Vilanian

Vilanian
55


__ADS_3

note: sebelumnya aku mau minta maaf kalo seandainya aku suka lama updatenya, aku kaya begitu karena ada alasannya. alasannya cuma satu ya itu wifi. aku kalo update pake wifi tetangga HAHAHA!!!! maafkeun. aku juga sama kaya kalian sobat misqueen.


Sepanjang hari ini cowok itu hanya melamun saja setelah mendengar penuturan tetangga sebelah rumah yang tanpa sengaja dirinya dengar padahal kalau Jaesi berkata jujur itu gak masalah baginya, herannya justru cuma dia aja yang gak tau soal ini. cowok itu menghela panjang dan langsung masuk ke dapur setelah berdiam sekian lama di ruang tamu gak tahu kenapa perasaannya tiba-tiba jadi sangat kesal terhadap pengakuan yang dikatakan oleh mama sahabatnya itu ... pemuda itu merasa ditipu karena selama ini nggak pernah dianggap sebagai sahabat oleh cewek yang baru saja diberikan kejutan ulang tahun gak lama kakaknya masuk ke dalam dapur buat mengambil minum. "muka galau banget, nape?" tegur Jacob.


"Bang, kalo cewek udah ngumpet di sesuatu dari kita itu tandanya di udah nggak percaya ya bang?"


"Ada dua faktor si biasanya."


"Maksudnya bang?"


"Ya iya cuma ada dua faktor yang pertama dia lagi ada masalah yang kedua siapa tahu aja dia lagi menjaga jarak sama lo karena sesuatu. cewek kalo udah jaga jarak tandanya dia udah mulai gak nyaman ada di samping lo ya itu artinya dia menyerah sama apa yang diperjuangkan selama ini dan berarti dia bakal memilih menghilang." jelas Jacob yang langsung menaruh gelasnya di dalam cucian piring, Jaeran tercenung mendengar penjelasan dari kakak laki-lakinya dan berjalan sembari mengejar langkah Jacob.


"Maksud loe Jaesi ada perasaan bang?" Jacob menghela lelah karena kebodohan adiknya benar-benar alami. "bang emang ada yang kaya gitu?"


"hhh, lo nggak bisa mengukur ada atau enggaknya perasaan yang lu punya buat sahabat lu sendiri ya kalau misalnya lu ngerasa kalau persahabatan kalian itu nggak sehat dan elo lebih memilih buat menjauh ya berarti itu udah di luar dari kendali perasaan lo terus kenapa kalo misalnya kalian punya perasaan satu sama lain. di dunia ini nggak ada yang tulus murni buat berteman dan juga persahabatan selalu akan berakhir dengan cinta dan perasaan semuanya seimbang berawal dari teman lalu jadi demen. emang lu lihat di tayangan-tayangan tv ada gitu sinetron yang menunjukkan awalnya temen trus kesana sananya tetap jadi temen? kagak ada kan! edukasi aja buat elu, kaya nanti kalau ke depannya mengalami hal yang sama jadi tahu rasanya seperti apa temen jadi cinta kan lucu." ceramah pemuda yang ada di hadapannya itu dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintunya sembari mengamati adiknya yang masih terpaku di depan pintu.

__ADS_1


"Bang tapi itu kan cuma sinetron! bukan nyata!" ujar adiknya itu seraya berteriak keras hingga mendapat teguran dari sang bunda.


"Ya emang itu cuma sinetron. tapi rata-rata dari kisah nyata dan itu real kejadian di kehidupan sehari-hari kita," Jacob menoyor kepala adiknya lalu mengusirnya pergi dari depan sana. "isi masak sma lo dengan kenangan indah bukan kenangan pahit yang pahitnya kayak muka lo sepet-sepet asem."


Papa menatap manik putrinya dengan penuh keyakinan lalu berkerut heran dengan alasan yang diberikan oleh anak dan istrinya, "kenapa gak pas lulus aja? nanti kangen sama muka papa yang tampan gimana?" gadis itu memutar mata malas mendengar gurau papanya lalu tertawa mengejek seakan dirinya tidak akan pernah kembali ke dunia ini.


"Papa, aku cuma ke Paris bukan ke rahmatullah!"


"Hush! kamu kalo ngomong!" tukas sang mama yang sebal akan perkataan putrinya, gadis itu membentuk lengkungan bibir mengerucutkan dan langsung jalan ke arah belakang dapur lalu mengeluhkan sedikit tentang mamanya. mama dan papa mengobrol sebentar sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar mereka mendadak perasaan mama jadi sangat gelisah saat mendengar pernyataan dari anaknya itu anak gadisnya sendiri. gadis yang duduk di depan meja belajar itu memandangi ponselnya dengan tatapan lurus sama sekali sahabat laki-lakinya itu nggak menghubungi dia ataupun mengirim pesan satu pun.


"Njaes!" panggil laki-laki itu sembari merengek agak jijik saat dengar hal itu dari sahabat kecilnya namun itu seakan membuatnya lebih nyaman ketimbang yang seharusnya.


"Apaan sih."


"Kalo mau pergi tuh ngomong!" Jaesi mengerutkan kening gak paham akan tetapi sedetik kemudian gadis itu langsung mengerti apa yang menjadi bahan pembicaraan si cowok dan nggak membalas kata-kata teman kecilnya itu hanya saja berat mengatakan alasan di balik keindahannya nanti walau bagaimanapun gadis itu nggak mau ada salah paham yang terjadi saat dia gak lagi hadir di dalam kehidupannya Jaeran.

__ADS_1


"Gue gak ke mana-mana peleh. cuma di rumah." Jaeran mendiamkan nya sejenak lu habis gitu si gadis malah terlihat biasa-biasa aja tanpa menunggu penjelasan atau memberikan kejelasan dari cowok yang ada di depan pintu balonnya seenggaknya cewek itu bilang ke mana ia akan pergi dan berapa lama dirinya harus menunggu.


Jaeran sungguh-sungguh gak memberikan celah buat cewek itu bahkan pertanyaan itu terus aja diulang dan diulang lagi sampai sampai membuat si cewek merasa kesal kemudian jengah. "penting banget laporan," gerutunya.


"Penting!" sahut laki-laki itu yang membalas dengan nada menyentak. Jaesi menghela panjang lalu menceritakan mengenai neneknya yang mulai rentan, alasan sebenernya bukanlah tentang neneknya yang mulai sakit-sakitan tetapi alasan yang sebenarnya adalah tentang bagaimana cara gadis itu menghindari setiap skinship yang dilakukan oleh Jaeran ... walaupun dirinya juga ingin menghindari kesalahpahaman dari kekasih sahabat kecilnya itu. serta perasaan yang mulai iya miliki karena gadis itu rasa persahabatannya bukan lagi tentang pertemanan melainkan cinta.


"Nenek gue sakit."


"Terus?"


"Ya gue mau jenguklah!"


"Dan kapan balik?"


"Nanti baliknya ke rahmatullah! ya udah setelah beres baru balik!" ada yang janggal dari ucapan cewek di sampingnya namun itu nggak langsung dia utarakan karena menurutnya bukan hal penting dan saat ini cowok itu sudah tahu jelas apa alasan dari kepergian sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2