerie yang terlalu romantis saat tidak lagi berhubungan dengannya pemuda itu pikir perempuan yang lagi ada di
__ADS_1
Cowok yang baru saja datang mengantar sang gebetan pulang ke rumah dengan motornya motor kebanggaan nya menampakan wajah tidak sedap itu terlihat saat mbak Lis menyambutnya dengan hangat tetapi dia tidak menanggapi nya, kemarahan jelas gak beralasan karena ia tiba-tiba marah pada kakaknya sendiri yang mengajak sahabat perempuannya itu datang ke cafe mereka tentu saja itu membuat pemuda itu merasa sebel dan kesel. "Ah! Ga tau deh kesel gua: lagi ngapain juga gua harus kesel Jaesi cuma sahabat toh juga Jack cuman ngajak dia makan doang di cafe ayah." perhatiannya selalu disalah artikan sama gadis-gadis yang ada di lapangan tapi kenapa selalu jadi pusat perhatian buat Cilla, setelah beberapa lama dia jomblo baru sekarang dia dapet gebetan seakan-akan dulu dia nggak pernah ada yang suka tapi cewek-cewek banyak yang ngantri cuma cowok itu cuma mau satu orang dong yaitu temennya sendiri. Miris. Tapi bohong ngga kayak begitu deh ceritanya dia memang sih sama temennya tersebut tetapi cowok itu tetep mau yang terbaik buat sahabat perempuannya bahkan gadis itu sudah dianggap kayak adiknya sendiri, adik perempuannya yang sudah dia juga dari zaman embrio. Dia emang banyak yang suka tetapi pelabuhan cintanya cuma buat satu cewek saja yaitu gebetannya sekarang tetapi hati siapa yang tahu barangkali dia juga naksir sama temennya sendiri, gadis itu termenung jauh memikirkan kekasihnya yang lagi pelukan gadis lain nelangsa emang tetapi ya begitulah nasib.
Jaesi sudah kenyang ya apa lagi kalau nggak pulang kan habis makan pulang tinggal pamer ke adik kesayangannya udah deh selesai ya begitulah cara ia memamerkan sesuatu yang dia punya pada adik laki-lakinya di rumah tetapi gadis itu tetap saja meminta apapun pada adik laki-lakinya itu tidak terkecuali meskipun sulit didapat walau itu perasaannya pun juga tidak mungkin terbalaskan, "Jaeril!!" teriak perempuan itu yang baru sampai di halaman rumah lengkingannya itu bisa membuat gendang telinga cowok yang lagi battleground itu mau rusak.
__ADS_1