
Setelah diangkat menjadi keluarga Jing, Jay kembali kesekolah dengan marga baru yaitu Jing JayHyun. Dia tidak lagi merasa minder karena ada ibunya yang selalu disampingnya setiap saat. Yeojin Jing juga merasa senang dan bahagia meskipun tidak bisa memberikan keluarga yang utuh kepada putranya tetapi niatnya akan balas dendam kepada Yoona Kim yang buat dirinya dan putranya hampir terbunuh. Dia juga tahu siapa yang menyamar sebagai Kyuhyun, Dia sangat yakin bahwa dirinya adalah pelaku sebenarnya.
Yeojin harus merancang rencana untuk menghancurkan posisi mereka yang telah menyakiti hatinya, tetapi hatinya menginginkan kehidupan damai tanpa ada gangguan.
" Mami sedang memikirkan apa sih?" Tanya Jay yang baru pulang sekolah langsung melihat Ibunya duduk termenung.
" kamu sudah pulang putraku?" Tanya Yeojin kaget ketika Jay menatapnya dengan tajam.
" Hehe... Jay sudah pulang. Mami, kenapa?" Tanya Jay sambil ganti ekspresi lalu tertawa kecil buat Yeojin menghela nafasnya.
" Tidak apa. Ayo kita turun dan makan sebelum itu kamu mandi dulu ya hihi bau asem." tawa kecil Yeojin.
" Baiklah..." seru Jay sambil keluar dari kamar Yeojin, Setelah Jay tidak kelihatan lagi Yeojin kembali lagi.
" Kak Kyu.... aku merindukanmu huhu..." suara Yeojin, Sebenarnya Jay masih disana, dia juga mendengar tangisan ibunya. Tangan Jay mengenggam erat " Aku tidak akan memaafkan mereka, dan tunggu saja penderitaan yang akan datang kepada kalian huh... tunggu saja!" dendam Jay semakin kuat.
.......
" Halo kakek dan Nenek?" Sapa Jay dengan wajah imutnya.
" Aduh.... cucuku, kenapa kau imut sekali sih..!" Jawab Nyonya Jing sambil menyubit pipi Jay.
__ADS_1
" Aduh... nenek! nenek kalau begini terus tidak ada yang suka dengan Jay karena pipi Jay melar huh.." Cemberut Jay buat Kakek Jing dan Nenek Jing tertawa girang.
" Siapa yang bilang tidak ada yang suka sama cucuku huh..!" Jawab Nenek Jing.
" Kalau tidak mau jangan harap hidup damai hahaha.." Seru Kakek Jing kelihatan menyeramkan.
"Pletak.." Suara jitakan dari Nenek Jing.
" Jangan ajarankan hal yang begituan sama Jay, dia masih kecil." seru Nenek Jing sambil menatap tajam suaminya.
" Hahaha... baiklah sayang, kamu sudah tua begini kenapa pukulanmu sangat menyakitkan huh.." ngambek Kakek Jing.
Jay hanya tertawa kecil ketika melihat kelakuan mereka yang menurut Jay itu adalah kebahagian yang belum dia rasakan selama ini.
" Ibu berasa muda lagi haha.." jawab Nyonya Jing.
" iya deh, ibu kan kakak Yeojin hihi..." sambung Yeojin.
" Hahaha... benar kata Yeojin, kita ini adalah kakaknya bukan orang tuanya haha.. lalu Jay adalah keponakan kita haha.." Tawa Tuan Jing menggema ruangan makan.
" Aduh... kalau tertawa jangan keras-keras nanti-"
__ADS_1
" Uhuk...uhuk..." batuk Tuan Jing.
" Batuk.... tuhkan baru dibilang juga sudah batuk saja." sambung Nyonya Jing.
" Jay kenapa diam saja?" Tanya Nyonya Jing buat Yeojin dan Tuan Jing juga menatap Jay.
" Jay ingin merasakan punya keluarga lengkap, bagaimana rasanya apakah bahagia atau sebaliknya?" Lirih Jay buat Yeojin lemas, dia sempat berfikir pasti putranya akan menanyakan keberadaan Ayahnya, dia tidak sanggup putranya akan terluka ketika mendengar bahwa dirinya bukan satu-satunya wanita yang berada disamping lebih parah lagi Jay tahu bahwa dirinya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain. Dia tidak mau itu terjadi makanya sampai saat ini dia masih bungkam tentang ayahnya.
" Maafkan Mami Jay..." Lirih Yeojin dengan tatapan sedihnya.
" Tapi Jay bahagia bisa menjadi keluarga Jing, aku tidak butuh lainnya hihi..." Tawa Jay sambil pura-pura tidak mendengar perkataan ibunya.
" Bagus! itulah baru cucuku yang pintar..." jawab Tuan Jing.
" Apa kita jodohkan Yeojin dengan pria, agar bisa menjaga mereka?" Usul Nyonya Jing. Yeojin tersentak mendengar perkataan ibu angkatnya.
" Tidak usah Nek, biar Jay yang menjaga mami hehe..." Semangat Jay membuat mereka mendang sama lain lalu tertawa " Hahahahahahahahahaha"
.
.
__ADS_1
.