
Keduanya sama-sama terkejut saat ada dibiang lala, Jaesi diam saja lalu mengamati sekitar mereka mendadak mesinnya berhenti hingga gak sengaja Jaeran menahan si gadis yang berada dipojok dirinya menggunakan satu tangan karena terlalu kaget. Tatapan keduanya sangat dalam ada rasa bahagia di dalam debaran mereka berdua, Jaesi dan Jaeran gak melepaskan pandangan mereka sampai mesinnya kembali bergerak, gadis yang membuang muka ke arah samping itu gak bisa menyembunyikan kegugupannya. Jaesi merutuki kebodohannya yang salah mengira kalau itu adalah Jacob, cowok di hadapannya cuma mengusap gemas kepala sahabatnya. Seusai naik biang lala keadaan jadi lebih diam seperti ada sesuatu yang terjadi, Jacob menoyor kepala Jaesi karena bisa-bisa keliru menarik lengan anak orang. "jenis-jenis cewek bego! satu Jaesi! dua kembali ke nomor satu!! dahlah capek gue banget punya tetangga kaya loe!!" sinis pria yang meninggalkan gadisnya itu di depan gerbang masuk area biang lala.
"Loe tau gak si?"
"Kaga tau!" Jacob kepalang kesal sama gadis itu bahkan adik dari Jaesi saja sudah gak terlihat lagi, akhir-akhir ini Jaeril memang selalu dipadati latihan setelah ditolak Juliana. "gue bingung sama loe, kenapa dah kalo sedih larinya ke gue sama Darren tapi misalnya seneng kaya gak inget temen. kenapa? kenapa!!?" Jaesi juga gak paham mengapa bisa kaya begitu tapi buat membujuk kakak sahabatnya ini, tentu tau benda apa yang cocok.
"Rolex mau?" sogok Jaesi yang membuat Jacob terperangah.
"Gue gak mudah disogok tapi boleh deh yang warna Rose Gold sama White. Terus kalo bisa sama smartwacthnya satu." gadis yang melirik malas orang disebelahnya itu menghela panjang, merutuki dirinya karena salah berucap.
"Itu namanya ngerampok!" seru Jaesi namun laki-laki itu gak peduli yang jelas kalau si gadis bersedia kenapa harus satu, Jacob berhenti di depan wahana selanjutnya. ah ini si bukan liburan bareng tapi double date namanya lagian dia kan sama Jacob gak ada hubungan special dan kaya yang keliatannya mereka cuma saling ejek tapi dimata Jaeran terlihat sangat romantis, entahlah pemuda di belakang gak begitu suka sama kedekatan mereka berdua. Memang terkesan sahabat yang posesif tapi hanya perasaannya saja atau memang dirinya sangat-sangat risih liat Jaesi sama yang lain, Jaeran melepas genggamannya sama Cilla lalu duduk bersama Jaesi di dekat gadis itu. "apasih!" Jaesi kembali membuka obrolan dengan Jacob.
__ADS_1
"Jaes," panggilnya yang sedang merajuk karena dicuekin gadis di sebelahnya. Jaesi masih belum sadar tingkah cowok itu sampai saat Cilla bilang ingin pulang saja baru sadar kalau Jaeran banyak tingkah, "kamu mau pulang? aku anter ya." ujar cowok itu yang beranjak dari duduknya.
"Yaudah sana pulang, pacar kalo masih anget emang prioritas tapi kalo ada cewek lain masuk malah jadi kedua." cibir Jaesi yang melahap kentang goreng rupanya Cilla agak gak suka sama perkataan teman kekasihnya itu, Jaesi memang agak menyindir seseorang namun orang itu gak ada di sana jadi gak berguna juga. Jacob ketawa terbahak-bahak sampai kesedak air mineral, gadis yang ada di sebelahnya tetap bersikap santai padahal menyinggung perasaan Cilla: Jaeran enggan menegurnya dan berjalan menyusul pacarnya. Cilla masih jengkel ia pikir Jaesi orang yang baik tapi apa nyatanya, ia malah disindir kaya begitu kadang apa yang terlihat gak sesuai faktanya.
Jaeran membujuk ceweknya yang lagi marah lalu mengantarkan pulang, sesampainya di rumah Cilla masih gak mau sudahan marahnya hingga membuat Jaeran kesal. "kamu sendiri yang minta aku deketin Jaesi!" erang pemuda itu frustrasi tetapi gadis di hadapannya sama sekali gak mau disalahin. Jaeran meninggalkan gadis itu begitu saja dan melesat pulang ke rumah Cilla terisak selepas kepergian kekasihnya, moodnya benar-benar rusak. Jaeril menguap lebar lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya gak lama Marissa datang bawa minuman dingin yang membuat si cowok kehilangan kantuknya, Jaeril gak bilang apa-apa tapi jelas banget cewek yang berdiri menghadapnya itu berharap agar dapat kata terima kasih.
Jaeril menelpon kakaknya lalu berjalan tanpa peduli lagi sama Marissa, "gak mau apa gitu nungguin gue?!" ketus gadis yang lagi merajuk padanya tapi itu gak mempan sama Jaeril.
"Tapi kita kan beda!" elak Marissa.
"Sama aja, sama-sama tukang nikung. gak inget temen gue ... loe tinggal cuma buat laki kaya Rafta?" Marissa kesal kalau Jaeril sudah membawa-bawa perihal asmara, pada kenyataannya keduanya berbeda. Marissa gak hobi selingkuh walau kadang suka nikung tapi itu kalau sama-sama belum punya cewek lain. "kalian sama aja, sama-sama buaya. bedanya abang loe jantan, elo betina." celetuk Jaeril yang memasan earphone di telinganya kemudian meelon Jaesi. Jaesi menatap wajah kesal adiknya tp meski sudah selesai sama Marco gadis yang berjalan beriringan bareng Marissa tersebut tetap akrab.
__ADS_1
Sore itu Jaesi mendadak pengin cah Yono yang ada di depan komplek tapi dirinya malas keluar dan berganti pakaian, "bocah! beliin martabak lumpia isi keju manis!" aneh banget memang seleranya tapi menu di sana memang seperti itu tetapi tenang saja isinya masih telur dan daun bawang kok.
"Ogah ah," Jaesi membeliak lalu menimpuknya dengan bantal sofa. "gue gak mau, masih punya anggota body yang lengkap juga," sahut Jaeril menolaknya tapi Jaesi tetap memintanya agar dibelikan oleh sang adik tercinta.
"Badan Markonah!" Jaeril melengos masuk ke dalam kamar lalu kakak perempuannya itu hanya berdiri tanpa bergeming, Jaesi mulai memakai jurus andalannya. "jadi gak mau?" ujar gadis itu dengan nada bicara sedih yang dibalas tatapan malas namun Jaesi semakin memelas. Gadis tersebut masih belum menyerah membudaki adiknya sampai pake metode terakhirnya dan langsung saja cowok tersebut melemah karena kakaknya memelas.
"AH ELAH!!!! yaudah mana duitnya jangan pake duit gue, takol loe juga nih!!!" Jaesi terlihat senang lalu memberikan uangnya pas: Jaeril mau buang saja kakaknya itu sayang cakep kalau buluk sudah dari lama dikiloin.
"Baik dah Jaeril, i laview! hahahah," kata Jaesi sambil ketawa biar bagaimanapun juga adiknya sudah mau menuruti keinginannya, indah sekali memiliki adik laki-laki yang penurut seperti Jaeril. Cowok tersebut memandang sinis kakaknya kemudian meraih kunci motor vario milik mamanya dan langsung menyala mesinnya guna memanasinya.
"Kentut!" seru Jaeril kesal. Jaeran sebenarnya ingin bergabung tapi dirinya sibuk membereskan pipa yang bocor dan membenarkan sinyal wifi di rumahnya, jadi gak bisa sedaritadi pemuda itu sudah melihat dari depan rumahnya. Jaeril melempar kerikil agar mengusir kakaknya yang usil tapi tetap saja perempuan di hadapannya gak mau pergi, "kak masuk ke dalam! gak gue beliin nih!" ancam adiknya yang terpaksa gadis itu turuti.
__ADS_1