Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Episode 10.


__ADS_3

Yeojin Lee melahirkan bayinya dengan operasi karena mengalami pendarahan yang parah mengharuskan mengeluarkan bayi karena akan mempengaruhi keselamatan mereka berdua. Setelah melahirkan bayinya dia sempat berkata " Dokter, aku ingin melihat bayiku." lirih Yeojin Lee.


Perawat memandang dokter meminta persetujuan, kemudian dokter itu mengangguk " bayinya berkelamin laki-laki, berat badannya 2,6kg, panjangnya 48cm." Jelas Perawat.


Yeojin Lee menangis ketika melihat bayinya, Dia memeluk dan menciumnya " maafkan aku, kamu harus sehat terus. maafkan mami tidak bisa menemani hari-harimu, yang kau harus tahu bahwa mami sayang kamu Lee Jay hyun." setalahmengatakan itu Yeojin menyerahkan bayinya kepada perawat dan memberikan sebuah kertas untuk orang yang menolongnya.


" Aku lelah Tuhan, jika ada kesempatan lagi aku ingin melihat Dia dan merawat Jay Hyun sampai dewasa hiks...hiks...hiks." Gumannya.


Alat mendeksi jantung semakin kacau, dokter dan perawat sampai panik ketika melihat keadaan Yeojin tidak stabil. Lee Yeojin menutup matanya berlahan dan dokter mengatakan bahwa pasien koma setelah melewati masa kritisnya " syukurlah masa kritisnya sudah dilewati meskipun pasien mengalami peristiwa yang membuat dirinya trauma membuat dirinya menyerah dan kini kondisinya koma. Aku berharap ada keajaiban buat dirinya buat bangun." Seru Dokter kepada Daniel Do.


Hari-hari Daniel Do menemani Yeojin dengan membawa bayinya, siapa tahu dia akan sadar. Bulan berganti tahun, ini sudah tahun kelima. Jay Hyun Lee sudah besar bisa menjengguk maminya sendirian tanpa ditemani Daniel Do yang dikenalnya sebagai Papinya.


Setiap harinya Jay selalu diejek oleh teman sebayanya karena wajahnya tidak mirip dengan Papinya, katanya juga ada yang dibilang bahwa dirinya anak haram dan lain-lain. Meskipun begitu Jay selalu dapat pujian dari gurunya karena nilai akademisnya sempurna.


.....


Ada yang percaya bahwa orang sedang koma arwahnya melayang-layang bahkan menemani orang yang disayanginya. Jay selalu merasa bahwa maminya ada disampingnya.


Jay hyun Lee diam-diam kerja mencuci mobil diparkiran walaupun biaya sekolahnya dan biaya rawat mami sudah ditanggung tetapi dia nekat kerja pada umur lima tahun. sungguh tragis.


Sesekali dia menjengguk maminya dan mengeluarkan keluh kesahnya " Mami, pa.. eh bukan paman Daniel sudah tidak sayang Jay lagi."


" Aku selalu bersyukur masih punya mami meskipun entah kapan mami akan bangun, dan aku berterima kasih kepada Paman masih mau membayar biaya rumah sakit ini." Seru Jay hyun sambil menghembus nafasnya.


Tiba-tiba tangan Yeojin sedikit demi sedikit bergerak dan membuka matanya " Kak Kyu..." Guman pelannya.


Jay Hyun Lee panik lalu memanggil dokter untuk memeriksanya " Dokter, mamiku bangun." Seru kecilnya.


" Baiklah, aku akan segera periksa." Jawab Dokter buat Jay kecil tersenyum bahagia.


" apa aku harus cari sewa Apartemen tapi aku tidak punya uang, aku harus cari uang buat mami." Lirih semangat Jay.


" Syukurlah, kondisinya baik. beberapa lagi sudah bisa pulang." Kata Dokter.


" Terima kasih dokter, tapi tolong jangan kasih tahu paman Daniel dulu." memohon Jay kepada Dokter dengan wajah kasihannya.


" Hahaha... aduh imut, baiklah." seru dokter itu, kemudian meninggalkan Jay dan ibunya.


" Mami..." panggil Jay.


Yeojin memandang Jay dengan intens lalu menarik Jay kedalam pelukannya " Maafkan mami, kamu pasti sudah menderita hiks... hiks.." Tangisan Yeojin.

__ADS_1


" Mami, jangan menangis. aku tidak apa-apa kok." seru Jay menghapus air mata ibunya.


" Hallo nona Lee, perkenalkan saya adalah Jay Hyun, seseorang lelaki tampan yang akan melindungimu." Seru Jay dengan menirukan suara dewasa.


" Hahahaha...." Tawa Yeojin yang terhibur oleh suara Jay.


" Jay merindukan mami." Seru Jay sambil memeluk ibunya erat.


" Aku akan kembali lagi nanti." Seru Jay.


" Mau kemana?" Tanya Yeojin penasaran.


" Jay harus belajar he...he..." jawab Jay polos.


" Oh baiklah." kata Yeojin.


....


Sebenarnya perkataan Jay bohong kalau dirinya ingin belajar, dia harus kerja cuci mobil.


" Selamat siang paman." Seru Jay yang baru datang.


" Jay harus cari uang buat mami." serunya sambil tersenyum bahagia.


" Karena Mamiku baru bangun dari tidur panjangnya." sambungnya.


Paman Kong hanya bisa tersenyum " selamat ya Jay, Akhirnya Tuhan mendengar doamu." katanya sambil mengelus rambut Jay dengan lembut.


" Paman, aku kerja dulu ya?" pamit Jay.


Paman Kong pertamanya terpaksa mengerjakan anak kecil seperti Jay, Dia merasa kasihan dengan keadaan Jay. Dia pernah mendengar bahwa kehidupan dirinya tidak seberuntung seperti anak-anak seusianya yang senang bermain, dia malah kerja.


" Aduh....Kong hun Kamu kenapa bengong?" Tanya orang tua seusianya.


" Ah... Pak Jing, iya. anda lihat anak kecil itu?" Tanyanya sambil menunjuk kearah Jay.


" Dia karyawanmu kan?" serunya.


" Sebenarnya aku sangat kasihan ketika dia memohon untuk kerja disini agar dia bisa menyewa rumah kecil untuk ibunya." Keluh Paman Kong.


" Ibunya kenapa bolehin anak sekecil itu bekerja?" Tanya Pak Jing.

__ADS_1


" Ini kemauannya sendiri, keadaan ibunya sangat prihatin." Jawab Paman Kong sedih.


" prihatin?" Tanya Pak Jing.


" iya, ibunya sudah lima tahun koma dan sekarang baru siuman hiks kasihan anak sepertinya harus mengalami keadaan seperti itu huhuhu..." Tangisan Paman Kong terpecah, meskipun terdengarnya lirih namun menyayati hatinya.


" Paman Kong tenang, lalu ayahnya kemana?" Tanya pak Jing.


" Dia pernah mengatakan bahwanya dirinya tidak tahu ayahnya siapa karena pas dia kecil diadopsi oleh keluarga Do namun keluarga Do melantarkan dirinya huhu..." Cerita paman Kong.


" kejam sekali." seru Pak Jing.


" Pak Jing, kamu kan tidak punya anak bagaimana jika Jay dan ibunya ikut denganmu?" saran Paman Kong.


" Hahahaha...." Tawa Pak Jing.


" kenapa kau tertawa, apa yang lucu?" Tanya bingung Paman Kong.


" Aku bukan orang baik loh." Jawab Pak Jing.


" Meskipun Pak Jing dulunya preman dikota ini, namun hati Pak Jing akan baik hati ha..ha..ha.." serunya.


Pak Jing An adalah orang jepang, kaya raya namun hidupnya sederhana. Dia hidup dengan istrinya saja tidak ada anak ataupun menantu, Dia punya anak tetapi sudah meninggal karena ikut perang.


Seperti kata Paman Kong dia duluan preman dikota ini tetapi semenjak dia punya anak, hobinya jadi preman sudah ditinggalkan. Dia sekarang jadi pendagang internasinal.


Menurut Paman Kong jika Pak jin An mau mengadopsi Jay sebagai cucunya dan Ibunya sebagai anaknya mungkin kehidupan Jay akan terjamin tidak perlu bekerja disini lagi, bukannya dia tidak suka namun dia lebih suka anak seusia Jay belajar agar masa depannya cerah.


" Nanti aku diskusikan dengan istriku dulu." jawab Pak Jing.


" Semoga Nyonya Jing mau, amin." seru Paman Kong semangat.


" semoga saja."


" Ha... ha... ha... ha... " Mereka tertawa bersama.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2