Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Klab Malam


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹


Bukan main, Luke meminta kepolisian setempat mencari keberadaan Rara. Dia bahkan rela merogoh kocek yang begitu dalam untuk menyewa seorang detektive agar bisa mencari keberadaan kekasih dan anaknya itu. Luke harus mengatakan kebenarannya, bahwa dia mencintai Rara dan tidak akan pernah melepaskannya. 


Luke akan melakukan apapun asal Rara memaafkannya. Dan Luke memberi waktu 24 jam pada mereka untuk menemukan Rara.


Sampai saat ini, Luke masih berada di kamar tempat sebelumnya dirinya dan Rara berada. Ya, Luke masih berada di rumah Kakek Nobles di Minesota. Dia terdiam lama di dalam kamar.


Saat telpon berbunyi, Luke langsung mengangkatnya.


"Bagaimana?"


"Ini tentang Medina, Tuan."


"Dia bersama dengan Rara?"


"Tidak, dia sendirian dan sedang dalam perjalanan menuju Selandia Baru."


Luke terdiam, bukan Medina yang membawa Rara. Yang berarti Rara masih berkeliaran di luar sana dan pergi karena keinginannya sendiri.


"Terus cari dia, aku ingin kau mendapatkannya."


"Baik, Tuan."


Setelah telpon terputus, terdengar suara ketukan dari arah pintu. Yang mana membuat Luke menengok, di sana ada Kakek Nobles yang sedang menatap Luke dengan penuh kesedihan.


"Aku tidak apa, Kakek. Tinggalkan aku sendiri dulu."


"Bukan itu, Luke," ucap Kakek Nobles mendekat, dia melihat notifikasi di ponselnya yang terus berbunyi. Ternyata Rara tidak berhenti sampai di situ untuk merogoh uang miliknya


"Rara akan aku temukan, Kakek."


Sebenarnya bukan itu masalah Kakek Nobles, dia ingin memberitahukan Luke dimana keberadaan Rara sehingga kartu kreditnya bisa selamat. Namun apa boleh buat, dia tidak ingin Rara mengulitinya seperti Rara melakukannya pada Medina.


"Kakek…..," dia ragu mengatakan kebenarannya.


"Kenapa?"

__ADS_1


Kakek Nobles ingin mengatakannya. "Kenapa Kakek?"


"Kakek menyesal, maafkan Kakek. Kakek merasa ikut andil dalam permasalahan ini."


"Tidak apa, Kakek. Dia akan aku temukan, mereka akan mencarinya."


"Baiklah," ucap Kakek Nobles menghela napasnya dan berjalan keluar dari sana.


Dimana Dev sudah menunggunya di sana dengan tatapan tajam


"Anda tidak memberitahunya bukan?"


"Tidak tenanglah, uangku masih ada. Meskipun ini memakan banyak sekali."


Dev mengintip, melihat Luke yang terlihat sangat terpukul. Luke bahkan tidak ingin menemuinya dan bicara dengannya. Luke masih mengira kalau ini juga kebodohan Dev yang tidak menahannya.


Ketika telpon kembali berbunyi, Luke memgangkatnya sambil berdiri menghadap jendela. Dan seringai yang diperlihatkan oleh Luke membuat Dev menelan ludahnya kasar. Apakah lehernya akan aman? Bagaimana jika Luke tahu kalau dirinya terlibat sangat banyak dalam kepergian Rara?


"Selamatkan aku, Tuhan," ucap Dev memeluk dirinya sendiri.


🌹🌹🌹🌹🌹


Rara memandang dirinya sendiri di cermin, dia sudah memakai gaun seksi dan bersiap untuk pergi ke klab malam. Dia benar benar ingin merasakan bagaimana kehidupan malam yang belum pernah dia rasakan.


"Anda sangat cantik, Nona."


"Aku tau. Titip Lucas ya, aku akan pulang sebelum larut malam."


"Baik, Nona."


Rara dengan percaya dirinya melangkah di koridor, suara ketukan heels setinggi 15 centi miliknya terdengat begitu jelas. Dia mengadahkan dagunya saat beberapa pria yang berpapasan dengannya menatapnya penuh kekaguman.


Rara dibalut gaun merah tanpa tali, dengan tinggi di atas lutut. Memperlihatkan tubuhnya yang begitu seksi.


Hotel itu memiliki klab di gedung terpisah, Rara hanya tinggal masuk saja.


"Woaaahhhh," ucapnya merasakan kekaguman yang menerpa. Ternyata begini rasanya saat musik memekik telinga dan membuat tubuhnya seolah ikut berjoged. Rara menyukai sensinya. Membuatnya ingin ikut menari dengan orang orang yang menggila di sana.


"Ekhemmm!" Rara berdehem supaya dirinya terlihat lebih keren, dia berjalan ke bagian bar dan meminta martini. Sebelumnya Rara melihat banyak film, dan mereka memesan martini.


"Dengan zaitun?"

__ADS_1


"Tanpa," ucap Rara yang segera dihidangkan oleh bartender.


"Silahkan, Nona Cantik."


"Thanks," ucap Rara meneguknya.


Sesaat dia terdiam, merasa tenggorokannya terbakar. Tapi dia berusaha menahannya dan tetap berakting dengan begitu keren.


"Anda mengalihkan perhatian orang orang di sini," ucap sang bartender membuat Rara menedarkan pandangan. Banyak pria yang menatapnya dengan lapar.


Rara tidak mempedulikan, dia hanya ingin kesenangan ini. Lagipula pada kenyataannya Luke lebih tampan daripada siapapun di sini.


Setelah meminum beberapa teguk, Rara mulai memasuki area dansa. Dia berjoget dengan gila mengikuti irama.


Efek alkohol begitu dahsyat, membuat Rara semakin liar dan menarik mata kaum adam yang lapar.


Sampai Rara merasakan ada seseorang yang melilitkan tangan di pinggangnya, membuatnya menoleh. "Haii….cantik."


Rara terkekeh. "Minggir kau jelek."


"Oh… kau mabuk?"


"Minggir kau jelek."


"Tapi aku ingin bersamamu."


Saat pria itu semakin mendekat, Rara merasakan seseorang menarik tubuhnya kemudian mendorong pria yang sebelumnya menggodanya.


"She's mine," ucap seseorang mengklaim Rara.


"Sorry, Dude." pria itu mengangkat tangannya dan menjauh pergi.


Sementara Rara mengadahkan pandangan, menatap sosok yang memeluk pinggangnya.


"Luke? Sayangku aku merindukanmu!" pekik Rara langsung menarik tengkuk Luke dan mencium bibirnya, bahkan tangan nakal Rara sudah meremas kejantaanan milik Luke.


"Akkhhh Shiit!" umpat Luke.


Rara hanya tertawa tanpa dosa, dia menatap Luke dengan mata mabuknya. "Kau mau kabur kemana, Luke? Jangan berani berani kabur dariku, akan aku buat kau tidak bisa berjalan besok. Hahahahaha."


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


to be continue


__ADS_2