
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE DAN DUKUNGAN YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
“Jadi bagaimana?” tanya Robert saat memberikan black card miliknya pada Medina, dia menunggu keputusan perempuan di hadapannya ini.
Sesekali tangannya menuruni punggung telanjang Medina dan mengecupnya, bahkan Medina kini bisa mendapatkan semua barang yang bisa dibelinya yang setara dengan 6 bulan gajinya sebagai model.
Dia meneguk salivanya kasar, memang ini tujuannya menikahi Luke bukan? demi kekayaan dan kehormatan, dan Medina akan mendapatkannya dari Robert. Yang Medina tahu, kedua pengusaha itu Berjaya di negara mereka masing masing.
“Apakah aku harus ikut denganmu ke Selandia Baru?”
“Tentu saja, kau tahu aku bekerja di sana.”
Medina mengeratkan selimut supaya tidak melorot, dia berdehem dan menarik napasnya dalam. Bukan hanya materi, tapi Medina merasa dicintai dan juga diinginkan. Robert memberikannya segala, termasuk dalam bentuk kenikmatan dunia.
“Kau mau menjalin hubungan denganku?” tanya Robert untuk yang kesekian kalinya.
“Bagaimana dengan Luke?”
“Aku bisa menjalin hubungan dengan seperti itu, menjadi yang kedua untukmu.”
“Tapi…., aku tidak mau,” ucap Medina. “Kau bersungguh sungguh bukan?”
“Tentu saja, aku begitu mencintaimu, Medina.”
“Lalu kenapa kau dulu meninggalkanku?”
“Aku dijodohkan, oleh karena itu aku bercerai dengan istriku. Perjodohan itu tidak berjalan lancar.”
“Tunggu.” Medina tertegun. “Bagaimana bisa kau tidak memberitahu aku?”
“Maaf, aku tidak ingin kau khawatir dan terlibat dengan keluarga gilaku. Kini mereka sudah membebaskanku.”
“Benarkah?”
__ADS_1
Robert kembali mengangguk.
Medina menarik napasnya dalam, dia mengambil kaos milik Robert dan memakainya. “Aku akan ke kamar mandi.”
“Pikirkan lagi apa yang aku katakan.”
“Oke.”
Dan saat Medina masuk ke kamar mandi, Robert merebahkan diri dengan kedua tangan dijadikan bantalannya. Sampai sebuah dering ponsel menyadarkannya, itu nomor tanpa nama, tapi Robert tahu siapa itu. Dia adalah mantan istrinya.
“Hallo? Berhenti menghubungiku dan urus dirimu sendiri.”
“Robert, aku akan melahirkan. Aku butuh uang.”
“Cih, sudah aku bilang itu bukan anakku.”
“Ini anakmu, kita melakukan test DNA. Kenapa kau seperti ini? aku butuh uang karena berhenti bekerja, kau pasti masih punya uang bukan? perusahaanmu tidak benar benar bangkrut bukan?”
Robert terdiam, sebenarnya perusahaannya sudah bangkrut. Dan uang yang ada di tangannya? Itu milik ayahnya yang dia bawa kabur.
“Aku sudah bilang jika ingin berhubungan denganku jangan sampai hamil, aku tidak mau punya anak, jadi itu bukan anakku. Kau tahu aku bangkrut, jadi jangan hubungi aku lagi.”
“Siapa yang menelpon?” tanya Medina begitu keluar dari kamar mandi.
“Eum… rekan bisnisku, dia menanyakan kapan aku kembali ke Selandia Baru. Jadi bagaimana…. Kau akan ikut?”
“Kapan?”
“Sebenarnya bulan depan, aku masih ingin berjalan jalan di sini. Bagaimana?”
“Kalau begitu bantu aku bercerai dengan Luke.”
Robert tersenyum puas, akhirnya dia menemukan bank berjalan karena bisa memanfaatkan kepopuleran Medina dan menjadikannya sumber uang. Banyak orang yang ingin merekrut Medina sebagai brand ambrasador mereka.
“Kau yakin?”
“Aku ingin bersamamu, kau memberiku segalanya,” ungkap Medina.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
Rara tidak berhenti menciumi wajah tampan Luke yang membuatnya tergila gila, membuat pria yang sedang terlelap dalam tidurnya itu terbangun. Dia mengerutkan keningnya menatap Rara yang terbangun. Mengalihkan pandangan pada jam dinding, ini masih pukul 1 malam.
“Kenapa bangun?”
“Aku baru saja memberi susu pada Lucas.”
Tatapan Luke beralih pada bayi box yang ada di samping Rara, bayinya tertidur dengan sangat nyenyak, Bahkan tubuh Lucas kini menjadi sangat gembul.
“Dia sangat gendut.”
“Hei, dia tampan.”
Luke mengangguk. “Baiklah dia tampan, apa yang membuatmu terjaga? Ayo tidur lagi.”
“Aku tidak bisa tidur,” ucap Rara menyandarkan kepalanya di dada bidang Luke. “Apalagi melihat wajah tampanmu membuatku kehilangan kendali.”
Luke hanya mengusap rambut Rara yang begitu halus. Pada akhirnya Rara kalah dan kembali tidur di kamar utama, tapi dia membawa Lucas agar bayi mungilnya bisa bersama dengannya.
“Aku lapar,” ucap Rara. “Ayo turun ke bawah.”
“Lucas?”
“Kita pasang monitor, kau tidak menjadi bodoh bukan?” tanya Rara menyalakan monitor dan menarik paksa Luke untuk turun ke bawah dan menuju dapur untuk memasak.
“Kau ingin masak apa?” tanya Luke yang masih setengah mengantuk.
“Sosis bakar kupikir.”
“Itu akan membuatmu gendut.”
“Gendut….,” gumam Rara yang membuatnya berhenti mencari sesuatu di dalam kulkas.
“Eum… Rara? Kenapa?”
“Aku penasaran, Luke.,. tujuh tahun terakhir ini…. aku kuliah di mana? Apa saja yang sudah aku capai? Karir modelku saat aku kecil?” tanya Rara yang membuat bibir Luke kelu tidak bisa mengatakan apa apa. “Bagaimana karirku? Apa penghargaan yang sudah wanita cantik ini lakukan? Aku yang 24 tahun bukan seorang pengecut bukan?”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE