
Pagi itu kedua sahabat itu melakukan aktivitas yang biasanya para remaja lakukan hanya saja ada sedikit berbeda dari yang biasanya mereka lakukan kalau sebelumnya mereka melakukan itu pada saat terang-terangan kali ini mereka melakukannya secara diam-diam seperti orang yang menjalin hubungan tetapi hubungannya tidak ingin diketahui oleh banyak orang padahal kalo misalnya mereka saling mengatakan atau mengutarakan kejujuran satu sama lain itu nggak jadi masalah buat hubungan pertemanan mereka. sepeda jadi kendaraan favorite bagi keduanya ditambah lagi gelas yang ada pengait sepeda itu menjadi patokan tempat botol air minum, sepeda yang keduanya gunakan pun merupakan sepeda khusus yang harganya terbilang mahal.
"Lain kali ajak Darren juga sama Cilla." entah bagaimana raut wajah pemuda itu berubah drastis setelah si gadis menyebutkan nama kekasihnya serasa harinya dirusak begitu saja padahal moment seperti itu tidak akan datang dua kali, "kenapa? gak nyaman ya?" Jaeran menggeleng lalu mengulum bibirnya tipis dan melanjutkan menggoes sepedanya.
"Beli pancong dulu."
"Beliin," ujar gadis itu yang enggak menoleh sama sekali bahkan dirinya sibuk sama ponsel dan memainkan game online yang ada di ponsel nya ketika itu mendadak suara dering panggilan masuk dari ponsel lelaki yang sedang memesan jajanan tersebut. "Cilla," lelaki menoleh dan nggak langsung memberikan jawaban pada sahabat perempuannya yang sekaligus menjadi tetangganya.
"Gak usah diangkat."
"Kenapa?"
"Dia marah kalo tau lagi sama loe."
"Bulok," ejek gadis itu yang langsung tertawa mendengar pengakuan dari sahabat baiknya tersebut tetapi ia langsung bungkam saat ingat dulu juga pernah melakukan hal yang sama. "bucin goblok. huft!" cowok itu mengerutkan dahinya saat menatap gadis yang tengah memakan jajanan pasar tersebut gak beberapa lama kemudian keduanya sama-sama menghabiskan jajanan itu karena hari mulai terik.
__ADS_1
"Apa dih, makanya pacaran."
"Sama loe?"
"Dih, dih, najis."
"Tapi sayang kan?" cowok itu tertegun saat mendengar apa yang gadis di sebelahnya katakan namun dirinya juga nggak bisa pungkiri kalau ia benar benar merasakan perasaan yang gadis itu sebutkan tadi walau begitu tetap saja cowok itu harus memikirkan perasaan lain juga sebagaimana ia harus memikirkan perasaan yang akan dia rasakan selama ini dirinya rasakan.
Jaesi masih asyik dengan ponsel nya walau begitu juga dia nggak mungkin terus-terusan mengajak ngobrol temannya itu karena sibuk dengan telpon. Jaesi baru saja beli es teh jus yang biasa iya beli di sekolah tapi gadis meminumnya sendiri karena mendadak cowok yang mengajak bersepeda bareng meninggalkannya begitu saja di depan warung pancong ... Jaeril mengernyit saat lihat tetangganya itu telah pulang lebih dulu bahkan sebelum dirinya menyusul.
"Kamu ngasi tahunya mendadak jadi aku terpaksa harus buru-buru pulang ke rumah dulu kan kamu tahu tadi aku lagi sepedahan."
"Emang kamu sepeda sama siapa sih kayaknya asik banget sampai pacar sendiri nggak diperhatiin kayak gitu kamu sebenarnya saya nggak sih sama aku." cowok itu bukannya menjawab pertanyaan dari gadis yang berbaring di tempat tidur dia malam meninggalkannya sendirian dengan alasan memasak air panas tetapi cewek yang memperhatikannya dari atas tempat tidur itu tahu sebenarnya sepedanya alasan bagi lelaki itu buat bertemu seseorang yang ia anggap sahabat.
"Aku masak air dulu nanti kamu tunggu aja di kamar aku bakal datang lagi kok jangan ke bawah nanti kamu jatuh, kalau sampai aku lihat kamu di bawah aku bakal marah banget sama kamu ... aku nggak mau kamu jatuh apalagi dalam keadaan kondisinya nggak baik seperti itu."
__ADS_1
Jaesi meletakkan sepedanya begitu saja dan langsung pergi ke kamar seraya menggerutu kecil karena telah ditinggal begitu aja sama sahabat baiknya tanpa menjelaskan apa yang terjadi pada kekasihnya itu pada apa misalnya dijelaskan juga dia mah mengerti. iya walaupun nggak wajib-wajib banget sih jelasin apa yang terjadi sama cewek yang ada di sana tapi paling gak enggak harus ninggalin dia kek gitu kayak seakan-akan gadis itu selingkuhannya ... Jaesi mau pundung aja rasanya.
Marco tadinya hanya lewat saja tapi tiba-tiba ingin mampir begitu tau Jaesi pulang cfd, mantan kekasihnya itu tetap saja peduli dan perhatian padahal mereka harusnya nggak saling berhubungan lagi setelah tragedi putusnya hubungan mereka mungkin saja cowok itu benar-benar ingin balikan sama dia tetapi menjadi pertimbangan bagi gadis itu sendiri karena bosan selalu dibuat bahan bulan-bulan and kekasih dari mantannya itu.
"Eh, nak Marco." sapa mama Jaesi yang melihat kedatangannya bahkan saat dirinya main ke rumah Vanilla saja kedua orang tua dari gadisnya gak pernah ada di rumah.
"Tante apa kabar?"
"Baik, mau ketemu Jaesi ya?" Marco hanya tersenyum dan mengangguk kecil karena seingat lelaki itu hari ini Jaesi ulang tahun tepat 5 Maret, dan itu hari ini. mama Jaesi tersenyum saat teman dari putrinya mengingat detail ulang tahun anaknya sendiri: Marco meminta izin untuk bisa pergi berdua dengan Jaesi.
"Boleh gak saya ajak Jaesi jalan?"
"Boleh, jangan lama-lama." ujar mama memberikan izin pada anak lelaki di depannya dan kemudian memanggil putrinya yang lagi bersenandung di dalam kamar. "Kakak! ada yang nyari nih!" panggil mama lalu turunlah seorang gadis cantik dengan pakaian santai, gadis itu kaget melihat mantannya ada di dalam rumah dan keadaan hari itu padahal mereka sama sekali nggak janjian buat jalan hari itu namun bukannya berpakaian lagi dan masuk ke dalam kamar gadis itu malah semakin membuat mamanya tidak mengerti sama jalan pikirannya sendiri ia keluar begitu saja tanpa berganti pakaian.
Gadis itu langsung menarik mantannya keluar dari rumah selain mengusir dan gak mau merayakan ulang tahunnya tetapi bukannya memaksa cowok itu malah pergi begitu saja tanpa memberikan hadiah, "pulang sana," usia gadis itu yang langsung masuk ke dalam rumah. "gue gak ngerayain hari lahir gue. gak penting, nambah tua soalnya. pergi sana." ujar perempuan itu lagi yang malah dibalas dengan helaan nafas bahkan laki-laki yang sudah menaiki mobil itu kasih nggak habis pikir dengan cara penolakan yang dilakukan gadis itu atas perayaan ulang tahun dari mantannya. saat masuk ke dalam kamar adiknya bunyi confetti ada dimana-mana membuat jantung Gadis itu terkejut saat liat ada kue ulang tahun tergeletak di atas kasur.
__ADS_1