Vilanian

Vilanian
59


__ADS_3

Jaesi berada di kamar mandi dengan benda tipis berukurang panjang di tangannya lalu saat mencobanya dua garis merah terlihat jelas tungkainya lemas dan Jaesi kehilangan kata-kata saat itu juga, kemarahan gadis itu gak bisa mengembalikan apa pun. sekarang yang ia bisa lakukan hanya menangis dan mengurung dirinya di kamar rumahnya, lantas bagaimana dirinya sampai rumah kejadian itu cukup rumit ketika berada di sana si gadis gak sengaja bertemu Marco yang juga lagi di apotek. teriakan penyesalan itu membuat gadis tersebut sangat bodoh dan berpikir kenapa iya saat terjadi padanya di kala malam itu sama sekali nggak ada pemberontakan dalam dirinya.


Isak tangis itu semakin hebat saat dirinya menatap ke arah 2 figura yang terpanjang di meja belajarnya merasa sudah menyia-nyiakan semua upaya yang telah dilakukan kedua orang tuanya agar gadis itu tidak menjadi gadis yang buruk. kebencian nya mengelap kan mata sang gadis lalu dirinya membanting figura yang terdapat foto mereka berdua yaitu dirinya dan cowok sebelah rumahnya, akan tetapi tidak bisa dipungkiri kalau gadis itu juga masih sangat mencintainya. bisa dibayangkan bagaimana tersiksa nya gadis itu saat ini ketika semua impiannya hancur hanya dengan sekali kedip saja bahkan orang yang menyebabkan kehancuran nya itu sama sekali enggan untuk bertanggung jawab.


Suara kesenangan berasal dari arah depan pintu yang artinya keluarganya sudah mulai kembali dari acara sekolah adiknya itu, "Kakak! gue menang!" ujar laki-laki yang ada di depan pintu kamarnya namun sang kakak sama sekali nggak menyoroti kegembiraan dari adik laki-lakinya. ketika gak ada sahutan dari dalam kamar itu membuat Jaeril mengerutkan keningnya heran lalu mencoba membuka pintu tetapi pintunya terkunci dengan rapat rasa khawatirnya kian besar, cowok itu berlari ke bawah dan memberi tahu kedua orang tuanya ... namun hanya ada papa yang lagi berbisnis dengan temannya.


anak laki-laki itu mem bisikkan sesuatu setelah atau seusai papanya menelpon salah satu kolega nya lalu habis gitu mereka berdua langsung berlari ke arah kamar perempuan kesayangannya kemudian sebuah ide muncul saat itu juga sebenernya bukan ide buruk untuk merusak kuncinya tetapi anak laki-lakinya itu malah berpikir untuk mendobrak pintunya, "Kakak!" ujar papa yang terkejut dengan kondisi sang putri: Jaesi pun akhirnya dibawa ke rumah sakit kala itu juga.


di rumah sakit pun kedua laki-laki itu nggak berhenti khawatir dengan kondisi anak perempuan serta kakaknya itu ketika mendapatkan kabar kalau gadis itu hamil rasa emosi sekaligus kecewa bercampur jadi satu namun ini bukan saatnya untuk marah apalagi memaki.

__ADS_1


Jaeril menunggui sang kakak sementara papa mengurus administrasi pada saat Jaesi sadar, gadis itu menatap ke arah adiknya. "Ril," lirih gadis itu yang masih terlihat lemah tiba-tiba matanya berkaca-kaca kemudian air mengalir dari pelupuk matanya. "gue gagal jadi anak yang baik, gue gagal jadi seorang anak yang bisa membanggakan kedua orang tuanya. gue cuma bisa ngasih mama dan papa masalah aja," Jaeril memeluk kakaknya yang lagi rapuh di luar kamar ada papa yang juga merasa sedih karena gak bisa jaga kesayangannya.


"Kakak, gak gagal. ini murni kecelakaan bukan karena kesalahan kakak sendiri, setiap orang punya sisi lemahnya bukan berarti gue, papa dan mama gak punya hal itu. kita semua punya udah jadi tugas kita buat jaga elo dan nguatin elo di saat seperti ini ... bukan hanya sekarang sampai kapanpun gue bakal selalu ada buat elo."


"Gue takut."


"Apa yang loe takutin? apa ketakutan loe, sekarang gue tanya. ada berapa banyak pasangan yang berharap memiliki anak? berapa?"


"Kakak denger papa ya, kamu gak perlu laki-laki buat menghidupi kamu. kakak masih punya papa yang selalu bisa diandalkan, masih punya adik yang bisa menjaga cucu papa dan ibunya. kakak gak perlu mereka. sekarang fokus kakak ulangan kenaikan kelas terus ujian nasional, thats it."

__ADS_1


"Nanti kalo kandungan aku membesar gimana?"


"Kakak bisa homescholling atau kakak bisa schollarship? gak masalah buat papa kalo emang diperlukan. mengenai keluarga itu urusan nanti."


"Papa kenapa gak marahin aku aja? tampar atau kerasin aku. kalo kaya gini aku justru malah semakin terluka," papa terkekeh lalu menoyor kepala putrinya yang kemudian menghela panjang. pria tua itu gak mungkin melakukan kekerasan atas kesalahan yang bukan dibuat putrinya. papa mengecup puncak kepala dari gadis yang ada di dalam dekapan nya itu kemudian ketiganya saling berpelukan dan saling menguatkan satu sama lain papa percaya kalau di saat-saat terpuruk kayak gini saling mengandalkan adalah kunci dari harmonisan keluarganya, setelah suasana kembali normal kedua kakak beradik itu malah sekarang saling menghujat satu sama lain.


mama berjalan ke arah halaman rumah dan terlihat bunda dari sahabat putrinya itu sempat ingin menegur tetapi diurungkan, "mau ke mana mama Jaesi?" sekian lama berdiam diri akhirnya bunda Jaeran memberanikan diri bertanya.


"Ouh, ini mau ke rumah sakit. Jaesi tadi masuk rumah sakit jadi saya mau susul suami sama anak saya, mari bunda." di dalam rumah bunda agak terhenyak mendengar kabar Jaesi masuk rumah sakit sebenarnya bunda sangat khawatir dan bertanya-tanya kenapa gadis itu sampai harus dibawa ke rumah sakit, apa penyebabnya? bahkan warga komplek gak ada yang tau mengenai berita ini. Jacob memerhatikan sang bunda yang terus saja melamun ketika mau menegurnya adik laki-lakinya telah lebih dulu menyuarakan isi hatinya.

__ADS_1


"Bun, kenapa ngelamun?"


"Jaesi masuk rumah sakit, tadi kata mamanya. bunda mau besuk tapi bingung kenapa sampai masuk rs ya? kok kayanya masalah calon mantu bunda serius." Jaeran meneguk ludah kasar lalu overthinkingnya mulai menguasai pikirannya. cowok itu mulai memikirkan hal-hal yang berbau negatif namun ketika hendak menelfon adik dari sahabatnya ponselnya berbunyi dan tertera nama kekasihnya saat itu juga ia membatalkan untuk menghubungi Jaeril. Jacob berencana mau membesuk gadis itu dan berniat mengajak adiknya tetapi lelaki yang ada di depannya membias lalu menolak secara kaku, bahkan alasan penolakannya itu sama sekali nggak masuk akal.


__ADS_2