
🌹JANGAN LUPA KSIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA KESAYANGAN🌹
Luke membuka matanya saat dia merasakan seseorang mengguncang tubuhnya.
Keningnya berkerut merasa pusing, dia ingat baru bisa tidur pukul 4 dini hari. Jadi Luke menolak bangun.
"Luke, bangun," rengek Rara.
Tidak kunjung bangun, Rara mencium pipi Luke yang mana langsung membuat mata pria itu terbuka seketika.
Dia mendudukan dirinya menatap Rara yang sudah duduk menghadapnya.
Rara tersenyum. "Good morning," ucapnya polos kemudian menghapus air liur bekas ciumannya di pipi Luke.
"Aku mau ke kamar mandi," ucap Rara merentangankan tangan.
"Belum bisa jalan?"
"Kakiku masih sakit," ucap Rara menurunkan tangannya sesaat sebelum mengangkatnya lagi. "Ayo gendong aku ke kamar mandi."
Luke menatap Lucas yang ada di dalam box, bayinya masih memejamkan mata dengan baik.
Membuat Rara berbisik, "Bayi kita pengertian, dia tahu orangtuanya harus mulai berpacaran lagi."
Luke tidak bisa berkata kata, dia mengalihkan pembicaraan dengan mencoba menggendong Rara.
Luke membalikan badannya.
"Apa ini?" Tanya Rara dengan nada kesal.
"Ayo, aku gendong ke kamar mandi."
"Astaga," ucap Rara tidak percaya. "Kenapa aku bisa jatuh cinta padamu? Gendong aku di depan, Luke."
Luke menoleh, menatap Rara yang melotot tajam.
"Jangan bilang kita tidak pernah melakukannya."
"Bukan begitu."
__ADS_1
"Lalu darimana asal Lucas?"
"Oke tenanglah, ayo aku gendong."
Rara tertawa riang dan mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia digendong di depan oleh Luke, membuat dada mereka bersentuhan.
Rara melingkarkan tangannya di leher Luke, merasakan lebih dalam apa yang dia rasakan.
"Seperti ini rasanya," gumam Rara yang masih dalam gendongan.
"Apa?" Tanya Luke.
"Merasakan ini."
"Rara jangan banyak bergerak."
"Kenapa? Aku tidak berat," ucap Rara dengan suara manjanya. "Lagipula bukan salahku melupakan semuanya, termasuk ini," ucapnya menempelkan dadanya lebih dekat.
Luke mendudukan Rara di westafel, dia mencoba menjauh. Tapi Rara menahannya.
"Apa ini?"
"Astaga aku tidak percaya ini," ucap Rara masih memeluk Luke. "Aku merasa itu seminggu yang lalu aku dan teman temanku bertanya tanya bagaimana rasanya bersentuhan dengan pria, ternyata lumayan. Apalagi prianya seksi dan tampan sepertimu."
Luke mengerutkan keningnya, tanpa diduga.
PLETAK!
Pria itu menyentil dahi Rara.
"Hanya itu yang kau pikirkan saat belajar?"
"Memangnya kenapa?" Gumam Rara dengan bibirnya yang mengerucut.
"Saat umurmu 17 apa saja yang kau lakukan?"
"Tidak banyak, hanya memilah pria yang menurutku seksi."
PLETAK!
"Aaaaahhh! Itu sakit!"
"Kenapa tidak belajar?"
__ADS_1
"Aku belajar," ucap Rara sambil cengengesan. "Tentang sistem reproduksi manusia, haruskah kita praktekan?"
🌹🌹🌹
Kate mengetuk pintu kamar majikannya mengingat ini watunya Tuan Muda Lucas minum susu, dikarenakan asi dari Rara belum keluar.
"Kate, masuklah," ucap Luke dari dalam.
Dan saat Kate masuk, dia tidak mendapati siapa pun kecuali bayi Lucas dalam box.
Tidak lama kemudian, Luke keluar dari kamar mandi.
"Tolong bantu Rara, dia ingin mandi."
"Luke! Aku ingin mandi bersamamu!" Teriak Rara dari dalam kamar mandi.
"Biar aku yang urus Lucas," ucap Luke mengambil botol dan menggendong Lucas keluar dari kamar.
Luke membuat bayinya bangun dan segera minum susu.
Dia menuruni tangga dan keluar rumah untuk menghirup udara segar.
Bersamaan dengan Dev yang datang.
"Dev, bagaimana?"
"Ya, dia tahu. Dan dia tetap tidak akan memberikan restu meskipun anda dan Nona Medina bercerai."
"Astaga," gumam Luke menimang bayinya yang mulai menangis.
"Anda terlihat ketakutan, Tuan. Ada apa?"
"Kau tidak akan menyangka, sifat asli Rara lebih bahaya daripada hutan liar."
"Ya?"
Kemudian terdengar seseorang menuruni tangga, itu adalah Kate.
"Nyonya Rara tidak ingin saya bantu, dia ingin bersama anda, Tuan."
Mendengar itu, Luke menatap Dev dengan tatapan seolah minta tolong.
Dan Dev dengan santainya berkata, "Pergilah, biar saya yang mejaga Tuan Muda Lucas."
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
To Be Continue